• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
    • KAGAMA TP
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

FTP UGM Dorong Kesadaran Cegah Food Waste Melalui Edukasi di Lingkungan Fakultas

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 2: Tanpa Kelaparan Senin, 29 Desember 2025

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berkomitmen dalam mendukung upaya keberlanjutan dan ketahanan pangan melalui pelaksanaan edukasi mengenai food waste di lingkungan fakultas. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap isu pemborosan pangan yang berdampak pada lingkungan, ekonomi, dan keberlanjutan sumber daya.

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, FTP UGM melaksanakan kampanye edukasi food waste yang menyasar sivitas akademika, khususnya di lingkungan kantin FTP UGM sebagai salah satu pusat aktivitas konsumsi makanan. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengertian food waste, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah pemborosan makanan.

Materi edukasi yang disiapkan memuat informasi tentang dampak food waste, antara lain meningkatnya timbulan limbah, potensi krisis pangan, peningkatan emisi gas rumah kaca, serta kerusakan lingkungan. Selain itu, disampaikan pula berbagai cara pencegahan food waste yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti perencanaan konsumsi, penyimpanan makanan yang tepat, dan pengolahan sisa makanan.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen FTP UGM dalam membangun budaya sadar pangan di lingkungan kampus serta mendukung nilai-nilai keberlanjutan. Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan sivitas akademika FTP UGM dapat berperan aktif dalam mengurangi food waste dan menerapkan perilaku konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Ke depan, FTP UGM akan terus mengembangkan berbagai program edukatif dan kampanye yang mendukung pengelolaan pangan berkelanjutan di lingkungan fakultas.

Dr. Andika Sidar Bahas Pemanfaatan Limbah Lignoselulosa sebagai Bioenergi dalam EVIDENT Founding Dialogue 2025

Uncategorized Rabu, 19 November 2025

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) berkontribusi dalam forum nasional lintas disiplin melalui keterlibatan Dr. Andika Sidar, S.T.P., M. Biotech sebagai narasumber pada kegiatan EVIDENT Founding Dialogue 2025: “Integrity in Practice: From Environmental Data to Public Policy” yang diselenggarakan oleh thinktank Evident Institute pada 18 November 2025 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan ini mempertemukan peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi teknologi untuk membahas integritas dalam penerapan ilmu pengetahuan, khususnya pada isu lingkungan dan energi berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Dr. Andika Sidar menyampaikan materi berjudul “Transforming Lignocellulosic Waste into Bioenergy”. Paparan ini mengulas pemanfaatan limbah lignoselulosa dari sektor agroindustri sebagai sumber bioenergi berkelanjutan melalui pendekatan bioteknologi. Materi tersebut menyoroti potensi pengolahan limbah menjadi energi bersih sebagai bagian dari sistem produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

EVIDENT Founding Dialogue 2025 dirancang sebagai forum reflektif untuk memperkuat integritas dalam tata kelola data dan pengambilan kebijakan publik. Dialog ini bertujuan menghasilkan sebuah sintesis ringkas berjudul “Integritas dalam Praktik dan Refleksi dari Dialog” yang memuat wawasan utama serta arah tindak lanjut kolaborasi ke depan. Dokumen tersebut menjadi landasan keberlanjutan EVIDENT Dialogue Series yang berfokus pada bukti ilmiah, teknologi, dan integritas dalam kehidupan publik.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Executive Director Evident Institute, Rinatania Anggreni Fajriani, S.E., M.Sc., Ph.D., yang memaparkan visi dan tujuan thinktank Evident Institute. Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Direktur Beasiswa LPDP, Ir. Dwi Larso, M.SIE., Ph.D., serta para narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan. Diskusi mencakup isu integritas kebijakan dan kepercayaan publik, keamanan pangan dan implementasi kebijakan program Makan Bergizi Gratis, hingga tantangan lingkungan, krisis iklim, dan pengembangan energi terbarukan dari sektor agroindustri dan kelautan.

Keterlibatan Dr. Andika Sidar dalam dialog ini menegaskan peran aktif FTP UGM dalam pengembangan dan diseminasi ilmu pengetahuan berbasis integritas, khususnya pada pemanfaatan limbah agroindustri sebagai sumber energi terbarukan. Forum ini juga memperlihatkan keterkaitan antara praktik ilmiah di laboratorium, pengelolaan lingkungan, kebijakan publik, validitas data, serta penerapan sistem operasional yang berdampak langsung pada layanan masyarakat.

Kegiatan EVIDENT Founding Dialogue 2025 selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDGs 3 Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 7 Affordable and Clean Energy (Energi Bersih dan Terjangkau), SDGs 12 Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDGs 13 Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDGs 16 Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan integritas, inovasi teknologi, dan kebijakan berbasis bukti ilmiah.

Join the international student competition: Nature Based Future Challenge!

Informasi Selasa, 21 Oktober 2025

Are you passionate about climate resilience, sustainable land use, entrepreneurship, and shaping a better future? Do you want to make a real impact and have a chance to win a 9000 EUR prize?

By participating in the Nature Based Future Challenge, you’ll help design innovative, nature-based solutions that contribute to a more sustainable and climate-resilient future for key regions around the world.

This year’s focus: reimagining the future of the Mississippi River Delta, one of the most vulnerable areas to climate change. Work in interdisciplinary teams and explore innovative approaches to ensure a sustainable, resilient future for this region!

As a participant, you’ll receive coaching from academic and in-field experts, connect with a global network of like-minded changemakers, and develop essential skills in innovation and entrepreneurship. It’s a unique opportunity to learn, grow, and build solutions that matter.

The winning team will receive a 9000 EUR prize.

Curious to learn more? Check the short summary of the Challenge or contact us at studentchallenges@wur.nl

The deadline for registration is on the 17th November. Register here.

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

TIM PKM JGrow+: Mengubah Limbah Ternak Menjadi Solusi Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Jamblangan, Saygan, Sleman

Rilis BeritaSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Senin, 6 Oktober 2025

Tim PKM (Program Kreativitas mahasiswa) besutan Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc. melakukan sesi konsultasi hasil pengabdian masyarakatnya di Desa Jambalangan, Sayegan, Sleman. Tim mahasiswa terdiri dari Tsabita Afidati, Muhammad Fajar Ramadhani, Satria Enggal Buana, Salma Putri Nabila dan Widyaningsih Tutus Mahardika. Tim ini mengusung PKM PM (Pengabdian Masyarakat) “Pemberdayaan Karang Taruna melalui Inovasi Jamblangan Grow+ (JGrow+) Berbasis Farm Waste untuk Meningkatkan Produktivitas di Desa Jamblangan”. Ide yang melatari pengusulan PKM-PM ini adalah fakta bahwa Desa Jamblangan memiliki sumber daya peternakan berupa ternak sapi dan kambing yang cukup banyak. Sumber daya tersebut minimal menghasilkan urin ternak 230 liter/hari dan feses 222 kg/hari. Urin ternak mengandung 0,23% nitrogen sementara feses mengandung 16,35% C organik. Farm Waste merupakan limbah peternakan dalam bentuk feses dan urine dengan berbagai kandungan hara yang berguna untuk pertanian.Di sisi lain, Desa Jamblangan sesungguhnya memiliki potensi sumber daya yang besar. Tercatat terdapat 20 ekor sapi dan 20 ekor kambing yang setiap harinya menghasilkan sekitar 230 liter urin dan 222 kilogram feses. Limbah ternak atau farm waste tersebut mengandung unsur bermanfaat seperti nitrogen (0,23% pada urin) dan karbon organik (16,35% pada feses) yang berfungsi sebagai nutrisi alami bagi tanaman.

Tim PKM JGrow+ Desa Jamblangan  menghadapi dua tantangan utama dalam pengelolaan pertanian. Pertama, tingginya penggunaan pupuk dan bahan kimia yang dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas tanah serta berdampak pada kesehatan lingkungan. Kedua, keterlibatan generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna Permadi 13 masih terbatas, sehingga potensi produktivitas mereka belum termanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, Desa Jamblangan memiliki potensi sumber daya peternakan dan pertanian yang besar

Berangkat dari potensi ini, Tim PKM-PM Universitas Gadjah Mada bersama Karang Taruna Permadi 13 menginisiasi program JGrow+ (Jamblangan Grow+). Program ini berfokus pada pemanfaatan limbah peternakan menjadi Pupuk Organik Plus (POP) dan Biofertilizer. Tidak hanya mengandalkan feses dan urin ternak, bahan tambahan lain seperti sisa sayuran rumah tangga dan tembakau dari puntung rokok turut digunakan untuk memperkaya kualitas produk. Lebih jauh, produk ini juga mengandung sembilan jenis mikroorganisme yang mendukung pertumbuhan tanaman.

Proses produksi berlangsung melalui fermentasi: sekitar 1–1,5 bulan untuk POP dan 10–14 hari untuk biofertilizer. Indikator sederhana digunakan untuk menilai kelayakan produk, misalnya perubahan warna cairan menjadi lebih gelap dan aroma menyerupai kecap pada biofertilizer. Setelah itu, produk disimpan pada ruang tertutup dan dilakukan pelepasan gas setiap dua minggu untuk menjaga kualitas.

Namun, JGrow+ bukan sekadar program teknis pengolahan limbah. Melalui kegiatan pendampingan, mitra juga dibekali pengetahuan tentang pengemasan, strategi promosi, serta manajemen organisasi dengan pembentukan divisi dan sub-divisi. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian dan keberlanjutan program.

Untuk memperluas dampak, metode Training of Trial (TOT) diterapkan agar masyarakat sekitar dapat langsung mempraktikkan teknik pengolahan. Selain itu, video tutorial yang diunggah melalui kanal YouTube menjadi sarana penyebarluasan pengetahuan yang menjangkau khalayak lebih luas.

Program JGrow+ menjadi bukti bahwa solusi atas permasalahan lingkungan dan pertanian dapat lahir dari kolaborasi. Dengan memanfaatkan potensi lokal, Desa Jamblangan tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, tetapi juga memberdayakan generasi mudanya untuk menjadi motor perubahan.

Kontributor :

Bimbingan Teknis Petugas Operasi Bendung di BBWS Serayu Opak

Rilis BeritaSDG 13: Penanganan Perubahan IklimSDG 2: Tanpa Kelaparan Rabu, 27 Agustus 2025

Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bintek) bagi Petugas Operasi Bendung (POB) pada Rabu, 27 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh enam puluh orang POB di wilayah Sungai Serayu Opak serta kepala Unit Pengelola Irigasi (UPI). Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan, Rr. Vicky Ariyanti, ST., M.Sc., Ph.D., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran POB dalam pengelolaan jaringan irigasi.

Sebagai narasumber, Dr. Murtiningrum, dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM, menyampaikan materi terkait tugas POB, pengisian blangko operasi dan pemeliharaan (OP), serta manual OP bendung. Uraian tugas POB meliputi operasi pintu pengambilan, pintu pembilas, kantong lumpur, dan pemeliharaan bagian-bagian bendung. Sementara itu, pengisian blangko OP difokuskan pada blangko 01-P untuk identifikasi kondisi infrastruktur dan blangko 08-O untuk pencatatan debit sungai. Acara tersebut mendukung pencapaian SDG ke-2 tanpa kelaparan dan ke-13 penanganan perubahan iklim.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai poin-poin penting dalam manual OP bendung yang menjadi acuan kerja POB dan petugas lain terkait. Metode pelaksanaan bintek dilakukan secara kombinasi melalui paparan, diskusi, dan praktik langsung, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan peserta dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

123…8

Berita Terakhir

  • FTP UGM Dorong Kesadaran Cegah Food Waste Melalui Edukasi di Lingkungan Fakultas
  • FTP UGM Gelar Workshop Tim Kesehatan Mental untuk Perkuat Sistem Kampus Sejahtera
  • Kick-Off PUI-PT Gastronomi Indonesia, FTP UGM Dorong Gastronomi sebagai Soft Power dan Penggerak Ekonomi Kreatif
  • Dr. Andika Sidar Bahas Pemanfaatan Limbah Lignoselulosa sebagai Bioenergi dalam EVIDENT Founding Dialogue 2025
  • Prof. Dr. Sri Raharjo Bahas Ketahanan Pangan Kota Yogyakarta dalam FGD Bersama Dinas Pertanian dan Pangan

Berita UGM

  • Momen Nataru dan Mudik Lebaran, Pemerintah Perlu Strategi Antisipasi Penumpukan Volume Kendaraan 31 Desember 2025
  • UGM dan Pemkab Kulon Progo Jajaki Pengembangan RS Nyi Ageng Serang 31 Desember 2025
  • Perkuat Ekosistem Biota Laut, PSLH UGM Rehabilitasi Mangrove di Kampung Patikang Pandeglang 31 Desember 2025
  • UGM Raih Penghargaan Kampus dengan Kinerja Mobilitas Mahasiswa Terbanyak di Anugerah Diktisaintek 31 Desember 2025
  • Lonjakan Wisatawan di Libur Nataru, Sosiolog UGM Soroti Dampak Sosial Bagi Warga Yogyakarta 31 Desember 2025
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2025 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju