Laboratorium Manajemen Sistem Industri, Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIP), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pendampingan manajemen bisnis bagi pelaku usaha olahan bawang merah di Dusun Nawungan, Desa Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Bantul. Kegiatan ini diselenggarakan pada 25 Februari 2025 dan diinisiasi oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Mulya. Dalam kegiatan ini, Dr. Ir. Dyah Ismoyowati, M.Sc., dosen FTP UGM, memberikan materi mengenai strategi peningkatan daya saing usaha dan perluasan pemasaran bagi produk olahan bawang merah.
Kegiatan diawali dengan penyampaian agenda program pengabdian kepada masyarakat oleh Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., selaku Kepala Laboratorium Manajemen Sistem Industri, Departemen TIP, FTP UGM. Selanjutnya, dilakukan sesi pendampingan dan pelatihan manajemen bisnis yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperkuat daya jual produk olahan bawang merah. Materi yang diberikan meliputi pengenalan Business Model Canvas (BMC) dan strategi pemasaran efektif, yang diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya secara lebih profesional dan berkelanjutan.
Program ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui peningkatan keterampilan manajerial dan strategi pemasaran, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menciptakan peluang kerja yang lebih baik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Dalam diskusi ini, sejumlah dosen FTP UGM turut memberikan materi dan pandangan strategis. Dr. Muhamad Khoiru Zaki, Prof. Sigit Supadmo, Dr. Andri Prima Nugroho, Dr. Hanggar Ganara Mawandha, Ardan Wiratmoko, M.Sc., dan Basuki, S.T.P., menyampaikan pentingnya penerapan teknologi modern dalam pengelolaan irigasi, termasuk tantangan teknis dan sosial yang harus dihadapi. Mereka juga menekankan bahwa modernisasi irigasi di DI Cibaliung dapat menjadi model untuk pengembangan irigasi berkelanjutan di wilayah lain.