• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
Arsip:

SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan

Srawung Desa 2026, Semai Karya dan Cipta Berdaya Bersama Masyarakat Gondoarum

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Sabtu, 15 Agustus 2026

Belajar dari masyarakat, mengenali potensi desa, hingga berbagi pengetahuan menjadi bagian dari semangat Dies Natalis ke-63 Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM). Semangat tersebut diwujudkan melalui Srawung Desa 2026 bertema “Semai Karya, Cipta Berdaya” yang berlangsung pada 13–15 Agustus 2026 di Dusun Gondoarum, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari FTP dan sejumlah fakultas lain di UGM dengan masyarakat Gondoarum dalam rangkaian aktivitas pemberdayaan, workshop, serta kegiatan sosial dan kebudayaan.

Ketua Dies Natalis FTP UGM 2026, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., mengatakan bahwa pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kepekaan sosial dan memahami bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. “Salah satu yang kami harapkan adik-adik (mahasiswa UGM) berproses. Apa yang diharapkan? Kita punya kepekaan yang cukup tinggi. Oh, ternyata bermasyarakat itu tidak hanya satu arah ya, saya punya ilmunya nih di kampus, tapi juga ga harus dalam mengkomunikasikan merasa lebih tahu. Bapak-bapak ibu-ibu yang di sini itu pengalamannya lebih luar biasa. Jadi, kita akan belajar banyak di sini.”

Pesan tersebut menjadi salah satu landasan Srawung Desa 2026. Mahasiswa tidak ditempatkan semata-mata sebagai pihak yang membawa pengetahuan dari kampus, tetapi juga sebagai pembelajar yang membuka diri terhadap pengalaman, pengetahuan, dan kehidupan masyarakat. Pertemuan dua arah tersebut diharapkan dapat membangun kepekaan sekaligus mendorong mahasiswa untuk melihat potensi dan persoalan desa dari perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Ketua BEM FTP UGM, Erlangga Adi Setiawan menyampaikan bahwa Srawung Desa merupakan kegiatan di bawah naungan Kementerian Pengembangan Desa Mitra. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk “srawung” atau berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekaligus menggali potensi yang dimiliki Padukuhan Gondoarum. “Tujuan kegiatan ini untuk ‘srawung’ dengan desa khususnya Padukuhan Gondoarum. Dan, nantinya kita akan coba untuk eksplor dan mencoba menginovasi apa keunggulan dari Gondoarum ini.” Ia menambahkan bahwa proses interaksi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengenalan terhadap kehidupan desa, tetapi berkembang menjadi proses belajar dan pemberdayaan bersama. “Kegiatan Srawung Desa menjadi tempat belajar bersama untuk berinteraksi, berinovasi, dan juga memberdayakan masyarakat desa.”

Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mempertemukan keilmuan mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui workshop yang melibatkan tiga departemen di FTP UGM. Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) memberikan materi pengolahan produk berbahan dasar pisang melalui praktik pembuatan brownies kering. Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIP) mengenalkan pemanfaatan kemasan ramah lingkungan, termasuk biofoam. Sementara itu, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB) memberikan materi mengenai pembuatan pupuk organik cair melalui rekayasa alat.

Dosen TPB FTP UGM, Dr. Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus mempertemukan kebutuhan tersebut dengan pengetahuan dan narasumber yang relevan. “Mungkin di sini (Padukuhan Gondoarum) ada kebutuhan-kebutuhan dari masyarakat terkait pengetahuan atau teknologi yang diperlukan. Di sini adik-adik (mahasiswa UGM) sudah mengklasifikasi, mempertemukan bapak-ibu di sini dengan narasumber-narasumber.”

Berbagai workshop tersebut dirancang secara interaktif agar masyarakat tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga dapat mengikuti proses praktik. Pendekatan ini sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dapat dikomunikasikan dan diterapkan sesuai dengan konteks serta kebutuhan masyarakat.

Proses belajar bersama juga berlangsung di luar sesi workshop. Para volunteer mengikuti aktivitas keseharian warga, termasuk berkebun dan pergi ke pasar. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat sekaligus memahami potensi lokal yang tidak selalu dapat ditemukan melalui kegiatan formal.

Nuansa kebersamaan semakin terasa melalui rangkaian kegiatan kebudayaan, seperti karawitan, malam puncak, dan jalan pagi bersama di lingkungan desa. Kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi yang lebih cair antara mahasiswa dan masyarakat sekaligus mempererat hubungan selama pelaksanaan Srawung Desa.

Srawung Desa 2026 melibatkan sekitar 25 warga Dusun Gondoarum, serta 29 panitia dan 24 volunteer yang berasal dari FTP maupun sejumlah fakultas lain di UGM. Keterlibatan lintas fakultas tersebut memperluas perspektif dalam kegiatan sekaligus menunjukkan bahwa proses pemberdayaan masyarakat dapat menjadi ruang kolaborasi berbagai bidang keilmuan.

Melalui tema “Semai Karya, Cipta Berdaya”, Srawung Desa 2026 menjadi salah satu bentuk nyata semangat Dies Natalis ke-63 FTP UGM dalam menghadirkan kebermanfaatan di tengah masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan, tetapi juga mengajarkan bahwa kebermanfaatan lahir dari kesediaan untuk mendengar, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat. Dari Gondoarum, mahasiswa dan masyarakat dipertemukan dalam proses yang sama: berbagi pengetahuan, menggali potensi, dan menciptakan keberdayaan bersama.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan penerapan pengetahuan di masyarakat, SDG 11: Sustainable Cities and Communities melalui penguatan potensi dan kehidupan komunitas desa, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam pengembangan desa.

FTP UGM dan Pemkot Semarang Perkuat Kolaborasi Kembangkan Urban Gastronomy Berbasis Riset

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Rabu, 5 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Semarang  melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Kontrak Kerja Sama Swakelola yang dilanjutkan dengan diskusi tindak lanjut Kajian Potensi Pengembangan Urban Gastronomy di Kota Semarang pada Rabu (5/8) di Operation Room FTP UGM. Kolaborasi ini menjadi langkah awal penyusunan kajian berbasis riset untuk memperkuat produk unggulan gastronomi Kota Semarang sebagai bagian dari strategi city branding dan pengembangan ekonomi kreatif.

Dalam diskusi, Kepala BRIDA Kota Semarang, Dr. Bagus Irawan, S.T., M.T., M.Eng. menyampaikan pengembangan gastronomi sebagai upaya strategis yang mendukung penguatan branding produk unggulan Kota Semarang dalam rangka akselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif. Selain itu,  Asdani Kindarto, S.Sos., M.Eng., Ph.D. sebagai kepala bidang penelitian dan pengembangan BRIDA Kota Semarang menekankan bahwa pengembangan gastronomi memerlukan pendekatan yang tidak hanya melihat produk kuliner, tetapi juga mengintegrasikan nilai budaya yang selama ini masih tersebar dalam berbagai narasi. Menurutnya, fondasi gastronomi yang kuat akan menjadi modal penting dalam membangun identitas kota.

“Diplomasi yang baik dimulai dari perut. Karena itu, penguatan fondasi kuliner akan mempermudah pencapaian city branding Kota Semarang,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Gastronomi Indonesia (GI) UGM, Bambang Dwi Wijatniko, S.T.P., M.Agr.Sc., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa pengembangan urban gastronomy memerlukan standar yang mampu menjaga identitas sekaligus kualitas produk kuliner daerah. Menurutnya, proses tersebut tidak berhenti pada inventarisasi makanan khas, tetapi juga mencakup aspek keamanan pangan, pemasaran, dan keberlanjutan produk.

“Standarisasi resep berfungsi sebagai penegas identitas produk. Di samping variasi resep, faktor utama yang wajib diperhatikan adalah sanitasi, branding, dan umur simpan (shelf life),” jelas Bambang.

Ia menambahkan bahwa salah satu syarat sebuah kota untuk memperoleh pengakuan sebagai UNESCO Creative City of Gastronomy adalah memiliki sedikitnya tiga produk kuliner unggulan, menyelenggarakan seminar secara berkala, serta menyusun laporan tahunan mengenai pengembangan produk dan kegiatan gastronomi. Menurutnya, kegiatan seperti seminar dan masterclass menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem gastronomi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Dekan FTP UGM, menyampaikan bahwa kajian yang akan dilakukan tidak hanya berorientasi pada identifikasi potensi kuliner, tetapi juga menghasilkan rekomendasi ilmiah yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam menyusun strategi pengembangan gastronomi. Kajian tersebut akan berfokus pada co-creation value dan kondisi eksisting, keragaman kuliner sebagai identitas daerah, serta sejarah dan akulturasi budaya yang membentuk kekayaan kuliner Kota Semarang.

Masukan terhadap pendekatan penelitian juga disampaikan oleh Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc., yang menilai pentingnya penyusunan instrumen survei yang komprehensif serta penggunaan metode analisis yang sesuai untuk mengolah data pada skala makro. Selain itu, dokumentasi kuliner yang terstruktur dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat identitas gastronomi daerah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan kuliner lokal.

Melalui kerja sama ini, FTP UGM bersama BRIDA dan Bappeda Kota Semarang berharap dapat menghasilkan kajian yang tidak hanya memperkuat identitas kuliner Kota Semarang, tetapi juga menjadi dasar penyusunan kebijakan berbasis riset dalam pengembangan urban gastronomy. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan daya saing daerah melalui pelestarian warisan kuliner, penguatan ekonomi kreatif, serta pengembangan jejaring gastronomi di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11: Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan identitas kota berbasis warisan kuliner, SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis gastronomi, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghasilkan kebijakan berbasis riset.

Pemanfaatan Timbangan Sampah Berbasis IoT Perkuat Pengelolaan Limbah di FTP UGM

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Senin, 27 Juli 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan sosialisasi penggunaan timbangan sampah berbasis Internet of Things (IoT) pada Senin (27/7) di Ruang 102 FTP UGM. Kegiatan ini diikuti oleh Tim Satuan Tugas Pengelolaan Sampah, Tim Kerja Bidang Administrasi, Keuangan, dan Umum, Tim Aset, serta Tim Cleaning Service FTP UGM. Melalui sosialisasi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai mekanisme penimbangan sampah berbasis IoT untuk mendukung pengelolaan limbah yang lebih akurat, terdokumentasi, dan berbasis data.

Sosialisasi menghadirkan Ir. Yakub Fahim Luckyarno, S.T., M.Eng., Ph.D., Yasir Abdulaziz, Muhammad Irfan Abdillah, dan Alif Hikmah Kumara Zhali sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa sistem timbangan IoT memungkinkan pencatatan timbulan sampah secara real time melalui dua kategori utama, yaitu sampah masuk dan sampah keluar. Sampah masuk merupakan seluruh sampah yang dihasilkan di lingkungan FTP UGM, sedangkan sampah keluar merupakan sampah yang telah dikirim ke fasilitas pengolahan di luar fakultas.

Salah satu narasumber, Alif Hikmah Kumara Zhali, menjelaskan bahwa pencatatan kedua kategori tersebut penting agar data timbulan sampah yang tercatat sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Kalau memang ada sampah yang dihasilkan di FTP, maka harus dicatat sebagai sampah masuk terlebih dahulu. Jika kemudian sampah tersebut dibawa ke fasilitas pengolahan di luar FTP, barulah dicatat sebagai sampah keluar. Dengan begitu, data timbulan sampah akan sesuai dengan kondisi sebenarnya,” jelas Alif.

Selain mekanisme pencatatan, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai prosedur penimbangan yang benar untuk menghasilkan data yang akurat. Posisi sampah harus berada tepat di tengah timbangan dengan permukaan yang datar agar hasil penimbangan tidak mengalami penyimpangan. Standar operasional tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas data yang dihasilkan oleh sistem.

Alif menambahkan bahwa seluruh data hasil penimbangan akan terhubung secara otomatis ke server universitas sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan pengelolaan sampah.

“Nanti datanya langsung masuk ke server pusat UGM. Selanjutnya data tersebut dianalisis sebagai dasar penyusunan kebijakan maupun evaluasi pengelolaan sampah di lingkungan kampus,” ujarnya.

Penerapan timbangan sampah berbasis IoT di FTP UGM diharapkan mampu meningkatkan akurasi pencatatan timbulan sampah sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui pemanfaatan teknologi digital, fakultas terus berupaya memperkuat sistem pengelolaan lingkungan berbasis data sebagai bagian dari komitmen mewujudkan kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11: Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan sistem pengelolaan sampah di lingkungan kampus, SDG 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan limbah yang lebih efektif, serta SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things dalam mendukung tata kelola lingkungan yang lebih modern.

FTP UGM Tingkatkan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat melalui Pelatihan Penggunaan Pompa Hydrant

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan Berkualitas Jumat, 24 Juli 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Penggunaan Pompa Hydrant pada Jumat (24/7) di Gedung Pascasarjana FTP UGM. Kegiatan yang menghadirkan PT Tiga Mas sebagai narasumber ini diikuti oleh Tim Kantor Keamanan, Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K5L) FTP UGM, Tim Aset, serta petugas cleaning service. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan sivitas pendukung dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya potensi kebakaran di lingkungan fakultas.

Pelatihan difokuskan pada pengenalan sistem hydrant yang tersedia di Gedung Pascasarjana FTP UGM serta tata cara pengoperasian pompa hydrant secara benar dan aman. Peserta memperoleh pemahaman mengenai fungsi setiap komponen sistem hydrant, prosedur pengaktifan pompa, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik penggunaan pompa hydrant secara langsung dengan didampingi narasumber. Melalui simulasi tersebut, peserta berkesempatan mempraktikkan prosedur pengoperasian peralatan sehingga lebih siap merespons apabila terjadi situasi darurat yang memerlukan penanganan awal kebakaran.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya FTP UGM dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan kampus. Peningkatan kapasitas personel yang terlibat dalam pengelolaan gedung dan fasilitas diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, sekaligus meminimalkan risiko apabila terjadi keadaan darurat.

Melalui kegiatan ini, FTP UGM menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja melalui edukasi serta pelatihan yang berkelanjutan bagi tenaga kependidikan dan personel pendukung sebagai bagian dari pengelolaan fasilitas kampus yang andal.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan budaya keselamatan kerja, SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta SDG 11: Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana di lingkungan kampus.

Ubah Limbah Jadi Berkah: Dosen FTP UGM Dampingi Warga Samigaluh Olah Potensi Lokal Jadi Pupuk Organik

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau Kamis, 23 April 2026

Empat dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), yaitu Dr. Wagiman, S.T.P., M.Si.; Dr. Ir. Makhmudun Ainuri, M.Si.; Nafis Rizkullah Azimi, S.T.P., M.S.; dan Arita Dewi Nugrahini, S.T.P., M.T., Ph.D., melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Samigaluh, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 23 April 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Laboratorium Reka Industri dan Pengendalian Produk Samping, Departemen Teknologi Industri Pertanian FTP UGM ini menghadirkan keempat dosen sebagai peserta dalam program pendampingan masyarakat.

Bagi warga Samigaluh, potensi lokal yang selama ini mungkin dianggap sekadar limbah, ternyata menyimpan nilai ekonomi yang belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Melalui kegiatan “Pendampingan Perencanaan Proses Produksi Pupuk Organik”, tim dosen FTP UGM mengajak masyarakat setempat untuk melihat kembali bahan-bahan di sekitar mereka dengan cara pandang yang berbeda bukan sebagai sisa yang tidak berguna, melainkan sebagai bahan baku yang dapat diolah menjadi pupuk organik bernilai jual.

Pendampingan ini tidak berhenti pada teori semata, tetapi turun langsung membimbing masyarakat merencanakan proses produksi secara bertahap, mulai dari pemilihan bahan baku hingga tahapan pengolahan yang tepat. Harapannya, program ini dapat menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang pada akhirnya turut mendorong kesejahteraan warga Samigaluh.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 7 Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 9 Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 11 Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

123…5

Berita Terakhir

  • Didi Widjanarko: Lulusan Teknologi Pertanian Harus Siap Beradaptasi di Era Digital
  • Srawung Desa 2026, Semai Karya dan Cipta Berdaya Bersama Masyarakat Gondoarum
  • ParagonCorp MT 2027
  • Tepat di Hari UMKM Nasional, 30 Pelaku Usaha Ramaikan Workshop Nasional UMKM
  • PIONIR Agrophoria 2026 Ditutup, Agrotech Muda Siap Menapaki Dunia Perguruan Tinggi

Berita UGM

  • Rektor UGM Ajak Lulusan Jadi Pribadi Berkarakter dan Berdampak 20 Agustus 2026
  • Remaja Aktif, Generasi Sehat 20 Agustus 2026
  • Sentuhan Teknologi KKN UGM, Ubah Air Lereng Merbabu Jadi Layak Minum 20 Agustus 2026
  • Menembus Perut Bumi, Mapagama Jelajahi Kedalaman 110 Meter Gua Karst Maros 20 Agustus 2026
  • Pendataan Kesejahteraan, Pemerintah Perlu Buka Variabel Desil dan Sediakan Kanal Sanggah 20 Agustus 2026

Agenda

  • 22Agu Expo Beasiswa
  • 27Agu The 10th International Conference – Indonesian Society for Lactic Acid Bacteria and Gut Microbiota (ISLAB GM)
  • 27Agu Expo Produk Unggulan FTP UGM
  • 30Agu TraktoRun 2026
  • 06Sep Agropreneur Business Plan Competition 2026
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju