• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
    • KAGAMA TP
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDGs
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Arsip:

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Kick-Off PUI-PT Gastronomi Indonesia, FTP UGM Dorong Gastronomi sebagai Soft Power dan Penggerak Ekonomi Kreatif

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan EkonomiSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Senin, 22 Desember 2025

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP ) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Kick-Off Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Gastronomi Indonesia pada Senin, 22 Desember 2025, bertempat di Auditorium Kamarinjani–Soenjoto FTP UGM. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran PUI-PT Gastronomi Indonesia sebagai pusat rujukan nasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan hilirisasi gastronomi berbasis budaya, sains, dan inovasi.

Kegiatan yang diketuai oleh Dr.nat.techn. Aulia Ardhi, S.T.P., M.Sc.,  ini dihadiri oleh para narasumber, dosen dan tenaga kependidikan FTP UGM, mitra eksternal, serta panitia pelaksana. Acara dikemas dalam rangkaian talk show gastronomi dan live cooking yang menghadirkan akademisi, praktisi, dan chef profesional.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama menegaskan bahwa Kick-Off PUI-PT Gastronomi Indonesia merupakan momentum tepat untuk menjadikan PUI-PT sebagai pusat rujukan ilmu pengetahuan, riset, dan hilirisasi berbasis PUI-PT secara nasional. Ia menekankan pentingnya pengembangan gastronomi yang tidak hanya mengedepankan high-tech, tetapi juga high-touch, yaitu kolaborasi sains dan teknologi dengan seni dan budaya. UGM, menurutnya, sangat mendukung PUI-PT Gastronomi Indonesia agar mampu menjadi lembaga referensi nasional dan internasional di bidang kuliner dunia.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, mitra, komunitas, industri, dan peserta yang terlibat. Ia menegaskan bahwa PUI-PT Gastronomi Indonesia hadir sebagai wadah kolaboratif lintas disiplin untuk menjawab berbagai tantangan di bidang gastronomi. Visi PUI-PT diarahkan untuk menjadi pusat unggulan riset nasional dan internasional yang berakar pada budaya lokal dan berdaya saing global, sekaligus menjadi penghubung antara ilmu pengetahuan dan masyarakat, tradisi nasional dan pasar global, serta memberikan dampak ekonomi, sosial, dan budaya yang nyata bagi Indonesia. Acara ditandai dengan peresmian simbolis melalui pemukulan gong oleh Ketua PUI-PT Gastronomi Indonesia dan Dekan FTP UGM.

Pada sesi pemaparan materi, Bambang Dwi Wijatniko, S.T.P., M.Agr.Sc., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua PUI-PT Gastronomi Indonesia menjelaskan bahwa PUI-PT Gastronomi Indonesia lahir dari Pusat Kajian Gastronomi Indonesia yang dibentuk sejak tahun 2020 sebagai bentuk keprihatinan sekaligus perhatian terhadap kekayaan sejarah, budaya, dan filosofi gastronomi Indonesia. PUI-PT Gastronomi Indonesia dikembangkan sebagai center of excellence untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat nasional dan internasional. Dalam kesempatan tersebut disampaikan roadmap, capaian kinerja, serta berbagai produk unggulan, termasuk Seri Pusaka Cita Rasa Indonesia yang telah diterbitkan dalam 16 buku, produk hilirisasi riset pangan fungsional berbasis kearifan lokal seperti olahan porang, serta kerja sama dengan berbagai mitra nasional dan internasional.

Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito sebagai Key Opinion Leader menegaskan kontribusinya dalam pengembangan gastronomi Indonesia melalui karya lebih dari 100 buku gastronomi yang telah dihasilkan, yang ditampilkan melalui tayangan video pada kegiatan tersebut.

Sesi talk show menghadirkan Prof. Dr. Ir. Supriyadi, M.Sc. yang mengangkat tema gastronomi sebagai soft power yang powerful. Ia menjelaskan bahwa gastronomi mencakup berbagai lingkup, mulai dari sejarah peradaban dan pangan, budaya makan, kulinologi, hingga food tourism dan food branding. Gastronomi, menurutnya, memiliki peran penting dalam gastrodiplomasi sebagai strategi diplomasi lunak untuk memperkuat nation branding dan hubungan bilateral antarnegara.

Talk show selanjutnya menghadirkan Vita Datau yang membahas strategi pengembangan gastro-tourism Indonesia. Ia menekankan pentingnya pengembangan gastronomi berbasis produk lokal, sejarah, cerita di balik makanan, nilai gizi, serta keberlanjutan. Menurutnya, PUI-PT Gastronomi Indonesia memiliki peran strategis dalam penyusunan guideline, policy brief, dan penguatan kapasitas guna mendukung pembangunan ekonomi lokal melalui destinasi wisata gastronomi yang berkualitas dan berkelanjutan.

Narasumber ketiga, Chef Wira Hardiansyah, memaparkan peran chef dalam membangun identitas pusat gastronomi. Ia menjelaskan bahwa chef tidak hanya berperan dalam penciptaan menu, tetapi juga dalam promosi makanan daerah, pengelolaan bahan pangan lokal, serta menghadapi tantangan pasar dan ketersediaan bahan baku, khususnya bagi UMKM dan industri.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang membahas pendidikan gastronomi, penerapan gastronomi di layanan kesehatan, serta peran gastronomi dalam dinamika sosial dan budaya. Rangkaian acara ditutup dengan sesi live cooking oleh Chef Akbar Septiano Kusumah, yang menampilkan praktik pengolahan kuliner sebagai bentuk integrasi ilmu, budaya, dan kreativitas.

Melalui kegiatan Kick-Off ini, FTP UGM menegaskan komitmennya untuk mendorong PUI-PT Gastronomi Indonesia sebagai pusat unggulan yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan budaya pangan, serta peningkatan daya saing ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global.

Tim Mahasiswa FTP UGM Raih Juara 2 Business Plan Competition 11th Closer Telkom University

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan EkonomiSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Selasa, 28 Oktober 2025

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Juara 2 Business Plan Competition 11th Closer yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Telkom University. Kompetisi nasional ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan rangkaian kegiatan pada 6 September 2025 hingga pengumuman pemenang pada 25 Oktober 2025, serta diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Prestasi tersebut diraih oleh tim Kopken Jakal yang terdiri atas Fiannathania Valentderica Simanjuntak dan Nadhira Paramesthi Widhyaningtyas dari Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian angkatan 2024, bersama Rejica Arthur Siahaan dari Program Studi Teknologi Rekayasa Internet angkatan 2024, serta Wiky Nurciana dari Program Studi Manajemen Penilaian Properti angkatan 2024. Dalam kompetisi ini, tim berpartisipasi sebagai peserta pada kategori Food and Beverages.

Tim Kopken Jakal mengusung ide inovasi bisnis berjudul “Jackies: Upcycled Superfood Cookies from Jackfruit Seed and Kejek Leaf as Mindful Snacking Innovation”. Konsep bisnis ini berfokus pada pengembangan produk cookies berbasis upcycling limbah pangan, khususnya biji nangka, yang dikombinasikan dengan tepung mocaf bebas gluten serta daun kejek sebagai identitas rasa. Inovasi tersebut dirancang untuk menjawab tantangan keberlanjutan sekaligus tren konsumsi pangan yang lebih sadar dan bertanggung jawab.

Melalui gagasan Jackies, tim mengintegrasikan aspek kreativitas produk, keberlanjutan lingkungan, strategi branding digital, serta pendekatan kewirausahaan berbasis dampak sosial. Selama proses kompetisi, tim menyusun perencanaan bisnis yang mencakup riset pasar, strategi pemasaran omnichannel, analisis finansial, serta konsep pengembangan bisnis berbasis komunitas. Pendekatan ini menempatkan limbah pangan sebagai sumber daya bernilai tambah dalam sistem industri pangan modern.

Keberhasilan tim Kopken Jakal mencerminkan kontribusi mahasiswa FTP UGM dalam pengembangan inovasi pangan dan kewirausahaan berkelanjutan di tingkat nasional. Prestasi ini juga menunjukkan peran keilmuan teknologi pangan dalam mendorong lahirnya solusi bisnis kreatif yang relevan dengan tantangan ekonomi, lingkungan, dan sosial saat ini.

