Tim dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan survei lapangan dan diskusi teknis dalam rangka rencana implementasi Sistem Pengelolaan Irigasi (SIPASI) di Daerah Irigasi (DI) Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 23 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo, M.Eng.; Muhamad Khoiru Zaki, S.P., M.P., Ph.D.; Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., Ph.D.; Hanggar Ganara Mawandha, S.T., M.Eng., Ph.D.; serta Ardan Wiratmoko, S.T.P., M.Sc. sebagai narasumber. Agenda ini merupakan kolaborasi antara Pusat Kajian Modernisasi Irigasi dan Pertanian (PKMIP) FTP UGM dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian dalam mendukung penguatan sistem irigasi berbasis data.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Nanggala ini difokuskan pada observasi langsung kondisi jaringan irigasi serta sistem operasional yang berjalan di lapangan. Tim melakukan identifikasi terhadap berbagai aspek teknis, termasuk distribusi air, kondisi infrastruktur, serta pola pengelolaan irigasi yang diterapkan oleh pemangku kepentingan setempat. Selain itu, dilakukan pula diskusi intensif bersama pihak BBWS C3 guna menyelaraskan kebutuhan teknis dan strategi implementasi SIPASI agar sesuai dengan karakteristik wilayah.
Melalui pendekatan berbasis teknologi, SIPASI dirancang sebagai sistem pengelolaan irigasi modern yang mengintegrasikan monitoring tinggi muka air dan debit secara real-time menggunakan sensor. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi pengambilan keputusan dalam pengelolaan air, sekaligus mendorong transparansi dan responsivitas dalam operasional jaringan irigasi. Implementasi SIPASI juga menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan perubahan iklim yang berdampak pada ketersediaan dan distribusi sumber daya air untuk sektor pertanian.
Kegiatan ini menegaskan peran FTP UGM dalam mendukung transformasi sistem pertanian yang berkelanjutan melalui inovasi teknologi dan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara perguruan tinggi dan institusi pemerintah menjadi kunci dalam mempercepat adopsi sistem irigasi modern yang adaptif terhadap dinamika lingkungan dan kebutuhan petani di lapangan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas pertanian, SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan sistem irigasi berbasis teknologi, SDG 13 (Climate Action) melalui adaptasi terhadap perubahan iklim, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara FTP UGM dan mitra pemerintah.
Dalam diskusi program double degree, kedua institusi membahas skema umum pelaksanaan program, mekanisme mobilitas mahasiswa, serta prinsip penyelarasan akademik yang mendukung kelancaran studi lintas negara. Pembahasan difokuskan pada perancangan alur studi yang fleksibel dan adaptif guna memastikan mahasiswa dapat menjalani proses akademik dan penelitian secara optimal di kedua universitas mitra.
Acara pelantikan diawali dengan agenda resmi tingkat universitas yang dilaksanakan di lingkungan Universitas Gadjah Mada, kemudian dilanjutkan dengan prosesi internal FTP UGM di Auditorium Kamarijani Soenjoto. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, para dosen, pejabat departemen dan program studi, serta sivitas akademika FTP UGM.
Pada sesi pemaparan materi, Bambang Dwi Wijatniko, S.T.P., M.Agr.Sc., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua PUI-PT Gastronomi Indonesia menjelaskan bahwa PUI-PT Gastronomi Indonesia lahir dari Pusat Kajian Gastronomi Indonesia yang dibentuk sejak tahun 2020 sebagai bentuk keprihatinan sekaligus perhatian terhadap kekayaan sejarah, budaya, dan filosofi gastronomi Indonesia. PUI-PT Gastronomi Indonesia dikembangkan sebagai center of excellence untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat nasional dan internasional. Dalam kesempatan tersebut disampaikan roadmap, capaian kinerja, serta berbagai produk unggulan, termasuk Seri Pusaka Cita Rasa Indonesia yang telah diterbitkan dalam 16 buku, produk hilirisasi riset pangan fungsional berbasis kearifan lokal seperti olahan porang, serta kerja sama dengan berbagai mitra nasional dan internasional.
Narasumber ketiga, Chef Wira Hardiansyah, memaparkan peran chef dalam membangun identitas pusat gastronomi. Ia menjelaskan bahwa chef tidak hanya berperan dalam penciptaan menu, tetapi juga dalam promosi makanan daerah, pengelolaan bahan pangan lokal, serta menghadapi tantangan pasar dan ketersediaan bahan baku, khususnya bagi UMKM dan industri.