Muhammad Prasetya Kurniawan, dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, menjadi narasumber dalam webinar series bertajuk “Manajemen Data Material dan Energi untuk Strategi Penghematan, Mitigasi, dan Pelaporan LCA dan Emisi Karbon” yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia (APRI) pada 30 Mei 2026 secara daring.
Dalam webinar tersebut, Muhammad Prasetya Kurniawan memaparkan pentingnya pengelolaan data material dan energi sebagai dasar penyusunan strategi efisiensi sumber daya, mitigasi dampak lingkungan, serta pelaporan Life Cycle Assessment (LCA) dan emisi karbon. Pengelolaan data yang akurat menjadi faktor penting dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti sekaligus meningkatkan kinerja keberlanjutan industri.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas peserta dalam melakukan pendataan material dan energi serta memahami strategi analisis data untuk pelaporan LCA dan emisi karbon. Melalui pemahaman tersebut, pelaku industri diharapkan mampu mengidentifikasi peluang penghematan sumber daya, menekan emisi karbon, dan meningkatkan efisiensi proses produksi secara berkelanjutan.
Webinar ini juga menjadi wadah diseminasi pengetahuan mengenai penerapan konsep keberlanjutan di sektor industri melalui kolaborasi antara akademisi dan asosiasi industri. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong implementasi praktik pengelolaan material dan energi yang lebih efektif serta mendukung penyusunan pelaporan lingkungan yang kredibel.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas, tujuan 7 tentang energi bersih dan terjangkau, tujuan 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, tujuan 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta tujuan 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Dalam forum tersebut, Dr. Andika Sidar menyampaikan materi berjudul “Transforming Lignocellulosic Waste into Bioenergy”. Paparan ini mengulas pemanfaatan limbah lignoselulosa dari sektor agroindustri sebagai sumber bioenergi berkelanjutan melalui pendekatan bioteknologi. Materi tersebut menyoroti potensi pengolahan limbah menjadi energi bersih sebagai bagian dari sistem produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Pelaksanaan lomba berlangsung meriah di lingkungan FTP UGM, dengan menghadirkan juri yang kompeten di bidang pertanian dan teknologi. Dewan juri terdiri dari Blasius Popylus, S.I.P., M.H.I., dari Agrinas Pangan Nusantara; Prof. Dr. Ir. Nursigit Bintoro, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM; serta Dr. Ir. Andreas Wahyu K., M.Eng., dari Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) dan Institut Pertanian Stiper (Instiper). Kehadiran para pakar ini diharapkan dapat memberikan penilaian yang objektif sekaligus mendorong mahasiswa untuk semakin inovatif dalam menciptakan solusi teknologi pertanian.
Inovasi yang ditawarkan oleh tim PKM-K adalah STIVALUTION yaitu produk bahan bakar industri yang ramah lingkungan berbentuk biopelet dengan bahan baku sampah plastik kategori Low Density Polyethylene (LDPE) dan sekam padi. Penggunaan kedua bahan baku ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang menumpuk di Indonesia, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta serta sekam padi yang jarang dimanfaatkan. “Kami memanfaatkan sampah plastik LDPE seperti kantong plastik dan sekam padi yang terbuang begitu saja menjadi bahan bakar ramah lingkungan agar dapat memiliki nilai jual,” jelas Gayuh.