• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • UGMPreneurs
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

Menanam Harapan di Lahan Tadah Hujan Merauke, Dosen FTP UGM Pimpin Pengembangan Demplot Terpadu

Rilis BeritaSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 6: Air Bersih dan Sanitasi LayakSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Senin, 14 September 2026

Di Kampung Boewer, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Kawasan Transmigrasi (KT) Muting, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM yang diketuai oleh Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D., dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian UGM mengembangkan demplot konservasi terpadu seluas 2.500 m² yang menggabungkan konservasi tanah dan air, tanaman pangan padi varietas Gamagora UGM, dan tanaman pakan ternak rumput Gama Umami.

Tidak hanya soal tanaman, demplot ini juga menjadi bagian dari upaya konservasi air melalui pemanfaatan air hujan dan pembangunan embung konservasi. Budidaya tanaman pangan padi Gamagora dilakukan dengan metode SRI (System of Rice Intensification), di mana pemberian air irigasi dilakukan berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air tanaman. Melalui integrasi tanaman pangan, pakan ternak, dan pengelolaan air, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan lahan yang lebih optimal serta menjaga ketersediaan air di KT Muting dengan menerapkan konsep ekonomi hijau untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lahan dan air.

Pengembangan demplot konservasi terpadu tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan lahan di KT Muting yang masih mengandalkan curah hujan. Dalam kondisi tersebut, ketersediaan dan pengelolaan air menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan budidaya. Karena itu, demplot tidak hanya dirancang sebagai area budidaya, tetapi sebagai model yang mengintegrasikan pengelolaan air dengan pemanfaatan lahan untuk berbagai kebutuhan.

Salah satu komponen yang dikembangkan adalah embung konservasi sebagai bagian dari sistem pemanfaatan air hujan. Air yang tertampung kemudian dapat mendukung kebutuhan budidaya tanaman pada lahan demplot. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan sumber daya air yang tersedia sekaligus mengurangi ketergantungan kegiatan budidaya terhadap pola hujan.

Pengelolaan air pada tanaman padi Gamagora juga dilakukan dengan pendekatan berbasis kebutuhan tanaman melalui metode SRI. Pemberian air irigasi dilakukan berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air tanaman, sehingga pengelolaan air dapat disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan tanaman. Penerapan tersebut memperlihatkan bagaimana aspek pengelolaan sumber daya air dan teknologi budidaya dapat dipadukan dalam pengembangan pertanian di lahan tadah hujan.

Demplot juga mengintegrasikan tanaman pakan ternak berupa rumput Gama Umami. Kehadiran tanaman pakan ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari pemanfaatan lahan yang diarahkan untuk mendukung sistem pertanian dan peternakan masyarakat di KT Muting. Ketersediaan pakan menjadi salah satu tantangan bagi peternak setempat yang selama ini masih banyak mengandalkan sistem penggembalaan.

Potensi peternakan tersebut cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Merauke, Distrik Elikobel memiliki populasi sapi potong sekitar 4.078 ekor pada 2024. Masyarakat umumnya memelihara sapi Bali secara individual dengan jumlah sekitar 3–4 ekor per peternak. Pola pemeliharaan yang masih didominasi sistem umbaran membuat ketersediaan hijauan di area penggembalaan menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan usaha peternakan.

Untuk merespons kondisi tersebut, TEP 1 UGM melaksanakan penanaman rumput Gama Umami pada 2 September 2026 di Kampung Boewer. Penanaman dilakukan melalui demplot (demonstration plot) sebagai lokasi percontohan agar masyarakat dapat melihat secara langsung proses pengembangan sumber hijauan pakan yang dapat diterapkan pada lahan lain di sekitar kampung.

Gama Umami merupakan rumput unggul yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber hijauan pakan ternak dan dikembangkan oleh tim peneliti Fakultas Peternakan UGM yang diketuai Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. Pengembangan tanaman ini selanjutnya diarahkan menuju konsep Bank Pakan Ternak sebagai sistem penyediaan dan penyimpanan cadangan pakan yang dapat dimanfaatkan ketika ketersediaan hijauan di lapangan menurun.

“Pengembangan Gama Umami tidak hanya diarahkan pada penanaman rumput, tetapi juga bagaimana pakan tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan dan mudah dimanfaatkan oleh peternak,” ujar Fariz Jordan Fadillah, S.Pt., M.Sc., anggota TEP 1 UGM yang berfokus pada bidang peternakan.

Integrasi embung konservasi, tanaman pangan, dan tanaman pakan dalam satu demplot menunjukkan pendekatan yang dikembangkan untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di KT Muting. Pengelolaan air menjadi penopang budidaya tanaman pangan, sementara pemanfaatan sebagian lahan untuk tanaman pakan mendukung kebutuhan peternakan. Dengan pendekatan tersebut, satu sistem lahan dapat memberikan manfaat bagi beberapa aktivitas masyarakat secara bersamaan.

Pendekatan terpadu ini didukung oleh keberagaman latar belakang keilmuan anggota TEP 1 UGM yang terdiri atas Tri Ariani, S.T.P., Khulaimi, S.P., Ilham Mubarok, S.T.P., Ariqonitahanif Putri Rahim, S.Si., dan Fariz Jordan Fadillah, S.Pt., M.Sc. Lintas keilmuan dalam tim mencakup pertanian, agronomi, sumber daya air, pemetaan wilayah, ekonomi, hingga peternakan, sehingga pengembangan program dapat dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang saling berkaitan.

Bagi Chandra dan tim, demplot konservasi terpadu tersebut menjadi langkah awal untuk menghadirkan model pengelolaan lahan yang sesuai dengan kondisi lokal. Pemanfaatan air hujan melalui embung, pengaturan air berdasarkan kebutuhan tanaman, budidaya padi Gamagora, serta penyediaan hijauan pakan dirancang untuk membangun sistem yang lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya lahan dan air.

Ke depan, pengembangan demplot diharapkan dapat menjadi model percontohan yang sederhana dan aplikatif bagi masyarakat KT Muting. Melalui pengelolaan lahan dan air secara terpadu, pendekatan ini diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian dan peternakan sekaligus memperkuat penerapan konsep ekonomi hijau dalam pemanfaatan sumber daya di Kawasan Transmigrasi Muting, Merauke, Papua Selatan.

Bahas Penerapan Teknologi Pascapanen, Bappenas dan FTP UGM Dukung Penguatan Ekonomi Hijau

Rilis BeritaSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa Kelaparan Senin, 31 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian PPN/Bappenas membahas rencana kajian penerapan teknologi pascapanen untuk mendukung penguatan ekonomi hijau di Indonesia. Diskusi yang berlangsung di FTP UGM, Kamis (27/8), tersebut membahas identifikasi teknologi alat dan mesin pertanian yang sesuai dengan karakteristik wilayah, sekaligus rencana penetapan tiga wilayah sebagai pilot project penerapan teknologi.

Koordinator Tim Ekonomi Hijau Direktorat Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik (P4T) Bappenas, Aropando Goklas Sibarani, mengatakan kajian akan dilakukan dengan melihat karakteristik masing-masing daerah atau desa. Pendekatan tersebut diperlukan agar teknologi yang direkomendasikan sesuai dengan kebutuhan wilayah dan dapat meningkatkan produktivitas.

“Identifikasi karakteristik masing-masing daerah atau desa diperlukan untuk merekomendasikan alat dan mesin pertanian yang tepat guna untuk meningkatkan produktivitas,” jelas Aropando.

Rencana kajian ini sejalan dengan target pemerintah dalam menurunkan susut pangan. Melalui penguatan sarana dan teknologi pascapanen, intervensi pemerintah diharapkan tidak hanya mengurangi kehilangan hasil pertanian, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani, menjaga stabilitas pasokan pangan, dan berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca.

Dalam diskusi tersebut, FTP UGM turut memaparkan kapasitas Laboratorium Teknologi Pangan dan Pascapanen (TPP) dalam pengujian serta pengembangan alat dan mesin pertanian. Laboratorium TPP telah ditunjuk Kementerian Pertanian sejak 2007 sebagai salah satu laboratorium pengujian alat dan mesin pertanian di Indonesia dan telah terakreditasi ISO 17025:2017. Kompetensi laboratorium mencakup pengujian alat pertanian dari tahap prapanen, pascapanen, hingga pengolahan pangan.

Berbagai alat telah menjadi bagian dari pengujian Laboratorium TPP, antara lain mesin pengering, combine harvester, mesin penepung kelapa, pengupas sabut kelapa, dan mesin perontok. Selain pengujian, FTP UGM juga memiliki kompetensi dalam pengembangan alat dan mesin pertanian dari tahap on farm hingga off farm.

Selanjutnya, kajian akan diawali dengan analisis sejumlah wilayah menggunakan data sekunder melalui scoring, pembobotan, pemetaan GIS, dan analisis spasial. Hasil analisis akan digunakan untuk menentukan wilayah prioritas yang selanjutnya dapat disurvei sebagai calon lokasi pilot project. Penetapan wilayah pilot project ditargetkan dapat dilakukan dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Melalui penjajakan ini, Bappenas dan FTP UGM diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi penerapan teknologi pascapanen yang sesuai dengan kebutuhan wilayah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung penurunan susut pangan, peningkatan produktivitas petani, serta penguatan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Workshop Sustainable Workspace Ajak Sivitas FTP UGM Wujudkan Kantor Minim Jejak Karbon

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan Selasa, 28 Juli 2026

Mewujudkan lingkungan kerja yang lebih berkelanjutan memerlukan perubahan budaya, bukan sekadar penerapan teknologi. Berangkat dari semangat tersebut, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Sustainable Workspace: Menuju Kantor Minim Jejak Karbon pada Selasa (28/7) sebagai salah satu rangkaian Dies Natalis ke-63 FTP UGM. Workshop yang diikuti dosen dan tenaga kependidikan (tendik) ini menghadirkan Ir. Sentagi Sesotya Utami, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU. sebagai narasumber untuk membahas strategi membangun lingkungan kerja yang lebih ramah lingkungan.

Melalui workshop ini, peserta diajak memahami bahwa konsep sustainable workspace tidak hanya berkaitan dengan efisiensi penggunaan energi, tetapi juga mencakup perubahan perilaku sehari-hari di lingkungan kerja. Berbagai aspek, seperti pengurangan penggunaan kertas, pengelolaan limbah yang lebih baik, pemanfaatan sumber daya secara bijak, hingga kebiasaan bekerja yang mendukung pengurangan jejak karbon, menjadi bagian penting dalam mewujudkan kantor yang berkelanjutan.

Sebagai fakultas yang memiliki perhatian terhadap isu keberlanjutan, FTP UGM memandang bahwa penerapan prinsip-prinsip ramah lingkungan perlu dimulai dari lingkungan kerja internal. Oleh karena itu, workshop ini menjadi ruang diskusi bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk mengeksplorasi berbagai langkah nyata yang dapat diterapkan dalam aktivitas perkantoran sehari-hari.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi dan workshop secara interaktif untuk mengidentifikasi berbagai praktik yang berpotensi mendukung terciptanya kantor minim jejak karbon. Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong untuk saling bertukar gagasan dan merumuskan solusi yang relevan dengan kebutuhan lingkungan kerja di FTP UGM.

Penyelenggaraan workshop ini merupakan bagian dari komitmen FTP UGM untuk terus mengembangkan budaya kerja yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Sejalan dengan tema Dies Natalis ke-63, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sivitas akademika bahwa setiap individu memiliki peran dalam mewujudkan lingkungan kampus yang lebih efisien, sehat, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan praktik kerja yang lebih berkelanjutan, SDG 13: Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya pengurangan jejak karbon di lingkungan perkantoran, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi sivitas akademika dalam membangun budaya kerja yang berkelanjutan.

SmartAgri UGM Tampilkan Inovasi Smart UAV Technology pada BRIN Exhibition on Smart Technology (BEST) 2026

Rilis BeritaSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 15: Ekosistem DaratanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Rabu, 10 Juni 2026

Smart Agriculture Research Center (SmartAgri) Universitas Gadjah Mada turut berpartisipasi dalam BRIN Exhibition on Smart Technology (BEST) 2026 yang diselenggarakan oleh Research Center for Smart Mechatronics, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bekerja sama dengan COVA Indonesia dan Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta. Kegiatan berlangsung pada 9 Juni 2026 di The Trans Luxury Hotel, Bandung.

Pada ajang tersebut, SmartAgri UGM menampilkan inovasi bertajuk “Smart UAV Technology: Remote Sensing for Precision Agriculture”, sebuah teknologi pemantauan pertanian presisi berbasis UAV (Unmanned Aerial Vehicle), penginderaan jauh (remote sensing), dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Tim SmartAgri yang berpartisipasi terdiri atas Mutiara Alifia Ramadhanty sebagai ketua tim dan Fahmi Arsyad, S.T.P. sebagai anggota tim, di bawah supervisi Ardan Wiratmoko, S.T.P., M.Sc. Inovasi yang dipamerkan merupakan hasil pengembangan riset di lingkungan Smart Agriculture Research Center, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada.

Teknologi Smart UAV ini dikembangkan untuk mendukung sistem pertanian presisi melalui pemanfaatan UAV dan teknologi penginderaan jauh yang mampu memantau kondisi tanaman secara lebih cepat dan akurat. Sistem ini juga dapat membantu mendeteksi indikasi stres tanaman yang sulit diamati secara visual serta memantau area budidaya dalam cakupan luas secara efisien.

Dalam pameran BEST 2026, tim SmartAgri menampilkan berbagai pengembangan teknologi berbasis UAV dan AI yang telah diterapkan pada sejumlah komoditas pertanian, mulai dari pemantauan kesehatan tanaman, analisis kondisi lahan, hingga sistem pendukung pengambilan keputusan berbasis data. Kehadiran inovasi tersebut menunjukkan potensi besar teknologi digital dalam mendukung sistem pertanian yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.

Selain menjadi sarana diseminasi hasil penelitian, partisipasi dalam BEST 2026 juga membuka peluang kolaborasi dan jejaring dengan peneliti, akademisi, praktisi industri, serta berbagai pemangku kepentingan dari institusi nasional maupun internasional. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada dan BRIN dalam pengembangan teknologi penginderaan jauh berbasis UAV untuk mendukung transformasi sektor pertanian menuju era digital.

BEST 2026 sendiri mengusung tema “Where Technology Meets Sustainability” yang menekankan integrasi teknologi maju dengan prinsip keberlanjutan sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui inovasi yang ditampilkan, SmartAgri UGM turut mendukung pencapaian SDG 2 Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), SDG 9 Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), SDG 13 Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 15 Life on Land (Ekosistem Daratan).

Guru Besar FTP UGM Prof. Affan Fajar Falah Usung Inovasi Agroindustri Berkelanjutan

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Rabu, 3 Juni 2026

Inovasi teknologi menjadi kunci dalam membangun sistem agroindustri yang mampu menjawab tantangan pangan global. Gagasan tersebut disampaikan Prof. Dr. Mohammad Affan Fajar Falah, S.TP., M.Agr., dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), saat dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Sistem Kualitas dalam Agroindustri pada Selasa (2/6) di Balai Senat UGM. Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul Pengembangan Kualitas Produk Segar dan Bahan Sisa dalam Mendukung Sistem Agroindustri yang Berkelanjutan, Prof. Affan menyoroti pentingnya transformasi sistem agroindustri melalui pemanfaatan teknologi modern dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Menurut Prof. Affan, agroindustri tidak hanya berperan dalam mengolah hasil pertanian, tetapi juga menghubungkan seluruh rantai pasok, mulai dari budidaya hingga produk diterima konsumen. Oleh karena itu, keberlanjutan harus menjadi landasan dalam setiap proses agar sistem pangan mampu menjawab tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan meningkatnya kebutuhan pangan dunia. “Sistem agroindustri yang berkelanjutan menjadi bagian penting untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjawab tantangan pembangunan di masa depan,” ujarnya.

