Dr. Wagiman, S.T.P., M.Si., dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), berperan sebagai narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya, Panen, Pasca Panen, dan Pemasaran Komoditas Kopi yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 15 April 2025 dan berlangsung di tiga wilayah utama penghasil kopi lokal di Kabupaten Sleman, yaitu Kapanewon Cangkringan, Kapanewon Pakem, dan Kapanewon Turi.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Wagiman, S.T.P., M.Si. menyampaikan materi bertajuk Proses Pasca Panen dan Pemasaran Kopi Lokal (Kopi Merapi dan Kopi Menoreh) di Yogyakarta, yang membahas strategi peningkatan mutu produk kopi lokal melalui pengelolaan pasca panen yang baik serta upaya pengembangan pemasaran berbasis potensi wilayah. Materi ini menjadi bagian penting dari rangkaian bimbingan teknis yang bertujuan meningkatkan kapasitas petani kopi dalam seluruh rantai nilai produksi kopi, dari hilir hingga ke hulu.
Kegiatan ini menyasar para petani kopi lokal yang berada di kawasan lereng Merapi dan Pegunungan Menoreh yang selama ini dikenal sebagai sentra penghasil kopi dengan karakteristik khas. Melalui pembekalan materi pasca panen, para petani diajak untuk memahami pentingnya pengolahan yang higienis, teknik fermentasi yang sesuai, pengeringan yang optimal, serta penyimpanan yang tepat untuk menjaga cita rasa dan mutu produk kopi. Selain itu, aspek pemasaran juga ditekankan agar petani mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui strategi branding, kemasan produk yang menarik, serta pemanfaatan kanal distribusi digital dan lokal.
Partisipasi FTP UGM dalam kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan memperkuat keterampilan petani untuk menciptakan lapangan kerja yang layak dan berkelanjutan; SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui peningkatan kapasitas inovatif petani dalam industri pengolahan kopi; serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong praktik produksi yang efisien dan ramah lingkungan pada komoditas kopi lokal yang menjadi andalan daerah.
Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan bimbingan kepada petugas penyuluh lapangan di Kabupaten Grobogan dalam mengadopsi inovasi teknologi berbasis smart farming. Dalam sesi pelatihan, peserta diberikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pertanian guna meningkatkan efisiensi produksi, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta menghadapi tantangan perubahan iklim. Teknologi smart farming diharapkan mampu mendorong petani untuk beralih ke sistem pertanian presisi yang lebih modern dan berkelanjutan.
Visitasi diawali dengan sesi pembukaan di Ruang Multi Media UGM, dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, serta perwakilan program studi. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA, menyampaikan bahwa visitasi ASIIN merupakan bagian dari komitmen UGM dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi agar sejajar dengan standar internasional. “Kami telah bekerja keras untuk mengembangkan program pendidikan yang selaras dengan standar global, mendukung profesionalisme mahasiswa, dan memenuhi kebutuhan industri. Proses asesmen ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk merefleksikan pencapaian serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan,” ungkapnya.
Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menegaskan bahwa proses akreditasi ini merupakan bagian dari langkah strategis fakultas dalam mencapai pengakuan internasional. “Kami telah melakukan persiapan selama lebih dari satu tahun untuk memenuhi standar ASIIN. Harapan kami, FTP UGM dapat sejajar dengan institusi pendidikan terkemuka di dunia dan terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu dan teknologi pertanian,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc. menjelaskan konsep tinjauan literatur sistematis yang terstruktur dengan metode PRISMA serta bagaimana AI dapat membantu dalam mengoptimalkan waktu dan energi dalam proses penelitian. Pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai prinsip-prinsip dasar PRISMA dan penerapannya dalam menyusun kajian ilmiah yang berkualitas.