Tim dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada melaksanakan Pertemuan Inisiasi Kerja Sama bersama Perangkat Kalurahan Pagerharjo, BUMDesa, dan Kelompok Tani Pagerharjo Samigaluh KP pada Senin, 13 Oktober 2025, bertempat di Kantor Kelurahan Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Kegiatan ini bertujuan merintis program pendampingan terintegrasi pertanian–peternakan sekaligus memperkuat kelembagaan BUMDes Pagerharjo sebagai penggerak ekonomi desa.
Tim akademisi FTP UGM yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Dr. Mohammad Affan Fajar Falah, S.T.P., M.Agr., Dr. Wagiman, S.T.P., M.Si., Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., Dr. Muhammad Prasetya Kurniawan, S.T.P., M.Sc., serta Thalia Naziha, S.T.P., M.Sc., M.B.A. Kehadiran tim FTP UGM mencerminkan komitmen fakultas dalam mendukung penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal.
Pertemuan ini membahas inisiasi program pendampingan kelembagaan BUMDes dan kelompok tani, yang mencakup penguatan manajemen, pemasaran, serta pemanfaatan media sosial. Selain itu, diskusi juga menyoroti pengembangan program ketahanan pangan berbasis integrasi sektor pertanian dan peternakan, sebagai strategi meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha tani di wilayah Pagerharjo.
Fokus utama pendampingan yang dirancang meliputi peningkatan nilai tambah produk lokal melalui penguatan pascapanen, hilirisasi produk susu kambing perah, serta optimalisasi pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik. Tim FTP UGM juga mendorong pengembangan konsep agro-edu-wisata berbasis komoditas lokal sebagai alternatif sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa.
Selain aspek teknis produksi, kegiatan ini turut mengidentifikasi kebutuhan pendampingan di bidang pemasaran dan pengelolaan media sosial, serta memetakan potensi kerja sama lintas dinas guna mendukung pengelolaan sumber daya desa yang produktif dan berdaya saing. Sinergi antara akademisi FTP UGM dan pemangku kepentingan desa diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Kegiatan inisiasi kerja sama ini menjadi wujud nyata kontribusi FTP UGM dalam pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan wilayah perdesaan. Program pendampingan yang dirancang selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty) melalui peningkatan ekonomi masyarakat desa, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan ketahanan pangan, serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan penciptaan peluang usaha dan pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Program UGMPreneurs diikuti oleh 30 peserta dari berbagai fakultas yaitu 4 mahasiswa dari Fakultas Filsafat; 2 mahasiswa Fakultas Geography; 2 mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya; 3 mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan; 1 mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam; 1 Fakultas Pertanian; 2 Fakultas Teknik; 11 Fakultas Teknologi Pertanian; 2 Sekolah Pascasarjana; dan 2 Sekolah Vokasi. Program UGMPreneurs dirancang sebagai wadah pembelajaran kewirausahaan lintas fakultas di UGM, yang menggabungkan pendekatan akademik dan praktis. Berbeda dari kelas bisnis konvensional, UGMPreneurs menghadirkan pengajar dari kalangan pengusaha aktif agar peserta memperoleh wawasan terkini tentang praktik bisnis nyata, tantangan industri, serta tren ekonomi digital. Dalam paparannya, Prof. Eka Sari Lorena Surbakti menguraikan materi Entrepreneurship 101 yang menekankan pentingnya membangun mental adaptif, berpikir kreatif, dan memiliki kemampuan untuk melihat peluang di tengah perubahan ekonomi yang cepat. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi berbasis teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), dalam menjaga daya saing generasi muda di era global.
Berangkat dari potensi ini, Tim PKM-PM Universitas Gadjah Mada bersama Karang Taruna Permadi 13 menginisiasi program JGrow+ (Jamblangan Grow+). Program ini berfokus pada pemanfaatan limbah peternakan menjadi Pupuk Organik Plus (POP) dan Biofertilizer. Tidak hanya mengandalkan feses dan urin ternak, bahan tambahan lain seperti sisa sayuran rumah tangga dan tembakau dari puntung rokok turut digunakan untuk memperkaya kualitas produk. Lebih jauh, produk ini juga mengandung sembilan jenis mikroorganisme yang mendukung pertumbuhan tanaman.
Pencapaian ini lahir dari inovasi camilan sehat berbasis hasil samping pertanian. Produk B-Roll merupakan camilan egg roll berbahan dasar tepung batang pisang dan blondo, dua komoditas yang selama ini kurang dimanfaatkan. Dengan kandungan serat, protein, serta asam laurat yang tinggi, produk ini menawarkan camilan sehat, praktis, sekaligus bernilai ekonomi. Inovasi ini hadir sebagai solusi pengolahan limbah pertanian dengan mengusung konsep keberlanjutan (
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., membawakan materi berjudul “Dari Ide ke Dana: Kiat Praktis Menyusun Proposal Penelitian DPPM.” Materi ini membahas strategi praktis dalam mengembangkan ide penelitian menjadi proposal yang terstruktur dan sesuai dengan kriteria pendanaan, mulai dari tahap perumusan ide, penyusunan metodologi penelitian, hingga penyelarasan dengan arah riset prioritas nasional.