Pencapaian Juara 2 Business Plan Competition 11th Closer ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 8 Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan wirausaha inovatif, SDGs 9 Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi dan Infrastruktur) melalui penerapan model bisnis berbasis inovasi, serta SDGs 11 Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui dukungan terhadap pola konsumsi dan produksi pangan yang lebih bertanggung jawab.

Mahasiswa DTPB FTP UGM Raih Juara 3 dalam Kompetisi SustainAction 2025 PLN

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Selasa, 21 Oktober 2025

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan tim mahasiswa Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) yang meraih Juara 3 Subkategori Sustainable Village dalam kompetisi SustainAction 2025 yang diselenggarakan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Grand Final kompetisi ini dilaksanakan pada 20 Oktober 2025 di Kantor Pusat PLN, Jakarta Selatan, dengan tim DTPB FTP UGM dibimbing oleh Ardan Wiratmoko, S.T.P., M.Sc. sebagai dosen pembimbing.

SustainAction 2025 merupakan kompetisi inovasi, ide, dan gagasan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) yang mengajak peserta untuk menghadirkan solusi berkelanjutan bagi isu lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pada tahun ini, kompetisi diikuti oleh lebih dari 2.000 peserta dari seluruh Indonesia, mencerminkan tingginya minat generasi muda dalam memberikan kontribusi nyata untuk keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Dari ribuan peserta tersebut, hanya 50 proposal terbaik yang berhasil lolos ke tahap semifinal. Selanjutnya, 15 finalis terpilih mengikuti program mentoring intensif bersama para juri dan tim pengembang dari PLN untuk memperkuat konsep dan dampak program sebelum menghadapi sesi penjurian final. Salah satu tim finalis berasal dari DTPB FTP UGM, yang terdiri dari mahasiswa: Les’ Aullian Achmad Argito, Kayla Maliska Putri Fida, Shidqon Fathul Muqorrobin, M. Fajar Ridho Ilham, Ilham Mubarok, dan Achmad Tijani. Tim ini membawakan proposal berjudul “EcoMaggot Village: Wonokerto Berdaya” dalam kategori Sustainable Village.

Gagasan EcoMaggot Village mengangkat konsep pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot sebagai solusi berkelanjutan yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi. Program ini dirancang untuk mendorong pemberdayaan masyarakat desa dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efisien, meningkatkan nilai tambah limbah organik menjadi pakan berkualitas tinggi, serta memperkuat ekonomi lokal melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Dalam sesi Grand Final, tim DTPB FTP UGM mempresentasikan ide mereka melalui pitching di hadapan dewan juri. Pendekatan yang menggabungkan inovasi teknologi, pemberdayaan sosial, dan keberlanjutan ekonomi berhasil menarik perhatian juri sehingga tim dinobatkan sebagai Juara 3. Selain penghargaan, tim juga memperoleh kesempatan pendampingan lanjutan dari PLN untuk mengembangkan program menjadi aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat Wonokerto dan daerah lainnya.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kompetensi mahasiswa FTP UGM dalam merancang solusi yang aplikatif dan berdampak langsung pada masyarakat. Selain itu, prestasi ini mencerminkan komitmen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM dalam mempersiapkan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan global berkelanjutan.

Pencapaian ini selaras dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 2 (Zero Hunger) melalui optimalisasi sumber daya pangan berbasis limbah organik, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penciptaan peluang ekonomi sirkular di desa, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penerapan sistem pengelolaan lingkungan berbasis komunitas, dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong pola pemanfaatan sumber daya yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

UGMPreneurs Batch IV : Bangun Jiwa Wirausaha dan Daya Saing Mahasiswa Lewat Pembelajaran Langsung dari Praktisi Bisnis

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan EkonomiSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Minggu, 12 Oktober 2025

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan program UGMPreneurs untuk semester gasal tahun ajaran 2025/2006. Pembelajaran pertama dilaksanakan pada Jumat–Sabtu, 10–11 Oktober 2025, bertempat di Suwatu, Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari kalangan profesional dan pelaku usaha, yaitu Prof. (EM) Eka Sari Lorena Surbakti, Teddie Patria, Teddy Sun, dan Rico Tedyono. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali pengetahuan dan pengalaman langsung mengenai dunia kewirausahaan, strategi pengembangan bisnis, hingga penerapan model usaha berkelanjutan.

Program UGMPreneurs diikuti oleh 30 peserta dari berbagai fakultas yaitu 4 mahasiswa dari Fakultas Filsafat;  2 mahasiswa Fakultas Geography; 2 mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya; 3 mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan; 1 mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam; 1 Fakultas Pertanian; 2 Fakultas Teknik; 11 Fakultas Teknologi Pertanian; 2 Sekolah Pascasarjana; dan 2 Sekolah  Vokasi. Program UGMPreneurs dirancang sebagai wadah pembelajaran kewirausahaan lintas fakultas di UGM, yang menggabungkan pendekatan akademik dan praktis. Berbeda dari kelas bisnis konvensional, UGMPreneurs menghadirkan pengajar dari kalangan pengusaha aktif agar peserta memperoleh wawasan terkini tentang praktik bisnis nyata, tantangan industri, serta tren ekonomi digital. Dalam paparannya, Prof. Eka Sari Lorena Surbakti menguraikan materi Entrepreneurship 101 yang menekankan pentingnya membangun mental adaptif, berpikir kreatif, dan memiliki kemampuan untuk melihat peluang di tengah perubahan ekonomi yang cepat. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi berbasis teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), dalam menjaga daya saing generasi muda di era global.

Teddie Patria dengan topik Scaling Up UKM: Spirit, Competitiveness, GRIT & Positive Impact. Ia membagikan pengalaman membangun usaha dari skala kecil hingga berkembang di berbagai kota. Melalui kisah perjalanannya, peserta diajak memahami pentingnya growth mindset, ketahanan terhadap risiko, serta kemampuan mengeksekusi ide menjadi tindakan nyata. Menurutnya, keberhasilan usaha tidak hanya bergantung pada inovasi produk, tetapi juga kemampuan membangun tim yang solid, mengelola sistem bisnis yang efisien, serta menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi kuis interaktif dan diskusi reflektif yang mengajak peserta untuk merumuskan pelajaran paling berharga dari setiap materi. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini, mengembangkan ide bisnis yang berdampak, serta beradaptasi dengan perubahan teknologi dan pasar global.

Pelaksanaan UGM Preneurs 2025 juga sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

TIM PKM JGrow+: Mengubah Limbah Ternak Menjadi Solusi Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Jamblangan, Saygan, Sleman

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Senin, 6 Oktober 2025

Tim PKM (Program Kreativitas mahasiswa) besutan Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc. melakukan sesi konsultasi hasil pengabdian masyarakatnya di Desa Jambalangan, Sayegan, Sleman. Tim mahasiswa terdiri dari Tsabita Afidati, Muhammad Fajar Ramadhani, Satria Enggal Buana, Salma Putri Nabila dan Widyaningsih Tutus Mahardika. Tim ini mengusung PKM PM (Pengabdian Masyarakat) “Pemberdayaan Karang Taruna melalui Inovasi Jamblangan Grow+ (JGrow+) Berbasis Farm Waste untuk Meningkatkan Produktivitas di Desa Jamblangan”. Ide yang melatari pengusulan PKM-PM ini adalah fakta bahwa Desa Jamblangan memiliki sumber daya peternakan berupa ternak sapi dan kambing yang cukup banyak. Sumber daya tersebut minimal menghasilkan urin ternak 230 liter/hari dan feses 222 kg/hari. Urin ternak mengandung 0,23% nitrogen sementara feses mengandung 16,35% C organik. Farm Waste merupakan limbah peternakan dalam bentuk feses dan urine dengan berbagai kandungan hara yang berguna untuk pertanian.Di sisi lain, Desa Jamblangan sesungguhnya memiliki potensi sumber daya yang besar. Tercatat terdapat 20 ekor sapi dan 20 ekor kambing yang setiap harinya menghasilkan sekitar 230 liter urin dan 222 kilogram feses. Limbah ternak atau farm waste tersebut mengandung unsur bermanfaat seperti nitrogen (0,23% pada urin) dan karbon organik (16,35% pada feses) yang berfungsi sebagai nutrisi alami bagi tanaman.

Tim PKM JGrow+ Desa Jamblangan  menghadapi dua tantangan utama dalam pengelolaan pertanian. Pertama, tingginya penggunaan pupuk dan bahan kimia yang dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas tanah serta berdampak pada kesehatan lingkungan. Kedua, keterlibatan generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna Permadi 13 masih terbatas, sehingga potensi produktivitas mereka belum termanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, Desa Jamblangan memiliki potensi sumber daya peternakan dan pertanian yang besar

Berangkat dari potensi ini, Tim PKM-PM Universitas Gadjah Mada bersama Karang Taruna Permadi 13 menginisiasi program JGrow+ (Jamblangan Grow+). Program ini berfokus pada pemanfaatan limbah peternakan menjadi Pupuk Organik Plus (POP) dan Biofertilizer. Tidak hanya mengandalkan feses dan urin ternak, bahan tambahan lain seperti sisa sayuran rumah tangga dan tembakau dari puntung rokok turut digunakan untuk memperkaya kualitas produk. Lebih jauh, produk ini juga mengandung sembilan jenis mikroorganisme yang mendukung pertumbuhan tanaman.

Proses produksi berlangsung melalui fermentasi: sekitar 1–1,5 bulan untuk POP dan 10–14 hari untuk biofertilizer. Indikator sederhana digunakan untuk menilai kelayakan produk, misalnya perubahan warna cairan menjadi lebih gelap dan aroma menyerupai kecap pada biofertilizer. Setelah itu, produk disimpan pada ruang tertutup dan dilakukan pelepasan gas setiap dua minggu untuk menjaga kualitas.

Namun, JGrow+ bukan sekadar program teknis pengolahan limbah. Melalui kegiatan pendampingan, mitra juga dibekali pengetahuan tentang pengemasan, strategi promosi, serta manajemen organisasi dengan pembentukan divisi dan sub-divisi. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian dan keberlanjutan program.

Untuk memperluas dampak, metode Training of Trial (TOT) diterapkan agar masyarakat sekitar dapat langsung mempraktikkan teknik pengolahan. Selain itu, video tutorial yang diunggah melalui kanal YouTube menjadi sarana penyebarluasan pengetahuan yang menjangkau khalayak lebih luas.

Program JGrow+ menjadi bukti bahwa solusi atas permasalahan lingkungan dan pertanian dapat lahir dari kolaborasi. Dengan memanfaatkan potensi lokal, Desa Jamblangan tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, tetapi juga memberdayakan generasi mudanya untuk menjadi motor perubahan.

Kontributor :

123…14

Berita Terakhir

  • FTP UGM Dorong Kesadaran Cegah Food Waste Melalui Edukasi di Lingkungan Fakultas
  • FTP UGM Gelar Workshop Tim Kesehatan Mental untuk Perkuat Sistem Kampus Sejahtera
  • Kick-Off PUI-PT Gastronomi Indonesia, FTP UGM Dorong Gastronomi sebagai Soft Power dan Penggerak Ekonomi Kreatif
  • Dr. Andika Sidar Bahas Pemanfaatan Limbah Lignoselulosa sebagai Bioenergi dalam EVIDENT Founding Dialogue 2025
  • Prof. Dr. Sri Raharjo Bahas Ketahanan Pangan Kota Yogyakarta dalam FGD Bersama Dinas Pertanian dan Pangan

Berita UGM

  • Fenomena Micro Tourism, Pakar UGM Sebut Dampak dari Mahalnya Tiket Pesawat dan Antisipasi Risiko Bencana  2 Januari 2026
  • Produktivitas Kakao Nasional Menurun, Pakar UGM Soroti Soal Peremajaan Kebun, Bibit dan Pengendalian Hama yang Belum Optimal 2 Januari 2026
  • Gandeng UTU dan PNL, UGM Pasang Alat Penjernih Air Bertenaga Surya di Bener Meriah   2 Januari 2026
  • Momen Nataru dan Mudik Lebaran, Pemerintah Perlu Strategi Antisipasi Penumpukan Volume Kendaraan 31 Desember 2025
  • UGM dan Pemkab Kulon Progo Jajaki Pengembangan RS Nyi Ageng Serang 31 Desember 2025
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju