• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
  • SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
Arsip:

SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan

Resmi Dilantik, Kabinet Baru BEM FTP UGM 2026 Rekatkan Solidaritas lewat Gathering dan Launching

Rilis BeritaSDG 10: Berkurangnya KesenjanganSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera Kamis, 30 Juli 2026

Badan Pengembangan Sumber Daya Insani (PSDI) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM menyelenggarakan kegiatan Gathering Launching Kabinet BEM FTP 2026, berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026, mulai pukul 10.40 hingga 15.00 WIB, bertempat di ruang meeting Hotel Malyabhara. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk peresmian kabinet baru BEM FTP, sekaligus ajang perkenalan dan sarana bonding untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh anggota.

Setiap awal periode kepengurusan selalu menyimpan tantangan tersendiri: bagaimana caranya membuat puluhan anggota baru dari berbagai badan dan kementerian saling mengenal dan merasa menjadi bagian dari satu keluarga besar. Menjawab tantangan itu, rangkaian acara dirancang tidak hanya sebagai seremonial formal, tetapi juga momen kebersamaan yang hangat. Kegiatan diawali dengan presentasi kabinet, dilanjutkan pembacaan Standar Operasional Prosedur dan Garis-Garis Besar Kaderisasi (SOP-GDK), serta pengucapan ikrar sebagai simbol komitmen bersama seluruh anggota kabinet.

Suasana kian akrab saat memasuki sesi perkenalan setiap badan dan kementerian, yang dilengkapi dengan mini games untuk mencairkan suasana dan mempererat interaksi antaranggota. Rangkaian acara turut diselingi waktu istirahat, salat, dan makan (ishoma), sebelum akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi awal perjalanan kabinet baru BEM FTP UGM 2026.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota kabinet dapat memulai periode kepengurusan dengan fondasi kekompakan dan rasa saling memiliki yang kuat, sehingga mendukung kinerja organisasi yang lebih solid sepanjang tahun ke depan.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

ASEAN Cultural Exchange Programme Pertemukan Mahasiswa UPM, Malaysia, dengan FTP UGM

SDG 10: Berkurangnya KesenjanganSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Kamis, 30 Juli 2026

Belajar memainkan gamelan, membatik, hingga menarikan tari klasik Yogyakarta menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi mahasiswa Faculty of Biotechnology and Biomolecular Sciences, Universiti Putra Malaysia (UPM) dalam UPM ASEAN Cultural Exchange – Indonesia Programme yang diselenggarakan bersama Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 27–28 Juli 2026, di Yogyakarta. Program ini mempertemukan 14 mahasiswa UPM yang tergabung dalam Student’s Associations of Faculty of Biotechnology and Biomolecular Sciences UPM dan 14 mahasiswa FTP UGM dalam pertukaran akademik dan budaya yang bertujuan memperluas wawasan mengenai sistem pendidikan tinggi, meningkatkan kompetensi komunikasi lintas budaya, serta mempererat persahabatan antar mahasiswa di kawasan ASEAN.

Program yang didampingi Dr. Fairolniza Mohd Shariff dan Mrs. Nurul Hidayah Samadi dari UPM ini juga menjadi langkah awal dalam menginisiasi kerja sama antara Faculty of Biotechnology and Biomolecular Sciences UPM dengan FTP UGM, khususnya Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP UGM. Melalui berbagai kegiatan akademik dan budaya, mahasiswa dari kedua universitas memperoleh ruang untuk saling bertukar pengalaman sekaligus membangun jejaring internasional.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P.  menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen kedua institusi dalam memperkuat kolaborasi akademik dan hubungan antar perguruan tinggi di kawasan ASEAN. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi lintas budaya yang semakin dibutuhkan di era global.

“ASEAN is more than a regional organization—it is a community built upon diversity, mutual respect, and shared aspirations. Through programmes such as this, we create opportunities for our young generation to appreciate different cultures, learn from one another, and develop the intercultural competencies that are essential in today’s interconnected world,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dari kesan yang mereka bagikan setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Salah satu mahasiswa UPM, Norhaikal Bin Norhaizad (Haikal), mengatakan bahwa program tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena memberinya kesempatan untuk bertemu dan menjalin persahabatan dengan mahasiswa UGM.

“It is a very fun programme between UPM and UGM. We can make friends with the UGM students. If I could describe this programme in one word, I would say it is an amazing programme,” ujarnya.

Bagi Nor Syameel Azraie Bin Nor Ezlie Azram (Syameel), pengalaman mengenal budaya Indonesia menjadi bagian yang paling menarik selama mengikuti program.

“I learned a lot about Indonesian culture, especially the gamelan, the food, and the people. If I had to describe this programme in one word, it would be fun,” katanya.

Sementara itu, Nur Irdina Rauqah Binti Nasrun (Dina) mengaku kunjungan pertamanya ke Yogyakarta memberikan pengalaman yang melampaui ekspektasinya.

“Everything is just fantastic about Jogja, the food, the environment, and also the people. I really enjoyed this programme,” ungkapnya.

Selain mengikuti sesi perkenalan dan presentasi mengenai profil universitas serta aktivitas kemahasiswaan, mahasiswa UPM juga diajak mengunjungi laboratorium di FTP UGM untuk mengenal fasilitas pendidikan dan penelitian yang dimiliki fakultas. Interaksi tersebut menjadi sarana berbagi pengalaman mengenai kehidupan akademik di kedua perguruan tinggi sekaligus membuka peluang kolaborasi di masa depan.

Pengalaman lintas budaya kemudian dilanjutkan melalui kunjungan ke Desa Wisata Pentingsari, Sleman. Di desa wisata tersebut, mahasiswa dari kedua universitas belajar memainkan gamelan, mencoba membatik, serta mempelajari tari klasik Yogyakarta sesuai pakem yang berlaku. 

Melalui UPM ASEAN Cultural Exchange – Indonesia Programme, FTP UGM terus memperkuat komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pengalaman belajar yang mengintegrasikan akademik dan budaya. Program ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara FTP UGM dan UPM, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun mobilitas mahasiswa, sehingga mampu melahirkan lulusan yang memiliki perspektif global sekaligus apresiasi terhadap keberagaman budaya.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pengalaman belajar internasional, SDG 10: Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan) melalui peningkatan pemahaman lintas budaya, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi di kawasan ASEAN.

Pelurusan Istilah UPF Jadi Fokus FGD FTP UGM dan BGN, Akademisi Tekankan Pangan Aman, Bergizi, Halal, dan Sehat

Rilis BeritaSDG 10: Berkurangnya KesenjanganSDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawabSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 1: Tanpa KemiskinanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan Berkualitas Jumat, 13 Februari 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mengoreksi Miskonsepsi tentang Sebutan Ultra Processed Food (UPF) dan Dampaknya pada Kebijakan Penyediaan Pangan Olahan dalam Menu MBG” pada Jumat, 13 Februari 2026 pukul di Auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Kegiatan ini menghadirkan akademisi lintas disiplin, pakar teknologi pangan, ahli gizi, perwakilan pemerintah, pelaku industri dan UMKM pangan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk membahas pelurusan miskonsepsi UPF sebagai salah satu dasar dalam penyusunan kebijakan pangan olahan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejak awal diskusi, Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc., Guru Besar FTP UGM menegaskan kekhawatiran akademisi terhadap penggunaan istilah UPF yang dinilai berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. “Yang kami khawatirkan, jika istilah UPF ini terus digunakan, publik tidak bisa membedakan secara jelas antara processed food dan ultra processed food. Akhirnya semua pangan olahan bisa dianggap UPF dan langsung dikonotasikan negatif terhadap kesehatan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa dalam praktik penyediaan pangan skala besar, proses pengolahan justru menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan pangan, stabilitas mutu, dan kecukupan gizi. “Padahal pangan dalam jumlah besar tetap harus melalui pengolahan agar aman, bergizi, dan layak dikonsumsi. Karena itu kami menyarankan menggunakan istilah processed food atau pangan olahan yang tetap aman, bergizi, dan halal agar tidak menimbulkan keraguan dalam implementasi MBG,” tambahnya.

Prof. Sri juga menekankan bahwa penggunaan istilah yang kurang tepat berpotensi memunculkan stigma negatif terhadap teknologi pengolahan pangan dan menghambat pemahaman publik yang komprehensif. Ia mengingatkan bahwa teknologi pengolahan pangan merupakan bagian penting dari sistem pangan modern, terutama untuk menjamin distribusi pangan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat luas.

Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Dekan FTP UGM menyampaikan bahwa kolaborasi antara FTP UGM dan BGN merupakan bagian dari upaya akademik untuk meluruskan penggunaan istilah yang berkembang di masyarakat, khususnya terkait konsep ultra processed food. Ia menjelaskan bahwa dalam bidang teknologi pangan terdapat terminologi yang lebih relevan, yaitu pangan olahan yang aman, bergizi, halal, dan sehat. Menurutnya, istilah yang diadopsi dari luar tanpa penyesuaian konteks keilmuan nasional dapat menimbulkan miskonsepsi yang berdampak pada kebijakan maupun persepsi publik.

Ia juga menegaskan bahwa upaya pelurusan konsep ini telah dilakukan bahkan sebelum program MBG berjalan, sehingga bukan dimaksudkan untuk melegitimasi pangan tertentu, melainkan memastikan penggunaan istilah yang tepat secara ilmiah dan kontekstual. FTP UGM bahkan menyarankan agar istilah UPF tidak digunakan dalam kerangka kebijakan MBG karena berpotensi merancukan pemahaman antara pangan olahan secara umum dengan istilah yang memiliki konotasi negatif. Ia menekankan pentingnya kedaulatan keilmuan nasional dalam menggunakan istilah yang sesuai dengan prinsip pangan yang aman, bergizi, halal, dan sehat.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai sudut pandang ilmiah dan praktis. Para peserta menyoroti pentingnya pendekatan berbasis bukti ilmiah dalam menilai kualitas pangan, bukan sekadar berdasarkan istilah atau persepsi umum. Beberapa narasumber juga menekankan bahwa klasifikasi pangan perlu dipahami secara kritis dengan mempertimbangkan komposisi zat gizi, metode pengolahan, tujuan teknologi, serta konteks konsumsi masyarakat.

Selain itu, forum membahas pentingnya strategi komunikasi publik dalam kebijakan pangan nasional. Penggunaan istilah yang kurang tepat dikhawatirkan dapat memicu stigma terhadap teknologi pangan, menghambat inovasi industri nasional, serta memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap pangan olahan yang sebenarnya aman dan bergizi. Oleh karena itu, edukasi publik dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan literasi pangan masyarakat.

Dari sisi implementasi MBG, diskusi menyoroti kebutuhan standarisasi proses produksi pangan, pengawasan keamanan pangan, serta pelibatan pelaku industri dan UMKM lokal dalam penyediaan menu bergizi. Para peserta juga menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi pangan dengan prinsip kesehatan masyarakat agar program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di seluruh Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, hasil FGD akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi kebijakan dan policy brief sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pangan MBG berbasis sains. Rekomendasi awal mencakup penggunaan istilah pangan yang kontekstual dan berbasis keilmuan, penguatan edukasi publik mengenai pengolahan pangan, serta pengembangan standar kebijakan yang mendukung penyediaan pangan olahan yang aman, bergizi, halal, dan sehat.

Melalui kegiatan ini, FTP UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kebijakan pangan nasional berbasis riset dan keilmuan, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi dan pembuat kebijakan dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.

FTP UGM Gelar Workshop Tim Kesehatan Mental untuk Perkuat Sistem Kampus Sejahtera

Rilis BeritaSDG 10: Berkurangnya KesenjanganSDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang TangguhSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera Rabu, 24 Desember 2025

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Tim Kesehatan Mental FTP UGM pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di FTP UGM. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman, koordinasi, serta tindak lanjut layanan kesehatan mental bagi sivitas akademika di lingkungan FTP UGM.

Workshop diikuti oleh perwakilan dosen, tenaga kependidikan, pengelola akademik dan kemahasiswaan, serta tim lintas departemen. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Koordinator Tim Kesehatan (KTK) AKM, yang memaparkan perjalanan dan pengembangan layanan kesehatan mental di FTP UGM sejak tahun 2019 hingga rencana penguatan sistem pada tahun 2025.

Dalam paparannya disampaikan bahwa layanan kesehatan mental di FTP UGM telah berkembang mulai dari pendampingan mahasiswa terdampak pandemi, pelatihan Psychological First Aid (PFA), pembentukan PIC Kesehatan Mental, hingga peluncuran sistem informasi skrining lanjutan. FTP UGM saat ini mengadopsi model dosen konselor, dengan harapan mampu menjangkau mahasiswa secara lebih dekat dan berkelanjutan.

KTK AKM juga menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain koordinasi tindak lanjut nonklinis, keterbatasan waktu mahasiswa, serta perlunya alur rujukan yang jelas bagi kasus berisiko tinggi. Oleh karena itu, diusulkan penguatan layanan promotif dan preventif dengan melibatkan dosen konselor, peer counselor, Dosen Pembimbing Akademik (DPA), dan dosen pembimbing skripsi, serta penyusunan manajemen kasus mahasiswa yang terintegrasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ibu Diana Setiyawati dari Center for Public Mental Health (CPMH) UGM, yang menekankan bahwa tujuan utama kesehatan mental di fakultas bukan hanya menangani individu yang melapor, tetapi menyehatkan seluruh sivitas akademika. Ia menjelaskan konsep kesehatan jiwa sebagai kondisi sejahtera yang memungkinkan individu mengenali potensi diri, mampu menghadapi tekanan hidup, produktif, dan berkontribusi bagi lingkungan.

Dalam paparannya, Ibu Diana menjelaskan bahwa stres bukanlah gangguan jiwa, melainkan respons alami yang dapat menjadi masalah ketika bertemu dengan kerentanan individu. Oleh karena itu, kampus perlu membangun lingkungan yang suportif dan berwelas asih (compassionate), serta memiliki sistem mitigasi yang jelas melalui pendekatan look, listen, and link dalam PFA.

Workshop juga membahas pentingnya alur rujukan yang sistematis, peran DPA dan psikolog dalam penyusunan safety plan, serta perlunya program promotif dan preventif seperti kelas regulasi emosi, konseling kelompok, dan penguatan keterampilan koping. Selain itu, dibahas pula gagasan pembentukan peer counselor berbasis sukarela, serta penguatan peran keluarga melalui program outreach dan parenting.

Sesi diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dan pengalaman dari dosen terkait pendampingan mahasiswa, tantangan generasi saat ini, serta peran institusi dalam membangun ketangguhan mental mahasiswa. Diskusi menegaskan bahwa layanan kesehatan mental tidak hanya berfokus pada kurasi dan rehabilitasi, tetapi juga pada promosi dan pencegahan agar seluruh mahasiswa memperoleh hak atas kesehatan mental yang optimal.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar hasil workshop dapat ditindaklanjuti melalui program konkret pada tahun mendatang, dengan dukungan penuh dari departemen, fakultas, dan psikolog, guna mewujudkan FTP UGM sebagai kampus yang sehat, aman, dan menyejahterakan.

FTP UGM Selenggarakan “Teman Cerita: Talk & Touch 2025” untuk Dukung Kesehatan Mental Mahasiswa

Rilis BeritaSDG 10: Berkurangnya KesenjanganSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan Berkualitas Minggu, 19 Oktober 2025

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Teman Cerita: Talk & Touch 2025 pada 18 Oktober 2025 bertempat di Ruang Kelas 102 FTP UGM. Kegiatan ini merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM FTP UGM melalui komunitas Teman Cerita FTP, dengan menghadirkan narasumber Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi., M.A. dari Fakultas Psikologi UGM. Mengusung format seminar dan workshop dengan tajuk “MindFuel: How Self-Awareness Powers Your Energy”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran dan refleksi bagi mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran diri serta mengelola kesejahteraan mental dalam dinamika aktivitas akademik sehari-hari.

Kegiatan Teman Cerita: Talk & Touch 2025 hadir sebagai upaya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk sejenak beristirahat dari tekanan akademik melalui aktivitas yang santai, bermakna, dan menenangkan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep self-awareness dan manajemen energi sebagai keterampilan penting dalam menjaga keseimbangan antara tuntutan studi, aktivitas organisasi, dan kebutuhan pribadi. Dengan meningkatnya beban akademik dan tantangan kehidupan kampus, kebutuhan akan ruang suportif yang mampu mengakomodasi kesehatan mental menjadi semakin relevan bagi mahasiswa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya mengenali diri sendiri, pola reaksi emosional, serta cara mempertahankan energi positif dalam menghadapi dinamika kehidupan kampus. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi diri dan berbagi pengalaman antar peserta, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk saling mendukung dan membangun rasa kebersamaan. Sebagai penutup, peserta mengikuti workshop berbasis art therapy sederhana yang mendorong ekspresi diri melalui aktivitas kreatif. Pendekatan ini memberikan pengalaman praktis yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu mahasiswa lebih peka terhadap kondisi emosional diri.

Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian FTP UGM terhadap isu kesehatan mental dan kesejahteraan mahasiswa. Kegiatan ini bukan hanya menjadi forum edukasi, tetapi juga wadah interaksi yang mendorong dukungan sosial antar mahasiswa, sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih sehat, inklusif, dan saling menghargai. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat peran komunitas Teman Cerita sebagai ruang aman (safe space) bagi mahasiswa untuk berbagi cerita, mendapatkan pendampingan awal, serta mengakses informasi mengenai kesehatan mental secara tepat.

Pelaksanaan Teman Cerita: Talk & Touch 2025 mendukung pencapaian beberapa indikator Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kesadaran dan dukungan terhadap kesehatan mental; SDG 4 (Quality Education) melalui pemberian akses pembelajaran holistik yang menunjang keberlanjutan studi; SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan menyediakan ruang yang inklusif dan mudah diakses bagi seluruh mahasiswa tanpa diskriminasi; serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi organisasi mahasiswa dan akademisi dalam menciptakan program yang berdampak positif bagi kesejahteraan siswa dan sivitas akademika.

123…5

Berita Terakhir

  • Dosen FTP UGM Ketuai Tim Juri Lomba Sawah Irigasi Ramah Lingkungan (SIRAMLI) di Empat Kabupaten DIY
  • Dari Selasar Kampus ke Omah Jawi: HIMATIPA UGM Tempa Pemimpin Muda TIP lewat Leadership Training 2026
  • Tujuh Dosen FTP UGM Dampingi Anggota Baru PERMATETA di Leadership Camp II 2026
  • Sepucuk Surat dan Sekantong Semangat: BEM FTP UGM Gelar “Letter For You” Jelang UTS dan UAS
  • Resmi Dilantik, Kabinet Baru BEM FTP UGM 2026 Rekatkan Solidaritas lewat Gathering dan Launching

Berita UGM

  • Jajaran Kantor Staf Presiden Kunjungi ULD dan GIK UGM, Apresiasi Kampus Inklusif Berbasis Inovasi 30 Juli 2026
  • UGM Raih Penghargaan atas Pendampingan Koperasi Berbasis Keilmuan di DIY 30 Juli 2026
  • KKN UGM Hadirkan Inovasi Pertanian Terpadu untuk Dukung Ketahanan Pangan di Kutai Kartanegara 30 Juli 2026
  • 24 Rektor PTN-BH Sepakat Wujudkan Kampus Inklusif dan Bebas Kekerasan 30 Juli 2026
  • UGM dan UPM Perkuat Kolaborasi Akademik melalui Pertukaran Budaya 30 Juli 2026

Agenda

  • 05Agu Seleksi dan Penetapan Bakal Calon Dekan dalam Rapat Senat Fakultas
  • 13Agu Srawung Desa
  • 22Agu Expo Beasiswa
  • 27Agu The 10th International Conference – Indonesian Society for Lactic Acid Bacteria and Gut Microbiota (ISLAB GM)
  • 27Agu Expo Produk Unggulan FTP UGM
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju