Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berkomitmen dalam mendukung pengembangan teknologi tepat guna dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pada 11 September 2024, FTP UGM, melalui dosen Departemen Teknologi Pertanian dan Biosistem, Dr. Devi Yuni Susanti, S.T.P., M.Sc. dan Hilda Maya Sintia Dewi, S.T.P., M.Sc., menyelenggarakan pelatihan teknik pascapanen dan pengolahan ubi ungu. Pelatihan yang berlangsung di Laboratorium Teknik Pangan dan Pascapanen DTPB FTP UGM ini diselenggarakan oleh Fakultas Kehutanan dengan tujuan untuk melatih perwakilan masyarakat Garut dalam mengoptimalkan proses pascapanen dan pengolahan ubi ungu, sebuah komoditas yang potensial untuk meningkatkan perekonomian lokal.
Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai alat dan mesin yang digunakan dalam proses pascapanen serta teknik desain proses yang dapat diterapkan untuk meningkatkan nilai tambah produk ubi ungu. Materi yang disampaikan oleh para ahli dari FTP UGM tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga strategi pengolahan yang tepat guna untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Dengan metode pelatihan yang aplikatif dan berorientasi pada praktik langsung, kegiatan ini memberikan pengetahuan mendalam kepada para peserta tentang bagaimana memaksimalkan potensi ubi ungu dari hulu hingga hilir, serta bagaimana menjaga kualitas dan meningkatkan nilai produk olahan yang dapat bersaing di pasar.
Kegiatan ini berkontribusi dalam pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Dekan FTP UGM, dalam sambutannya, menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi lokal. “Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan sesuai dengan prinsip Tridharma Perguruan Tinggi, dan tentunya berdampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Paser,” ungkapnya. Sementara itu, Kasubdit Kerja Sama Dalam Negeri, Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, JJohan Syafri Mahathir Ahmad, S.T., M.Eng., Ph.D., menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah untuk memastikan keberhasilan program transformasi ekonomi ini.
Acara Family Fun Day ini berlangsung di halaman Fakultas Teknologi Pertanian, diikuti oleh dosen, tendik, dan dari keluarga hadirin. Berbagai kegiatan menarik diadakan, mulai dari senam bersama, lomba makan kerupuk, lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak, hingga lomba sendok kelereng.
Acara ini juga diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan meningkatkan semangat kerja seluruh sivitas akademika FTP UGM. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana untuk mempererat silaturahim antar keluarga besar fakultas.
Penandatanganan MoU ini memperkuat kemitraan antara FTP UGM dan YESSA, dengan tujuan utama menciptakan agrotourism berbasis zero waste di Desa Sambak. Tim dari FTP UGM yang dipimpin oleh Prof. Lilik Soetiarso memaparkan capaian program selama dua tahun terakhir, menunjukkan kemajuan yang signifikan berkat sinergi antar-pemangku kepentingan. Hiroyasu Yukino, Senior Officer dari YESSA, menyampaikan kebanggaannya atas perkembangan Desa Sambak yang telah menjadi salah satu desa Proklim (Program Kampung Iklim) di Indonesia.