Jumat, 26 September 2025 — Dr. Murtiningrum, Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, menjadi narasumber dalam Sidang Komisi Pendayagunaan Sumber Daya Air yang diselenggarakan oleh Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Progo Opak Serang.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Murtiningrum memaparkan Strategi Peningkatan Kelembagaan Pengelola Irigasi. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sistem irigasi secara berkelanjutan, serta mendorong partisipasi aktif petani melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Pemberdayaan P3A dinilai krusial untuk memperkuat pengelolaan irigasi berbasis masyarakat. Topik ini berkontribusi pada pencapaian SDG no 2 Tanpa Kelaparan dan SDG no 9 Industri, Inovasi dan Infrastruktur.
Acara dibuka oleh Vicky Ariyanti, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, yang hadir sebagai representasi sekretariat TKPSDA. Sidang ini dihadiri oleh berbagai unsur, baik dari masyarakat pengguna air seperti P3A, maupun dari instansi pemerintah seperti Bappeda, dinas pertanian, dan dinas pekerjaan umum tingkat kabupaten dan provinsi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pada pertemuan ini, Aliansi Peduli Petani Sleman, Perwakilan DPRD DIY, dan Komisi Irigasi DIY juga hadir sebagai narasumber.
Rilis Berita
Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Dian Anggraini Suroto, menjadi narasumber dalam kegiatan Kuliah Umum: Digitalisasi Bisnis Herbal dan Inovasi Produk Fermentasi Berbasis Bahan Alam yang diselenggarakan oleh Poltekkes Kemenkes Surakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada 23 September 2025 bertempat di Poltekkes Kemenkes Surakarta, dengan tujuan memperluas wawasan peserta mengenai inovasi dan diversifikasi pengolahan bahan alam melalui proses fermentasi.
Dalam kuliah umum tersebut, Dian Anggraini Suroto memaparkan materi mengenai Inovasi Pangan Fungsional Produk Fermentasi dari Bahan Alam. Materi yang disampaikan menyoroti potensi pengembangan produk fermentasi berbasis bahan alam yang tidak hanya bernilai fungsional bagi kesehatan, tetapi juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara komersial melalui pemanfaatan digitalisasi bisnis herbal.
Melalui pemaparan tersebut, dosen FTP UGM menekankan pentingnya integrasi antara inovasi teknologi pangan dan strategi bisnis digital dalam meningkatkan daya saing produk herbal dan fermentasi. Peserta diajak untuk memahami proses inovasi produk, pemanfaatan bahan alam lokal, serta peluang pengembangan produk fermentasi yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan pasar.
Keterlibatan dosen FTP UGM dalam kegiatan kuliah umum ini mencerminkan komitmen FTP UGM dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang teknologi pangan, khususnya pangan fungsional berbasis bahan alam. Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan jejaring akademik antara FTP UGM dan Poltekkes Kemenkes Surakarta.
Kegiatan kuliah umum ini turut berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan pangan fungsional yang mendukung kesehatan masyarakat, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dengan mendorong inovasi produk fermentasi dan penguatan ekosistem industri berbasis bahan alam.
Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (DTPHP) FTP UGM bersama Keluarga Mahasiswa Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (KMTPHP) menyelenggarakan kegiatan “Desa Binaan 2025” pada 21 September 2025 di Balai Desa Ngargosari, Sami Galuh, Kulon Progo. Kegiatan ini diikuti oleh anggota lembaga Desa Preneur dan Desa Prima Ngargosari.
Kegiatan berupa Pelatihan Pembuatan Produk Olahan Pisang serta Sosialisasi Perizinan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Keamanan Pangan, dengan menghadirkan Intan Dewi Larasati, S.T.P., M.Sc. sebagai dosen pembimbing sekaligus pemateri. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan pentingnya PIRT bagi pelaku usaha. “PIRT merupakan kunci agar produk dapat dipasarkan lebih luas dan mendapat kepercayaan konsumen,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa sanitasi dan keamanan pangan harus dijaga sejak pemilihan bahan baku hingga pengemasan, sehingga produk tidak hanya memiliki nilai jual tetapi juga aman dikonsumsi.
Setelah penyampaian materi, dilakukan sosialisasi dan praktik pembuatan produk olahan berbasis pisang, mengingat Desa Ngargosari memiliki pisang sebagai komoditas lokal namun belum terolah dengan baik. Praktik Produk yang dilakukan, yakni selai pisang dan abon kulit pisang. Kedua produk ini juga dirancang sebagai produk siap jual dengan nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi. Tidak hanya praktik, peserta juga dibekali strategi penjualan seperti pemilihan kemasan menarik dan penentuan harga yang kompetitif.
Pada akhir kegiatan, peserta juga menerima produk dalam kemasan siap jual. Salah satu warga menyampaikan dengan antusias, “Selainya enak dan abonnya unik. Selama ini kulit pisang hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak, tetapi ternyata dapat bernilai jual.” Melalui Desa Binaan 2025, diharapkan terjadi pengembangan produk lokal yang semakin terarah dan berdaya saing. Dengan pemahaman mengenai PIRT dan keamanan pangan, masyarakat Ngargosari memiliki bekal untuk mengolah menjadi produk legal, aman, serta siap dipasarkan secara lebih luas.Kegiatan ini mendukung berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 1 (No Poverty) melalui penciptaan peluang usaha berbasis produk lokal, SDG 2 (Zero Hunger) lewat diversifikasi pangan bergizi, SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan penerapan sanitasi serta keamanan pangan, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan olahan bernilai tambah.
Penulis: Anantya Arief Pranawesti & Jasmine Naila Ramadhani
Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan anak-anak sejak usia dini melalui kegiatan FTP Mengajar yang diselenggarakan di SD Negeri Caturtunggal 7, Yogyakarta, pada Sabtu, 20 September 2025. Kegiatan ini diprakarsai oleh Kementerian Sosial Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTP UGM bekerja sama dengan SD Negeri Caturtunggal 7.
Dalam kegiatan ini, dosen FTP UGM menyampaikan materi dengan tema “Menanam Ilmu Sejak Dini, Merangkai Mimpi Sepenuh Hati.” Materi tersebut dirancang untuk memberikan pengetahuan tambahan di luar kurikulum sekolah, dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk lebih berani bermimpi, berpikir kritis, serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan.
Selain memberikan manfaat langsung bagi siswa SD Negeri Caturtunggal 7, kegiatan FTP Mengajar juga bertujuan membekali staf Kementerian Sosial Masyarakat BEM FTP UGM serta para volunteer mahasiswa yang terlibat. Mereka mendapatkan pengalaman berharga terkait edukasi, cara mengajar, serta strategi komunikasi yang efektif bagi anak-anak sekolah dasar. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran ganda, tidak hanya bagi murid SD tetapi juga bagi mahasiswa yang berperan sebagai pengajar.
Pelaksanaan kegiatan FTP Mengajar mencerminkan semangat sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun kualitas pendidikan sejak usia dini. Hal ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi FTP UGM dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dasar yang berkualitas.
Lebih jauh, kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). FTP Mengajar sejalan dengan SDG 4 (Quality Education), dengan memberikan pendidikan berkualitas melalui materi tambahan yang bermanfaat di luar kurikulum sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals), karena dilaksanakan melalui kerja sama erat antara FTP UGM, BEM FTP UGM, mahasiswa sebagai volunteer, dan SD Negeri Caturtunggal 7. Kolaborasi ini membuktikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kemitraan yang kuat antara institusi pendidikan tinggi, sekolah, dan masyarakat.
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (BEM FTP UGM) melalui Kementerian Pengembangan Desa Mitra (PDM) Kabinet Vassa Adhika, kembali menginisiasi program edukatif Ilmu Tuk Semua. Kegiatan pertama dilaksanakan pada Sabtu, 20 September 2025, dan menghadirkan 58 anak sebagai peserta yang antusias mempelajari proses pembuatan cokelat serta praktik menghias cokelat secara langsung.
Materi kegiatan disampaikan oleh mahasiswa FTP UGM, Radhita Fadhila Putri Mahendra (S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian) dan Artizeno Kynan Pramudya (S1 Teknologi Industri Pertanian), dibantu dengan Gabriel Kristano (S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian) yang menjelaskan asal-usul cokelat. Anak-anak diperkenalkan pada karakteristik buah dan biji cokelat, proses fermentasi, pengeringan, penumbukan, pencampuran dengan gula dan minyak, hingga pengolahan menjadi cokelat siap hias. Kegiatan juga ditutup dengan penayangan video animasi kartun yang menampilkan proses pengolahan cokelat.
Setelah pemaparan materi, peserta diajak praktik menghias cokelat. Seluruh anak terlihat antusias mengikuti sesi praktik, mencoba berbagai teknik dekorasi sambil belajar menerapkan ilmu yang baru mereka peroleh. Sesi praktik dipandu oleh anggota Kementerian PDM dan anak magang BEM FTP yang mendampingi jalannya kegiatan.
Program Ilmu Tuk Semua akan berlanjut dengan pertemuan kedua pada Sabtu, 27 September 2025, yang juga menyasar anak-anak di Desa/Kelurahan Wonokerto secara lebih luas. Pada pertemuan ini, peserta akan belajar membuat yoghurt mulai dari pemerahan susu sapi hingga menjadi produk jadi, sekaligus mengenal proses pengolahan susu dan prinsip-prinsip dasar pembuatan yoghurt. Pertemuan terakhir, Minggu 2 November 2025, difokuskan pada ibu-ibu dari Dusun Gondoarum, dengan materi workshop terkait pembangunan usaha, PIRT, serta strategi branding dan storytelling produk.
Artizeno Kynan Pramudya, Steering Committee program, menyatakan, “Kami berharap masyarakat Desa/Kelurahan Wonokerto dapat memahami, menelusuri, dan berkreasi lebih dalam di dunia agrikultur dan teknologi, khususnya terhadap potensi pangan yang dimiliki, bagi kalangan anak-anak hingga dewasa. BEM FTP UGM melalui Kementerian PDM juga ingin mengenalkan ilmu pertanian dan pangan secara kreatif, sekaligus membangun minat masyarakat untuk memahami proses pangan dari hulu hingga produk siap konsumsi.”