Salah satu pendekatan yang dinilai mampu menjawab tantangan tersebut adalah controlled environment agriculture, yakni sistem budidaya menggunakan greenhouse maupun plant factory yang memungkinkan lingkungan tumbuh tanaman dikendalikan sesuai kebutuhan. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil pertanian dengan penggunaan air, energi, dan lahan yang lebih efisien. “Kita membutuhkan sistem produksi yang mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas dalam jumlah cukup dan tersedia secara berkelanjutan meskipun menghadapi perubahan cuaca maupun iklim,” jelas Prof. Affan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perkembangan pertanian modern kini semakin didukung oleh pemanfaatan sensor, sistem digital, dan kecerdasan buatan melalui konsep Speaking Plant Approach. Pendekatan tersebut memungkinkan kondisi fisiologis tanaman dipantau secara real-time sehingga kebutuhan tanaman dapat direspons secara otomatis untuk menghasilkan budidaya yang lebih presisi. “Melalui sensor dan sistem digital, tanaman seolah dapat menyampaikan kebutuhannya sehingga pengelolaan budidaya menjadi lebih tepat, efisien, dan sesuai dengan kondisi tanaman itu sendiri,” ungkapnya.

Selain meningkatkan kualitas produk segar, Prof. Affan juga menekankan pentingnya mengoptimalkan bahan sisa agroindustri sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular. Berbagai residu hasil pertanian, seperti kopi, kakao, sagu, hingga tandan kosong kelapa sawit, menurutnya masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kemasan ramah lingkungan, pupuk organik, pakan ternak, maupun sumber energi alternatif. “Transformasi bahan sisa menjadi produk yang lebih bernilai merupakan bagian dari strategi untuk membangun agroindustri yang semakin berkelanjutan,” tuturnya.

Melalui pengembangan teknologi produksi modern dan optimalisasi pemanfaatan bahan sisa agroindustri, Prof. Affan berharap sistem agroindustri Indonesia semakin adaptif terhadap tantangan global sekaligus mampu memperkuat ketahanan pangan nasional. Pengukuhan ini juga menegaskan komitmen FTP UGM dalam menghasilkan inovasi yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan sistem pangan berkelanjutan, SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi agroindustri, SDG 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan bahan sisa agroindustri dalam konsep ekonomi sirkular, serta SDG 13: Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengembangan sistem produksi pertanian yang lebih efisien dan adaptif terhadap perubahan iklim.

123…10

Berita Terakhir

  • FTP UGM dan Kementan–BRIN Bahas Teknologi Pascapanen untuk Perluas Hilirisasi Hortikultura
  • Menanam Harapan di Lahan Tadah Hujan Merauke, Dosen FTP UGM Pimpin Pengembangan Demplot Terpadu
  • FTP UGM, Ada Apa Sih? Siswa MAN 1 Magetan Mengenal Dunia Perkuliahan, Program Studi, hingga Laboratorium FTP UGM
  • Pati Sagu Naik Kelas, FTP UGM Bersama Pertamina dan BRIN Kembangkan Drilling Starch Tahan Suhu Tinggi
  • Beyond Curriculum 2026: Menyusun Arah Baru Keilmuan Teknologi Pertanian FTP UGM

Berita UGM

  • UGM-UNTL Timor Leste Sepakat Perluas Kolaborasi Akademik 14 September 2026
  • RUU Reforma Agraria Dinilai Efektif Pangkas Ketimpangan Penguasaan Tanah 14 September 2026
  • Relasi Kuasa dan Budaya Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus 14 September 2026
  • Kemenyan Masih Diekspor Mentah, Dosen UGM Desak Pemerintah Lakukan Hilirisasi 14 September 2026
  • Gali Kearifan Lokal dan Hukum Adat, Mahasiswa UGM Cari Solusi Konflik Manusia vs Monyet Ekor Panjang 14 September 2026

Agenda

  • 18Sep Alumni Gathering 2026
  • 20Sep Family Fun Day
  • 21Sep Rapat Terbuka Senat dan Puncak Dies Natalis Ke-63 FTP UGM
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju