• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur
  • (Page 2)
Arsip:

SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

FTP UGM dan Pertamina Kembangkan Drilling Starch Berbasis Sagu untuk Dukung Industri Energi Berkelanjutan

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 7: Energi Bersih dan TerjangkauSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Selasa, 23 Juni 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama PT Pertamina (Persero) resmi memulai kolaborasi riset pengembangan high-temperature drilling starch berbasis pati sagu melalui penandatanganan kontrak dan kick-off kerja sama penelitian pada Senin (22/6) di Operation Room FTP UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh Vice President Technology Innovation Upstream & Low Carbon PT Pertamina (Persero), Dr. Ali Sundja, perwakilan PT Pertamina dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta pimpinan FTP UGM sebagai langkah awal pengembangan material pengeboran yang lebih ramah lingkungan dan berbasis sumber daya lokal.

Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat riset berdampak melalui sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan lembaga penelitian. Menurutnya, pengembangan biodegradable drilling additive membuka peluang pemanfaatan berbagai komoditas pertanian Indonesia, termasuk porang dan sagu, sebagai material fungsional yang mendukung kebutuhan industri energi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

“Penelitian saat ini didorong agar mampu memberikan dampak nyata bagi industri dan masyarakat. Kolaborasi seperti ini menjadi kesempatan untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan,” ungkap Prof. Eni.

Dalam kesempatan tersebut, tim peneliti memaparkan rencana pengembangan drilling starch berbasis pati sagu yang dimodifikasi secara kimia sebagai fluid loss reducer untuk aktivitas pengeboran pada temperatur tinggi. Penelitian akan dilaksanakan selama 12 bulan dengan fokus pada karakterisasi bahan baku, optimasi proses modifikasi, karakterisasi produk, pengujian formulasi lumpur pengeboran, hingga analisis nilai tambah sebagai dasar pengembangan menuju skala industri.

Peneliti dari BRIN, Yanuar Sigit Pramana, menjelaskan bahwa Indonesia merupakan produsen sekitar 85 persen sagu dunia, namun pemanfaatannya masih belum optimal karena memiliki stabilitas termal yang relatif rendah. Melalui penelitian ini, pati sagu diharapkan dapat ditingkatkan dari komoditas alami menjadi material fungsional bernilai tambah yang mampu memenuhi kebutuhan industri pengeboran dalam negeri.

Selain mendukung kebutuhan industri energi, pengembangan drilling starch berbasis pati sagu juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan impor, meningkatkan daya saing industri nasional, memperluas pemanfaatan komoditas sagu pada sektor nonpangan, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi petani dan pelaku usaha di daerah penghasil sagu.

Kolaborasi antara FTP UGM, PT Pertamina (Persero), dan BRIN menjadi wujud penguatan ekosistem riset triple helix yang menghubungkan perguruan tinggi, industri, dan lembaga penelitian dalam menghasilkan inovasi yang siap dihilirisasikan. Melalui sinergi ini, hasil penelitian diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi kebutuhan industri energi nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi berbasis sumber daya lokal, SDG 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan komoditas sagu menjadi produk bernilai tambah, SDG 7: Affordable and Clean Energy (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui inovasi material pendukung industri energi yang lebih ramah lingkungan, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi, industri, dan lembaga penelitian.

SmartAgri UGM Tampilkan Inovasi Smart UAV Technology pada BRIN Exhibition on Smart Technology (BEST) 2026

Rilis BeritaSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 15: Ekosistem DaratanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Rabu, 10 Juni 2026

Smart Agriculture Research Center (SmartAgri) Universitas Gadjah Mada turut berpartisipasi dalam BRIN Exhibition on Smart Technology (BEST) 2026 yang diselenggarakan oleh Research Center for Smart Mechatronics, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bekerja sama dengan COVA Indonesia dan Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta. Kegiatan berlangsung pada 9 Juni 2026 di The Trans Luxury Hotel, Bandung.

Pada ajang tersebut, SmartAgri UGM menampilkan inovasi bertajuk “Smart UAV Technology: Remote Sensing for Precision Agriculture”, sebuah teknologi pemantauan pertanian presisi berbasis UAV (Unmanned Aerial Vehicle), penginderaan jauh (remote sensing), dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Tim SmartAgri yang berpartisipasi terdiri atas Mutiara Alifia Ramadhanty sebagai ketua tim dan Fahmi Arsyad, S.T.P. sebagai anggota tim, di bawah supervisi Ardan Wiratmoko, S.T.P., M.Sc. Inovasi yang dipamerkan merupakan hasil pengembangan riset di lingkungan Smart Agriculture Research Center, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada.

Teknologi Smart UAV ini dikembangkan untuk mendukung sistem pertanian presisi melalui pemanfaatan UAV dan teknologi penginderaan jauh yang mampu memantau kondisi tanaman secara lebih cepat dan akurat. Sistem ini juga dapat membantu mendeteksi indikasi stres tanaman yang sulit diamati secara visual serta memantau area budidaya dalam cakupan luas secara efisien.

Dalam pameran BEST 2026, tim SmartAgri menampilkan berbagai pengembangan teknologi berbasis UAV dan AI yang telah diterapkan pada sejumlah komoditas pertanian, mulai dari pemantauan kesehatan tanaman, analisis kondisi lahan, hingga sistem pendukung pengambilan keputusan berbasis data. Kehadiran inovasi tersebut menunjukkan potensi besar teknologi digital dalam mendukung sistem pertanian yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.

Selain menjadi sarana diseminasi hasil penelitian, partisipasi dalam BEST 2026 juga membuka peluang kolaborasi dan jejaring dengan peneliti, akademisi, praktisi industri, serta berbagai pemangku kepentingan dari institusi nasional maupun internasional. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada dan BRIN dalam pengembangan teknologi penginderaan jauh berbasis UAV untuk mendukung transformasi sektor pertanian menuju era digital.

BEST 2026 sendiri mengusung tema “Where Technology Meets Sustainability” yang menekankan integrasi teknologi maju dengan prinsip keberlanjutan sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui inovasi yang ditampilkan, SmartAgri UGM turut mendukung pencapaian SDG 2 Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), SDG 9 Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), SDG 13 Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 15 Life on Land (Ekosistem Daratan).

Dosen FTP UGM Berikan Bimtek Peningkatan Mutu Produk Hortikultura Olahan di Sleman

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 6: Air Bersih dan Sanitasi LayakSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Selasa, 9 Juni 2026

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Dr. Zaki Utama, S.T.P., M.P., menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Mutu Produk Berlabel Produk Hortikultura yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan pada 9 Juni 2026 di Aula Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Zaki Utama menyampaikan materi bertajuk “Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan Pengendalian Mutu Produk Hortikultura Olahan”. Materi ini membahas pentingnya penerapan standar produksi pangan yang baik guna menghasilkan produk pangan olahan yang aman, layak, dan bermutu.

Kegiatan bimbingan teknis ini diikuti oleh para pelaku usaha olahan pangan, khususnya produk hortikultura, di wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan diselenggarakan dalam rangka Sub-Kegiatan Pengawasan Penggunaan Sarana Pengolahan Hasil Hortikultura.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan terkait proses produksi pangan olahan yang sesuai standar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya persiapan sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) serta peningkatan daya saing produk hortikultura olahan di Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 6 tentang air bersih dan sanitasi layak, tujuan 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, serta tujuan 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

FTP UGM Gelar Summer School bersama NUS dan FH Upper Austria

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Rabu, 3 Juni 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama The Logistics Institute – Asia Pacific National University of Singapore (TLIAP-NUS) dan School of Business and Management, University of Applied Sciences Upper Austria resmi membuka program Summer School Global Logistics and Supply Chain Management 2026 pada Senin (2/6) di Operation Room Lantai 2 Gedung Baru FTP UGM. Program internasional ini akan berlangsung selama dua minggu hingga 12 Juni 2026.

Sebanyak 36 mahasiswa dari tiga institusi turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, terdiri dari 16 mahasiswa National University of Singapore (NUS), 10 mahasiswa FH Upper Austria, dan 10 mahasiswa FTP UGM.

Kegiatan summer school menjadi bentuk kolaborasi akademik lintas negara yang menghadirkan perspektif global dalam bidang logistik dan manajemen rantai pasok. Program ini melibatkan dosen, praktisi, dan peserta dari berbagai institusi untuk berdiskusi mengenai tantangan logistik global, perdagangan internasional, hingga keberlanjutan industri dan sistem pangan.

Dalam sambutannya, Dekan FTP UGM Prof. Eni Harmayani menyampaikan bahwa kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya dalam menghadapi tantangan global di bidang logistik, rantai pasok, dan sistem pangan.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi di Asia dan Eropa seperti ini menjadi kesempatan penting untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring akademik dan profesional bagi mahasiswa maupun dosen,” ujarnya.

Executive Director of The Logistics Institute Asia Pacific NUS, Dr. Robert de Souza, menekankan bahwa isu logistik dan supply chain management saat ini semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas negara dan lintas disiplin.

Sementara itu, perwakilan University of Applied Sciences Upper Austria menyampaikan bahwa program summer school ini menjadi ruang pertukaran pengalaman dan praktik terbaik antara institusi pendidikan tinggi dalam menjawab tantangan industri global.

Selain kuliah pakar dan diskusi interaktif, peserta juga akan mengikuti studi kasus lapangan dan berbagai kegiatan kolaboratif yang dirancang untuk mengintegrasikan perspektif akademik dan industri secara langsung.

Opening ceremony dihadiri oleh Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc.; Kepala Office of International Affairs (OIA) UGM, Dr. Tyas Ikhsan Hikmawan; Executive Director of The Logistics Institute Asia Pacific National University of Singapore, Dr. Robert de Souza; serta perwakilan University of Applied Sciences Upper Austria, FH-Prof. DI. Dr. Franz Staberhofer dan.

Melalui program ini, FTP UGM berharap kolaborasi internasional di bidang logistik dan manajemen rantai pasok dapat terus berkembang sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan industri global yang semakin dinamis.

Guru Besar FTP UGM Prof. Affan Fajar Falah Usung Inovasi Agroindustri Berkelanjutan

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Rabu, 3 Juni 2026

Inovasi teknologi menjadi kunci dalam membangun sistem agroindustri yang mampu menjawab tantangan pangan global. Gagasan tersebut disampaikan Prof. Dr. Mohammad Affan Fajar Falah, S.TP., M.Agr., dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), saat dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Sistem Kualitas dalam Agroindustri pada Selasa (2/6) di Balai Senat UGM. Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul Pengembangan Kualitas Produk Segar dan Bahan Sisa dalam Mendukung Sistem Agroindustri yang Berkelanjutan, Prof. Affan menyoroti pentingnya transformasi sistem agroindustri melalui pemanfaatan teknologi modern dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Menurut Prof. Affan, agroindustri tidak hanya berperan dalam mengolah hasil pertanian, tetapi juga menghubungkan seluruh rantai pasok, mulai dari budidaya hingga produk diterima konsumen. Oleh karena itu, keberlanjutan harus menjadi landasan dalam setiap proses agar sistem pangan mampu menjawab tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan meningkatnya kebutuhan pangan dunia. “Sistem agroindustri yang berkelanjutan menjadi bagian penting untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjawab tantangan pembangunan di masa depan,” ujarnya.

Salah satu pendekatan yang dinilai mampu menjawab tantangan tersebut adalah controlled environment agriculture, yakni sistem budidaya menggunakan greenhouse maupun plant factory yang memungkinkan lingkungan tumbuh tanaman dikendalikan sesuai kebutuhan. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil pertanian dengan penggunaan air, energi, dan lahan yang lebih efisien. “Kita membutuhkan sistem produksi yang mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas dalam jumlah cukup dan tersedia secara berkelanjutan meskipun menghadapi perubahan cuaca maupun iklim,” jelas Prof. Affan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perkembangan pertanian modern kini semakin didukung oleh pemanfaatan sensor, sistem digital, dan kecerdasan buatan melalui konsep Speaking Plant Approach. Pendekatan tersebut memungkinkan kondisi fisiologis tanaman dipantau secara real-time sehingga kebutuhan tanaman dapat direspons secara otomatis untuk menghasilkan budidaya yang lebih presisi. “Melalui sensor dan sistem digital, tanaman seolah dapat menyampaikan kebutuhannya sehingga pengelolaan budidaya menjadi lebih tepat, efisien, dan sesuai dengan kondisi tanaman itu sendiri,” ungkapnya.

Selain meningkatkan kualitas produk segar, Prof. Affan juga menekankan pentingnya mengoptimalkan bahan sisa agroindustri sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular. Berbagai residu hasil pertanian, seperti kopi, kakao, sagu, hingga tandan kosong kelapa sawit, menurutnya masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kemasan ramah lingkungan, pupuk organik, pakan ternak, maupun sumber energi alternatif. “Transformasi bahan sisa menjadi produk yang lebih bernilai merupakan bagian dari strategi untuk membangun agroindustri yang semakin berkelanjutan,” tuturnya.

Melalui pengembangan teknologi produksi modern dan optimalisasi pemanfaatan bahan sisa agroindustri, Prof. Affan berharap sistem agroindustri Indonesia semakin adaptif terhadap tantangan global sekaligus mampu memperkuat ketahanan pangan nasional. Pengukuhan ini juga menegaskan komitmen FTP UGM dalam menghasilkan inovasi yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan sistem pangan berkelanjutan, SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi agroindustri, SDG 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan bahan sisa agroindustri dalam konsep ekonomi sirkular, serta SDG 13: Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengembangan sistem produksi pertanian yang lebih efisien dan adaptif terhadap perubahan iklim.

1234…25

Berita Terakhir

  • PIONIR Agrophoria 2026 Ditutup, Agrotech Muda Siap Menapaki Dunia Perguruan Tinggi
  • PIONIR Agrophoria 2026 Tanamkan Semangat Agroteknologi untuk Wujudkan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan
  • FTP UGM dan Pemkot Semarang Perkuat Kolaborasi Kembangkan Urban Gastronomy Berbasis Riset
  • FTP UGM Sambut 338 Mahasiswa Baru, Perkuat Sinergi Bersama Orang Tua untuk Dukung Keberhasilan Studi
  • ASEAN Cultural Exchange Programme Pertemukan Mahasiswa UPM, Malaysia, dengan FTP UGM

Berita UGM

  • Luka yang Tak Terlihat, Pola Pengasuhan Kasar Mengubah Struktur Otak Anak 11 Agustus 2026
  • Pengembangan Energi Nasional Hadapi Tantangan Besar, Pakar UGM Diajak Buat Terobosan 11 Agustus 2026
  • Dorong Ketahanan Cadangan Mineral, Guru Besar UGM Tegaskan Pengelolaan Lintas Generasi 11 Agustus 2026
  • Festival Budaya Suar Rote Warnai Penutupan KKN-PPM UGM di Pulau Rote  11 Agustus 2026
  • Bahas Peluang PLTN, UGM dan Kementerian ESDM Garap Kerja Sama Strategis 11 Agustus 2026

Agenda

  • 12Agu Workshop Nasional UMKM 2026
  • 13Agu Srawung Desa
  • 22Agu Expo Beasiswa
  • 27Agu The 10th International Conference – Indonesian Society for Lactic Acid Bacteria and Gut Microbiota (ISLAB GM)
  • 27Agu Expo Produk Unggulan FTP UGM
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju