Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menandatangani kontrak pembangunan Gedung Pascasarjana baru bersama PT. TIGAMAS MITRA SELARAS sebagai kontraktor dan PT. POLA DWIPA sebagai konsultan pengawas pada Rabu, 7 Agustus 2024. Penandatanganan ini berlangsung di FTP UGM, disaksikan oleh perwakilan dari berbagai unit terkait di UGM, seperti Direktur Aset UGM, Kepala Kantor Pengadaan UGM, Kepala Kantor K5L UGM, dan Kepala Kantor Administrasi FTP UGM.
Pertemuan ini dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, Sumber Daya Manusia dan Sistem Informasi FTP UGM Kuncoro Harto Widodo, S.T.P., M.Eng., yang menyampaikan harapannya agar pembangunan gedung pascasarjana ini berjalan sesuai rencana dan sukses. Selain itu, Kepala Kantor Pengadaan UGM juga memberikan ucapan selamat kepada pihak yang terlibat dan menekankan pentingnya komunikasi yang baik untuk menjaga keselamatan dan kualitas pekerjaan.
Pembangunan gedung pascasarjana ini merupakan bagian dari komitmen UGM untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Gedung ini diharapkan dapat mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan.
Dekan FTP, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyambut hangat kedatangan mahasiswa baru atau ksatria pangan pada upacara pembukaan Pionir Agrophoria 2024. Tahun ajaran 2024/2025, FTP UGM menerima 366 mahasiswa baru yang terdiri dari 123 mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 120 mahasiswa Program Teknik Pertanian dan Biosistem, serta 123 mahasiswa Program Teknologi Industri Pertanian.
Bayu Nugraha, Ph.D., tenaga ahli bidang penyimpanan produk pangan dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM, menjelaskan bahwa umur simpan produk pangan sangat ditentukan oleh komposisi produk, proses penanganan produk sebelum dikemas, jenis kemasan, dan metode pengemasan. Evaluasi pada bahan kemasan dan metode pengemasan produk carica yang diproduksi oleh pondok perlu dilakukan untuk memastikan umur simpan carica menjadi lebih baik.
untuk memperkuat posisi mereka di pasar, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat lokal. Para dosen ANSIS FTP UGM juga berharap bahwa kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi industri tahu di wilayah tersebut.