Program Studi Doktor Ilmu Teknik Pertanian, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada resmi meraih predikat Akreditasi Unggul untuk periode 2026–2031 dari Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan LAM Teknik Nomor: 0078/SK/LAM Teknik/AD/IV/2026 tentang Akreditasi Program Studi Ilmu Teknik Pertanian pada Program Doktor Universitas Gadjah Mada, Sleman. Capaian ini menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, serta pengembangan akademik yang dijalankan secara konsisten oleh DTPB FTP UGM.
Perolehan Akreditasi Unggul mencerminkan komitmen Program Doktor Ilmu Teknik Pertanian dalam menjaga standar mutu pendidikan tinggi, khususnya pada bidang teknik pertanian dan biosistem. Proses penilaian dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek strategis, mulai dari kurikulum, kualitas sumber daya manusia, tata kelola program studi, hingga capaian luaran riset dan kontribusi akademik terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Capaian ini juga menunjukkan keberhasilan DTPB FTP UGM dalam mengintegrasikan pendidikan berbasis riset dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, program doktoral tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga mampu mendorong lahirnya inovasi yang relevan dalam menjawab tantangan sektor pertanian modern.
Sebagai salah satu program studi unggulan di FTP UGM, Program Doktor Ilmu Teknik Pertanian terus mendorong pengembangan inovasi pada berbagai bidang strategis, seperti rekayasa pertanian, pengelolaan sumber daya air, teknologi pascapanen, hingga sistem pertanian berkelanjutan. Penguatan kapasitas akademik dan riset tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan, efisiensi sumber daya, serta adaptasi terhadap perubahan iklim.
Pencapaian Akreditasi Unggul ini sekaligus memperkuat posisi FTP UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan riset berdaya saing global. Selain menjadi indikator mutu akademik, capaian ini juga diharapkan dapat memperluas kolaborasi riset dan jejaring internasional dalam pengembangan ilmu dan teknologi pertanian berbasis rekayasa.
Capaian ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pendidikan doktoral berkualitas, SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan inovasi teknologi pertanian untuk mendukung ketahanan pangan, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan riset dan inovasi teknologi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi akademik dan riset