Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali melaksanakan rangkaian kegiatan UGMPreneurs 2025 Batch IV, salah satunya pada Jumat, 17 Oktober 2025 melalui Zoom Meeting. Pada sesi tersebut, mahasiswa dibekali pengetahuan dan pengalaman mengenai dunia kewirausahaan, strategi pengembangan bisnis, serta penerapan model usaha berkelanjutan.
Kegiatan ini menghadirkan Jahja B. Soenarjo, CEO Business Forum, dan Sophie Li, artificial intelligence (AI) entrepreneur, sebagai narasumber, dengan total 29 dari 30 peserta dari berbagai fakultas di UGM hadir dan mengikuti kegiatan secara aktif.
Pada sesi materi pertama, Jahja B. Soenarjo menyampaikan paparan “Entrepreneurship: From Idea to Execution; National and Global Entrepreneurs”, yang menekankan pentingnya karakter seorang wirausaha, seperti ketekunan, kepercayaan diri, kemampuan mengambil risiko, kreativitas, adaptabilitas, serta kemampuan membangun relasi dan mengatasi krisis. Ia juga mengulas konsep market opportunity, pentingnya market matching, serta dasar strategi pemasaran, mulai dari segmentasi dan pemetaan, penargetan, hingga pemosisian. Jahja menekankan bahwa ide bisnis perlu ditemukan, diuji, dipasarkan, serta dikembangkan secara konsisten melalui proses praktik langsung. Menurutnya, kreativitas dalam bisnis dan pemasaran harus mampu menarik perhatian pasar dan mendorong penjualan melalui pengalaman pelanggan yang memuaskan, sehingga menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Ia juga menggarisbawahi bahwa eksplorasi ide, termasuk dengan mengunjungi pameran dan membangun kolaborasi, merupakan langkah penting dalam mengembangkan peluang usaha.
Pada sesi kedua, Sophie Li membawakan materi “Empowering with Good Characters, Ability to Network, and Establishing Good Teamwork”. Ia membahas evolusi revolusi industri, tantangan wirausaha di era kecerdasan buatan, serta kompetensi inti yang dibutuhkan perusahaan dan pelaku bisnis inovatif di masa depan. Sophie menyoroti beberapa prinsip utama di era AI, di antaranya pentingnya arah yang jelas dalam bekerja, kreativitas manusia yang tetap tak tergantikan, efektivitas tim kecil yang mampu memberi dampak besar, serta pentingnya kepercayaan dalam membangun hubungan profesional.
Pada akhir sesi, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber. Pada sesi pertama, diskusi berfokus pada cara mengembangkan bisnis, mulai dari langkah awal memetakan peluang, strategi memperluas pasar, hingga cara mempertahankan keberlanjutan usaha di tengah persaingan yang dinamis. Sementara itu, sesi kedua diwarnai pertanyaan seputar kualitas kepemimpinan manusia yang tidak dapat ditiru kecerdasan buatan, serta AI tools yang umum digunakan dalam perjalanan kewirausahaan. Peserta juga menanyakan bagaimana pemanfaatan AI dalam bisnis dapat dilakukan secara etis dan tetap mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan. Menanggapi hal tersebut, narasumber menegaskan bahwa kreativitas, empati, intuisi, dan kemampuan membangun kepercayaan adalah aspek yang tidak dapat digantikan oleh AI. Ia mendorong mahasiswa untuk menggunakan teknologi secara bijak sebagai pelengkap, bukan pengganti, kemampuan manusia.
Kegiatan UGMPreneurs 2025 Batch IV pada 17 Oktober berlangsung dengan lancar dan interaktif. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, sesi ini melengkapi pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa untuk memperkuat kemampuan ideasi, karakter kewirausahaan, dan pemahaman strategi bisnis. Harapannya, peserta mampu berkontribusi sebagai wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing.
Kontributor: Diva Humaira Nibras (Penulis)
Program UGMPreneurs diikuti oleh 30 peserta dari berbagai fakultas yaitu 4 mahasiswa dari Fakultas Filsafat; 2 mahasiswa Fakultas Geography; 2 mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya; 3 mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan; 1 mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam; 1 Fakultas Pertanian; 2 Fakultas Teknik; 11 Fakultas Teknologi Pertanian; 2 Sekolah Pascasarjana; dan 2 Sekolah Vokasi. Program UGMPreneurs dirancang sebagai wadah pembelajaran kewirausahaan lintas fakultas di UGM, yang menggabungkan pendekatan akademik dan praktis. Berbeda dari kelas bisnis konvensional, UGMPreneurs menghadirkan pengajar dari kalangan pengusaha aktif agar peserta memperoleh wawasan terkini tentang praktik bisnis nyata, tantangan industri, serta tren ekonomi digital. Dalam paparannya, Prof. Eka Sari Lorena Surbakti menguraikan materi Entrepreneurship 101 yang menekankan pentingnya membangun mental adaptif, berpikir kreatif, dan memiliki kemampuan untuk melihat peluang di tengah perubahan ekonomi yang cepat. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi berbasis teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), dalam menjaga daya saing generasi muda di era global.
Berangkat dari potensi ini, Tim PKM-PM Universitas Gadjah Mada bersama Karang Taruna Permadi 13 menginisiasi program JGrow+ (Jamblangan Grow+). Program ini berfokus pada pemanfaatan limbah peternakan menjadi Pupuk Organik Plus (POP) dan Biofertilizer. Tidak hanya mengandalkan feses dan urin ternak, bahan tambahan lain seperti sisa sayuran rumah tangga dan tembakau dari puntung rokok turut digunakan untuk memperkaya kualitas produk. Lebih jauh, produk ini juga mengandung sembilan jenis mikroorganisme yang mendukung pertumbuhan tanaman.
Pencapaian ini lahir dari inovasi camilan sehat berbasis hasil samping pertanian. Produk B-Roll merupakan camilan egg roll berbahan dasar tepung batang pisang dan blondo, dua komoditas yang selama ini kurang dimanfaatkan. Dengan kandungan serat, protein, serta asam laurat yang tinggi, produk ini menawarkan camilan sehat, praktis, sekaligus bernilai ekonomi. Inovasi ini hadir sebagai solusi pengolahan limbah pertanian dengan mengusung konsep keberlanjutan (