Belajar memainkan gamelan, membatik, hingga menarikan tari klasik Yogyakarta menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi mahasiswa Faculty of Biotechnology and Biomolecular Sciences, Universiti Putra Malaysia (UPM) dalam UPM ASEAN Cultural Exchange – Indonesia Programme yang diselenggarakan bersama Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 27–28 Juli 2026, di Yogyakarta. Program ini mempertemukan 14 mahasiswa UPM yang tergabung dalam Student’s Associations of Faculty of Biotechnology and Biomolecular Sciences UPM dan 14 mahasiswa FTP UGM dalam pertukaran akademik dan budaya yang bertujuan memperluas wawasan mengenai sistem pendidikan tinggi, meningkatkan kompetensi komunikasi lintas budaya, serta mempererat persahabatan antar mahasiswa di kawasan ASEAN.
Program yang didampingi Dr. Fairolniza Mohd Shariff dan Mrs. Nurul Hidayah Samadi dari UPM ini juga menjadi langkah awal dalam menginisiasi kerja sama antara Faculty of Biotechnology and Biomolecular Sciences UPM dengan FTP UGM, khususnya Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP UGM. Melalui berbagai kegiatan akademik dan budaya, mahasiswa dari kedua universitas memperoleh ruang untuk saling bertukar pengalaman sekaligus membangun jejaring internasional.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P. menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen kedua institusi dalam memperkuat kolaborasi akademik dan hubungan antar perguruan tinggi di kawasan ASEAN. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi lintas budaya yang semakin dibutuhkan di era global.
“ASEAN is more than a regional organization—it is a community built upon diversity, mutual respect, and shared aspirations. Through programmes such as this, we create opportunities for our young generation to appreciate different cultures, learn from one another, and develop the intercultural competencies that are essential in today’s interconnected world,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari kesan yang mereka bagikan setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Salah satu mahasiswa UPM, Norhaikal Bin Norhaizad (Haikal), mengatakan bahwa program tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena memberinya kesempatan untuk bertemu dan menjalin persahabatan dengan mahasiswa UGM.
“It is a very fun programme between UPM and UGM. We can make friends with the UGM students. If I could describe this programme in one word, I would say it is an amazing programme,” ujarnya.
Bagi Nor Syameel Azraie Bin Nor Ezlie Azram (Syameel), pengalaman mengenal budaya Indonesia menjadi bagian yang paling menarik selama mengikuti program.
“I learned a lot about Indonesian culture, especially the gamelan, the food, and the people. If I had to describe this programme in one word, it would be fun,” katanya.
Sementara itu, Nur Irdina Rauqah Binti Nasrun (Dina) mengaku kunjungan pertamanya ke Yogyakarta memberikan pengalaman yang melampaui ekspektasinya.
“Everything is just fantastic about Jogja, the food, the environment, and also the people. I really enjoyed this programme,” ungkapnya.
Selain mengikuti sesi perkenalan dan presentasi mengenai profil universitas serta aktivitas kemahasiswaan, mahasiswa UPM juga diajak mengunjungi laboratorium di FTP UGM untuk mengenal fasilitas pendidikan dan penelitian yang dimiliki fakultas. Interaksi tersebut menjadi sarana berbagi pengalaman mengenai kehidupan akademik di kedua perguruan tinggi sekaligus membuka peluang kolaborasi di masa depan.
Pengalaman lintas budaya kemudian dilanjutkan melalui kunjungan ke Desa Wisata Pentingsari, Sleman. Di desa wisata tersebut, mahasiswa dari kedua universitas belajar memainkan gamelan, mencoba membatik, serta mempelajari tari klasik Yogyakarta sesuai pakem yang berlaku.
Melalui UPM ASEAN Cultural Exchange – Indonesia Programme, FTP UGM terus memperkuat komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pengalaman belajar yang mengintegrasikan akademik dan budaya. Program ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara FTP UGM dan UPM, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun mobilitas mahasiswa, sehingga mampu melahirkan lulusan yang memiliki perspektif global sekaligus apresiasi terhadap keberagaman budaya.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pengalaman belajar internasional, SDG 10: Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan) melalui peningkatan pemahaman lintas budaya, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi di kawasan ASEAN.