Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membahas perpanjangan dan perluasan kerja sama program Smart Agriculture Enterprise Kedelai (SAEKedelai) dalam mendukung swasembada kedelai nasional. Diskusi berlangsung di Operation Room FTP UGM, Jumat (30/10).
Dalam sambutannya, Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc., menegaskan komitmen fakultas mengawal kerja sama ini. “Pesan dari pimpinan universitas kepada kami adalah agar setiap kerja sama jangan hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, melainkan harus benar-benar menghasilkan dampak yang berkelanjutan. Kami di FTP UGM siap mengawal akuntabilitas administrasi dan integrasi kepakaran lintas departemen untuk mendukung suksesnya program ini,” ujarnya.
Sekretaris Direktorat Jenderal sekaligus Plt. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Gunawan, menyampaikan bahwa kebutuhan kedelai nasional mencapai 2,7 juta ton per tahun, sementara produktivitas rata-rata petani masih 1,8 ton per hektare. Kementan menargetkan produktivitas naik hingga 3 ton per hektare dan berencana memperluas pengembangan lahan kedelai hingga 10.000 hektare dengan melibatkan perguruan tinggi.
Ketua Pengembang SAEKedelai FTP UGM, Dr. Atris Suyantohadi, S.T.P., M.T., menjelaskan bahwa program yang dipersiapkan sejak 2020 ini memadukan teknologi smart farming, peningkatan kapasitas petani, kemitraan hulu-hilir, hingga jaminan kepastian pasar. Tahun ini, tim mengawal lahan percontohan seluas 100 hektare dengan target produktivitas 3,2 ton per hektare, sambil menyiapkan perluasan hingga 2.000 hektare.
Ketua Senat FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng., menambahkan bahwa SAEKedelai dirancang menghasilkan sistem budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim dan kondisi lokal. Sementara itu, Narso dari CV Java Agro Prima menyampaikan bahwa pembinaan benih unggul menaikkan produktivitas kedelai petani dari 1,2–1,4 ton menjadi 2,2–2,4 ton per hektare.
Di penghujung diskusi, Gunawan menyampaikan harapan Kementan kepada UGM. “UGM diharapkan dapat mendeklarasikan SAEKedelai sebagai Center of Excellence perkedelaian nasional. Melalui sinergi ini, perguruan tinggi lain dapat saling berbagi riset dan pengalaman sehingga pengembangan kedelai nasional tidak perlu dimulai dari nol,” katanya.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui upaya mewujudkan swasembada kedelai nasional, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi pertanian cerdas dalam pengembangan kedelai, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama FTP UGM, Kementan, dan mitra industri.