Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan diskusi finalisasi penyusunan Double Degree Agreement dengan Faculty of Agriculture Yamagata University, pada 12 Desember 2024. Diskusi ini dihadiri oleh perwakilan Yamagata University, Prof. Dr. Keitaro Tawaraya, dan perwakilan dari FTP UGM. Kegiatan tersebut bertujuan untuk merumuskan rancangan program Double Degree S2 yang ditargetkan selesai pada Januari 2025 dan ditandatangani pada triwulan pertama tahun 2025.
Diskusi diawali dengan sambutan dari Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., yang menyampaikan apresiasi atas perkembangan kerja sama tersebut. Beliau berharap program Double Degree ini dapat segera berjalan untuk mendukung kualitas pendidikan internasional di FTP UGM. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Keitaro Tawaraya menekankan pentingnya penyelesaian dokumen perjanjian dalam waktu yang telah ditetapkan agar program dapat segera diimplementasikan.
Hadir dalam diskusi ini beberapa pimpinan dan dosen FTP UGM, termasuk Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P., serta ketua dan sekretaris departemen terkait. Diskusi membahas berbagai aspek teknis, seperti penyesuaian persyaratan peserta program fast track, pengaturan dosen pembimbing, perubahan kurikulum baru, penyusunan tesis, dan penyesuaian jumlah SKS sesuai regulasi terbaru di Indonesia.
Program Double Degree ini diharapkan dapat mendukung tercapainya beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses pendidikan tinggi berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperkuat kerja sama internasional antara FTP UGM dan Yamagata University.
Penandatanganan MoU ini memperkuat kemitraan antara FTP UGM dan YESSA, dengan tujuan utama menciptakan agrotourism berbasis zero waste di Desa Sambak. Tim dari FTP UGM yang dipimpin oleh Prof. Lilik Soetiarso memaparkan capaian program selama dua tahun terakhir, menunjukkan kemajuan yang signifikan berkat sinergi antar-pemangku kepentingan. Hiroyasu Yukino, Senior Officer dari YESSA, menyampaikan kebanggaannya atas perkembangan Desa Sambak yang telah menjadi salah satu desa Proklim (Program Kampung Iklim) di Indonesia.
Tim Copowerment diketuai oleh Muhammad Haris Yulianto (Teknik Pertanian 2020) dengan anggota Hanif Nur Wahid (Teknik Pertanian 2021), Eva Yuniar Reza Permana Putri (Biologi 2021), Salsabila Khoirunnisa (Politik dan Pemerintahan 2021), dan Mahira Ghina Mumtaza (Geofisika 2022). Tim ini didampingi oleh Siti Mariyam, S.T.P., M.Sc., dosen Teknik Pertanian sekaligus menjadi dosen pendamping.