Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari PT Bumitama Gunajaya Agro dalam rangka sosialisasi dan diskusi mengenai program Open Innovation 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 20 Februari 2025, di Operation Room FTP UGM. Hadir dalam pertemuan ini Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P., serta sejumlah dosen FTP UGM, di antaranya Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Chusnul Hidayat, Dr. Agung Putra Pamungkas, S.T.P., M.Agr., Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng., dan Dr. Ade Agung Laksono selaku Deputy Human Capital (Bidang Development) PT Bumitama Gunajaya Agro beserta timnya.
Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P.,, dalam sambutannya menyatakan bahwa FTP UGM menyambut baik inisiatif Open Innovation yang diusung oleh PT Bumitama Gunajaya Agro. Program ini dinilai selaras dengan berbagai bidang penelitian di FTP UGM serta membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk berkontribusi dalam upaya peningkatan produktivitas industri kelapa sawit di Indonesia.
Dr. Ade Agung Laksono menjelaskan bahwa Open Innovation 2025 difokuskan pada peningkatan kandungan minyak (oil content) dalam kelapa sawit sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi produksi. Ia memaparkan bahwa sawit merupakan tanaman penghasil minyak nabati paling produktif, dengan produktivitas mencapai 8-10 kali lipat dibandingkan tanaman minyak nabati lainnya. Namun, sejak tahun 2010, yield performance perkebunan sawit di Indonesia mengalami tren penurunan. Oleh karena itu, inovasi yang dapat meningkatkan kandungan minyak dalam kelapa sawit menjadi prioritas utama PT Bumitama Gunajaya Agro dalam program Open Innovation 2025.
Fokus inovasi dalam program ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan jumlah bunga betina yang terbentuk, peningkatan kuantitas pollen pada inflorescens bunga jantan, peningkatan populasi dan agresivitas serangga penyerbuk, hingga optimasi ekspresi gen yang berperan dalam biosintesis minyak sawit. Selain itu, Open Innovation 2025 juga membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian terkait rekayasa metabolit, artificial pollination, serta aplikasi booster atau mikroba menguntungkan untuk meningkatkan oil content dalam kelapa sawit.
Dalam diskusi, Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng., menyampaikan bahwa meskipun Departemen Teknologi Pertanian dan Biosistem (TPB) FTP UGM belum secara spesifik melakukan penelitian terkait peningkatan oil content, peluang riset dalam bidang ini masih terbuka luas. Sementara itu, Dr. Agung Putra Pamungkas, S.T.P., M.Agr., mengusulkan penelitian terkait sistem grading kelapa sawit, khususnya dalam mendeteksi kondisi buah yang belum matang (under ripe) maupun yang terlalu matang (over ripe) melalui sistem deteksi otomatis.
Prof. Dr. Ir. Chusnul Hidayat menambahkan bahwa riset hilirisasi minyak kelapa sawit dan pengolahan limbah cair kelapa sawit (POME) juga dapat menjadi fokus kolaborasi, terutama dalam penyediaan bahan baku penelitian. Ia menekankan bahwa program S2 Teknologi Hasil Perkebunan juga membutuhkan akses terhadap proses pengolahan industri sawit, sehingga kerja sama dalam bidang magang dan pembelajaran di PT Bumitama Gunajaya Agro menjadi penting untuk dikembangkan lebih lanjut.
Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menegaskan bahwa meskipun tema utama Open Innovation adalah peningkatan oil content, FTP UGM tetap terbuka untuk kolaborasi dalam bidang lain, termasuk dalam pengelolaan limbah untuk meningkatkan kesehatan tanah. Ia menyebutkan bahwa FTP UGM sebelumnya telah melakukan kerja sama dengan Fakultas Teknik UGM dalam pemanfaatan limbah geotermal untuk meningkatkan kesuburan tanah di sektor pertanian, sehingga pendekatan serupa dapat diterapkan dalam perkebunan kelapa sawit.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Ade Agung Laksono menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama PT Bumitama Gunajaya Agro adalah kondisi tanah marjinal serta efisiensi dalam pemupukan, di mana hanya 12% pupuk yang diserap tanaman sementara 88% lainnya menguap ke udara. Oleh karena itu, penelitian yang dapat meningkatkan efektivitas pemupukan dan kesehatan tanah sangat diperlukan.
Sebagai tindak lanjut, PT Bumitama Gunajaya Agro mengumumkan bahwa deadline pengajuan proposal Open Innovation 2025 dari FTP UGM diperpanjang hingga 3 Maret 2025. Program ini juga mengharuskan adanya uji lapang di tahun pertama untuk mengukur efektivitas inovasi yang diusulkan.
Melalui inisiatif Open Innovation 2025, PT Bumitama Gunajaya Agro dan FTP UGM berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dengan mendorong inovasi di sektor kelapa sawit, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dalam upaya meningkatkan efisiensi produksi, serta SDG 15 (Life on Land) melalui pengelolaan lingkungan dan peningkatan produktivitas lahan perkebunan secara berkelanjutan.