• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDGs
  • SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
  • hal. 3
Arsip:

SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab

Mahasiswa S2 FTP UGM Borong Tiga Penghargaan di International Student Summit 2026, Usung Inovasi Biopackaging Cerdas

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan Berkualitas Senin, 16 Februari 2026

Mahasiswa Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Nur Afni Rezkika dan Fiki Nimatul Jannah, berhasil meraih prestasi gemilang dalam ajang International Student Summit kategori Esai Internasional yang diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam kompetisi tersebut, keduanya berhasil membawa pulang Gold Medal Sub-Tema Food, Best Presentation, serta 3rd Winner Esai Internasional melalui inovasi berbasis teknologi pangan yang berfokus pada keamanan dan keberlanjutan.

Dalam karya ilmiahnya, tim mengangkat inovasi intelligent biopackaging berbasis limbah kulit buah naga yang terintegrasi dengan aplikasi digital bernama MeatSafe. Inovasi ini dirancang sebagai solusi untuk memantau kualitas daging ayam secara real-time, mengingat tingginya risiko penurunan kualitas akibat kontaminasi mikroorganisme yang sering tidak terdeteksi secara visual oleh konsumen, khususnya pada sistem penjualan terbuka seperti pasar tradisional.

Konsep yang dikembangkan berupa smart sticker berbasis ekstrak kulit buah naga yang mengandung pigmen betalain, yaitu senyawa alami yang sensitif terhadap perubahan pH. Perubahan warna pada indikator ini kemudian dapat dianalisis melalui aplikasi MeatSafe menggunakan kamera smartphone, sehingga konsumen dapat memperoleh informasi objektif mengenai kesegaran daging secara praktis. Selain meningkatkan aspek keamanan pangan, inovasi ini juga memanfaatkan limbah agroindustri sebagai bahan baku, sehingga mendukung prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan.

Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara dengan beragam subtema keilmuan. Pada tahap awal, seluruh peserta mempresentasikan karya melalui sesi poster yang dinilai oleh dewan juri internasional. Berdasarkan hasil seleksi, tim FTP UGM berhasil lolos ke tahap final dan melanjutkan presentasi menggunakan media presentasi komprehensif untuk memperebutkan posisi juara utama. Melalui penyampaian yang sistematis serta argumentasi ilmiah yang kuat, keduanya berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus.

“Menurut saya, partisipasi dalam acara ini memberikan pengalaman akademik yang sangat berharga dalam mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi ilmiah, dan penyampaian gagasan secara sistematis di forum internasional. Kegiatan ini juga memperluas perspektif kami melalui pertukaran ide dengan peserta dari berbagai latar belakang keilmuan dan negara. Kami berharap ide yang kami buat dapat diimplementasikan, dan capaian ini dapat menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan penelitian dan inovasi khususnya di bidang teknologi pangan,” ungkap Nur Afni Rezkika.

Prestasi ini menunjukkan komitmen mahasiswa FTP UGM dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dalam menjawab tantangan global di sektor pangan. Inovasi intelligent biopackaging yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi solusi aplikatif dalam meningkatkan perlindungan konsumen sekaligus mendorong sistem pangan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan keamanan pangan, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan limbah dan pengembangan kemasan berkelanjutan.

Pelurusan Istilah UPF Jadi Fokus FGD FTP UGM dan BGN, Akademisi Tekankan Pangan Aman, Bergizi, Halal, dan Sehat

Rilis BeritaSDG 10: Berkurangnya KesenjanganSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 1: Tanpa KemiskinanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan Berkualitas Jumat, 13 Februari 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mengoreksi Miskonsepsi tentang Sebutan Ultra Processed Food (UPF) dan Dampaknya pada Kebijakan Penyediaan Pangan Olahan dalam Menu MBG” pada Jumat, 13 Februari 2026 pukul di Auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Kegiatan ini menghadirkan akademisi lintas disiplin, pakar teknologi pangan, ahli gizi, perwakilan pemerintah, pelaku industri dan UMKM pangan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk membahas pelurusan miskonsepsi UPF sebagai salah satu dasar dalam penyusunan kebijakan pangan olahan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejak awal diskusi, Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc., Guru Besar FTP UGM menegaskan kekhawatiran akademisi terhadap penggunaan istilah UPF yang dinilai berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. “Yang kami khawatirkan, jika istilah UPF ini terus digunakan, publik tidak bisa membedakan secara jelas antara processed food dan ultra processed food. Akhirnya semua pangan olahan bisa dianggap UPF dan langsung dikonotasikan negatif terhadap kesehatan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa dalam praktik penyediaan pangan skala besar, proses pengolahan justru menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan pangan, stabilitas mutu, dan kecukupan gizi. “Padahal pangan dalam jumlah besar tetap harus melalui pengolahan agar aman, bergizi, dan layak dikonsumsi. Karena itu kami menyarankan menggunakan istilah processed food atau pangan olahan yang tetap aman, bergizi, dan halal agar tidak menimbulkan keraguan dalam implementasi MBG,” tambahnya.

Prof. Sri juga menekankan bahwa penggunaan istilah yang kurang tepat berpotensi memunculkan stigma negatif terhadap teknologi pengolahan pangan dan menghambat pemahaman publik yang komprehensif. Ia mengingatkan bahwa teknologi pengolahan pangan merupakan bagian penting dari sistem pangan modern, terutama untuk menjamin distribusi pangan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat luas.

Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Dekan FTP UGM menyampaikan bahwa kolaborasi antara FTP UGM dan BGN merupakan bagian dari upaya akademik untuk meluruskan penggunaan istilah yang berkembang di masyarakat, khususnya terkait konsep ultra processed food. Ia menjelaskan bahwa dalam bidang teknologi pangan terdapat terminologi yang lebih relevan, yaitu pangan olahan yang aman, bergizi, halal, dan sehat. Menurutnya, istilah yang diadopsi dari luar tanpa penyesuaian konteks keilmuan nasional dapat menimbulkan miskonsepsi yang berdampak pada kebijakan maupun persepsi publik.

Ia juga menegaskan bahwa upaya pelurusan konsep ini telah dilakukan bahkan sebelum program MBG berjalan, sehingga bukan dimaksudkan untuk melegitimasi pangan tertentu, melainkan memastikan penggunaan istilah yang tepat secara ilmiah dan kontekstual. FTP UGM bahkan menyarankan agar istilah UPF tidak digunakan dalam kerangka kebijakan MBG karena berpotensi merancukan pemahaman antara pangan olahan secara umum dengan istilah yang memiliki konotasi negatif. Ia menekankan pentingnya kedaulatan keilmuan nasional dalam menggunakan istilah yang sesuai dengan prinsip pangan yang aman, bergizi, halal, dan sehat.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai sudut pandang ilmiah dan praktis. Para peserta menyoroti pentingnya pendekatan berbasis bukti ilmiah dalam menilai kualitas pangan, bukan sekadar berdasarkan istilah atau persepsi umum. Beberapa narasumber juga menekankan bahwa klasifikasi pangan perlu dipahami secara kritis dengan mempertimbangkan komposisi zat gizi, metode pengolahan, tujuan teknologi, serta konteks konsumsi masyarakat.

Selain itu, forum membahas pentingnya strategi komunikasi publik dalam kebijakan pangan nasional. Penggunaan istilah yang kurang tepat dikhawatirkan dapat memicu stigma terhadap teknologi pangan, menghambat inovasi industri nasional, serta memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap pangan olahan yang sebenarnya aman dan bergizi. Oleh karena itu, edukasi publik dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan literasi pangan masyarakat.

Dari sisi implementasi MBG, diskusi menyoroti kebutuhan standarisasi proses produksi pangan, pengawasan keamanan pangan, serta pelibatan pelaku industri dan UMKM lokal dalam penyediaan menu bergizi. Para peserta juga menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi pangan dengan prinsip kesehatan masyarakat agar program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di seluruh Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, hasil FGD akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi kebijakan dan policy brief sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pangan MBG berbasis sains. Rekomendasi awal mencakup penggunaan istilah pangan yang kontekstual dan berbasis keilmuan, penguatan edukasi publik mengenai pengolahan pangan, serta pengembangan standar kebijakan yang mendukung penyediaan pangan olahan yang aman, bergizi, halal, dan sehat.

Melalui kegiatan ini, FTP UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kebijakan pangan nasional berbasis riset dan keilmuan, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi dan pembuat kebijakan dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.

Serah Terima Jabatan Pengurus Departemen dan Program Studi FTP UGM Masa Jabatan 2026–2031

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Kamis, 8 Januari 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menyelenggarakan prosesi serah terima jabatan Pengurus Departemen dan Program Studi di lingkungan FTP UGM untuk masa jabatan 2026–2031 pada Rabu, 7 Januari 2026. Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di FTP UGM.

Acara pelantikan diawali dengan agenda resmi tingkat universitas yang dilaksanakan di lingkungan Universitas Gadjah Mada, kemudian dilanjutkan dengan prosesi internal FTP UGM di Auditorium Kamarijani Soenjoto. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, para dosen, pejabat departemen dan program studi, serta sivitas akademika FTP UGM.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pejabat masa bakti sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah membawa FTP UGM meraih berbagai capaian akademik dan institusional. Tidak hanya itu, dekan juga mengajak para pengurus baru untuk meneruskan dan memperkuat capaian tersebut melalui inovasi pendidikan, penelitian aplikatif, serta pengabdian kepada masyarakat yang memberi dampak luas.

Pelantikan ini mencakup jajaran Ketua Departemen dan Sekretaris Departemen, Ketua Program Studi Magister dan Doktor, serta Sekretaris Program Studi yang akan mengemban amanah untuk lima tahun ke depan. Dengan komposisi kepemimpinan baru yang kuat dan beragam, FTP UGM optimis mampu memperkuat kontribusinya dalam pengembangan teknologi pangan, teknik pertanian, dan bioindustri yang berkelanjutan.

Selaras dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam memajukan pembangunan berkelanjutan, pengurus baru FTP UGM diharapkan dapat memperkuat kiprah fakultas dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui kegiatan akademik dan inovasi riset unggulan, FTP UGM berperan aktif dalam mendorong tercapainya ketahanan pangan nasional (SDG 2), menyediakan pendidikan berkualitas dan pembelajaran sepanjang hayat (SDG 4), mengembangkan industri berbasis sains dan teknologi yang ramah lingkungan (SDG 9), serta mewujudkan sistem produksi pangan yang aman dan berkelanjutan (SDG 12). Selain itu, FTP UGM terus memperluas jejaring dan kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan institusi akademik nasional maupun internasional, sejalan dengan semangat kemitraan global dalam SDG 17.

Dengan semangat baru dan komitmen untuk berkontribusi bagi masyarakat, Fakultas Teknologi Pertanian UGM mengucapkan terima kasih kepada pengurus sebelumnya dan menyampaikan selamat mengemban amanah kepada jajaran pejabat baru masa jabatan 2026–2031. Semoga kepemimpinan yang lahir membawa keberlanjutan inovasi, kolaborasi, dan prestasi bagi FTP UGM, Indonesia, dan dunia.

FTP UGM Dorong Kesadaran Cegah Food Waste Melalui Edukasi di Lingkungan Fakultas

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 2: Tanpa Kelaparan Senin, 29 Desember 2025

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berkomitmen dalam mendukung upaya keberlanjutan dan ketahanan pangan melalui pelaksanaan edukasi mengenai food waste di lingkungan fakultas. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap isu pemborosan pangan yang berdampak pada lingkungan, ekonomi, dan keberlanjutan sumber daya.

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, FTP UGM melaksanakan kampanye edukasi food waste yang menyasar sivitas akademika, khususnya di lingkungan kantin FTP UGM sebagai salah satu pusat aktivitas konsumsi makanan. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengertian food waste, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah pemborosan makanan.

Materi edukasi yang disiapkan memuat informasi tentang dampak food waste, antara lain meningkatnya timbulan limbah, potensi krisis pangan, peningkatan emisi gas rumah kaca, serta kerusakan lingkungan. Selain itu, disampaikan pula berbagai cara pencegahan food waste yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti perencanaan konsumsi, penyimpanan makanan yang tepat, dan pengolahan sisa makanan.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen FTP UGM dalam membangun budaya sadar pangan di lingkungan kampus serta mendukung nilai-nilai keberlanjutan. Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan sivitas akademika FTP UGM dapat berperan aktif dalam mengurangi food waste dan menerapkan perilaku konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Ke depan, FTP UGM akan terus mengembangkan berbagai program edukatif dan kampanye yang mendukung pengelolaan pangan berkelanjutan di lingkungan fakultas.

Mahasiswa DPTHP Raih Juara 1 Student Track pada MAJU:ON Hackathon 2025

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 14: Ekosistem LautanSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Minggu, 9 November 2025

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membawa kabar menggembirakan. Dalam ajang MAJU:ON Hackathon 2025 yang berlangsung di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta pada 7–8 November 2025, tim Mycomarine berhasil meraih Juara 1 kategori Student Track. Kompetisi ini diselenggarakan oleh UD Impact dengan dukungan SK Innovation E&S Korea Selatan.

Tim Mycomarine terdiri atas mahasiswa lintas disiplin, di antaranya berasal dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Felicia Jeanete Adelyn dan Brilliant Christalia Anjani, Gerson Lewis dari Departemen Perikanan, dan Viena Kurniawan dari Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi. Keempatnya menjalani proses kompetisi dengan dukungan dan bimbingan dari Mohammad Genta Mahardhika, S.E., M.B.A.

Sebagai inti dari inovasi mereka, Mycomarine mengembangkan Seathera, sebuah kemasan ramah lingkungan berbahan limbah pertanian dan miselium jamur tiram. Produk ini ditujukan sebagai alternatif pengganti styrofoam bagi pelaku usaha ikan hias, khususnya dalam kebutuhan pengiriman. Dengan pendekatan berbasis bioteknologi dan keberlanjutan, Seathera hadir sebagai upaya meminimalkan limbah plastik sekaligus menyediakan solusi yang aman, fungsional, dan berdaya guna.

Perjalanan Mycomarine dalam kompetisi dimulai sejak pertengahan September 2025, ketika mereka mengirimkan konsep awal inovasi. Setelah melalui tahap kurasi, tim dinyatakan lolos dan mengikuti rangkaian pembinaan intensif yang mencakup sesi pendampingan, penyusunan pitch deck, latihan pitching, hingga pengembangan prototype. Setelah berhasil melewati seleksi internal UGM pada akhir Oktober, mereka kemudian melaju sebagai perwakilan universitas di tingkat nasional.

Dalam pengembangan Seathera, tantangan terbesar terletak pada proses pengolahan miselium jamur tiram yang membutuhkan kondisi lingkungan lembap dan stabil serta waktu pertumbuhan yang tidak singkat. Sensitivitas organisme ini membuat setiap tahapan menuntut ketelitian. Tidak jarang pertumbuhan miselium tidak sesuai harapan, sehingga tim harus mengulang proses dari awal. Melalui rangkaian trial and error tersebut, Mycomarine mengasah ketekunan, kesabaran, serta kemampuan berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah.

Lewat MAJU:ON Hackathon, tim memperoleh pengalaman berharga—mulai dari memperdalam pemahaman tentang inovasi berkelanjutan, membangun model bisnis dari nol, hingga melatih kemampuan pitching agar gagasan dapat tersampaikan secara kuat dan meyakinkan.

“Jangan takut untuk mulai mencoba dan berinovasi. Kadang ide terasa kecil atau belum sempurna, tetapi keberanian memulai adalah awal dari banyak kemungkinan. Tantangan akan selalu ada, namun dari sanalah kita belajar, tumbuh, dan menemukan arah baru,” ujar Felicia Jeanete Adelyn, salah satu anggota tim Mycomarine.

Keberhasilan Mycomarine dalam MAJU:ON Hackathon 2025 menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin dan ketekunan dalam proses dapat menghasilkan inovasi yang bermakna. Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen mahasiswa FTP UGM untuk menghadirkan solusi kreatif yang relevan bagi masyarakat dan lingkungan.

12345…20

Berita Terakhir

  • Pelatihan Kopi Terpadu
  • Pelatihan Produksi Soft Sourdough
  • Pelatihan Produksi Roti
  • Sertijab Ketua dan Sekretaris Senat FTP UGM Tandai Estafet Kepemimpinan Fakultas
  • Dosen FTP UGM Ikuti Konferensi Gastronomi dan Kuliner Hijau Indonesia 2026 di Solo

Berita UGM

  • UGM Dukung Pembentukan Satgas Penanganan Kenakalan Anak Usia Sekolah di DIY 2 Juli 2026
  • Menjaga Kekayaan Genetik Komoditas Rempah Nusantara  2 Juli 2026
  • Tim Peneliti UGM Tengah Kembangkan Produksi Benih Kedelai Lokal 1 Juli 2026
  • Bikin Camilan Anti Gangguan Kecemasan, Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional  1 Juli 2026
  • Kisah Fathan, Bantu Ibu Berjualan di Kantin Sekolah dan Wujudkan Mimpi Kuliah Gratis di UGM 1 Juli 2026

Agenda

  • 06Jul Pelatihan SDM (Tendik dan Dosen): The Power of Working with Emotional Intelligence and Creative Problem Solving
  • 28Jul Workshop Sustainable Workspace: “Menuju Kantor Minim Jejak Karbon”
  • 13Agu Srawung Desa
  • 22Agu Expo Beasiswa
  • 27Agu The 10th International Conference – Indonesian Society for Lactic Acid Bacteria and Gut Microbiota (ISLAB GM)
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju