Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Dr. Bambang Dwi Wijatniko, mengikuti Konferensi Gastronomi dan Kuliner Hijau Indonesia (KGKHI) ke-3 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Gastronomi dan Kuliner Hijau Indonesia (ANGGReK Hijau Indonesia). Kegiatan berlangsung pada 12–15 Juni 2026 di Hotel Asia, Surakarta, Jawa Tengah.
Konferensi ini menjadi wadah pengembangan literasi gastronomi berkelanjutan sekaligus memperkuat promosi dan pengembangan kuliner hijau di Indonesia berbasis implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Selain sesi konferensi, kegiatan juga dirangkaikan dengan penerimaan penghargaan ANGGReK Hijau Indonesia Awards.
KGKHI 2026 mengangkat berbagai isu strategis terkait gastronomi berkelanjutan, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pengembangan pariwisata berbasis kuliner, pelestarian lingkungan, hingga dukungan terhadap program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kegiatan tersebut, Bambang menyampaikan pentingnya pengembangan gastronomi dan kuliner hijau yang tidak hanya berfokus pada aspek cita rasa, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Gastronomi berkelanjutan dapat menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat potensi pangan lokal dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam konferensi ini, FTP UGM turut mendukung penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan sistem pangan berkelanjutan yang relevan dengan berbagai tujuan SDGs, khususnya SDG 1 No Poverty (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), SDG 3 Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 12 Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Dalam forum internasional tersebut, dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian (DTIP), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM,
Partisipasi dalam IHC Cairo 2026 tidak hanya menjadi sarana diseminasi hasil penelitian, tetapi juga membuka peluang kerja sama akademik yang semakin memperkuat jejaring internasional UGM di bidang halal. Keterlibatan aktif dalam forum ini memperluas ruang kolaborasi dengan berbagai institusi dan peneliti dari berbagai negara, sekaligus mempertegas kontribusi UGM dalam pengembangan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri halal global yang terus berkembang.
Sebanyak 44 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada dan National University of Singapore (NUS) mengikuti kegiatan
Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa terkait tantangan ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.