Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya peningkatan akses pangan sehat melalui partisipasi dalam kegiatan Workshop Peningkatan Akses Pangan Sehat Inklusif yang diselenggarakan oleh Lembaga Konsumen Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan di Sleman, Yogyakarta, pada bulan September 2025 dan menghadirkan dosen FTP UGM, Bambang Dwi Wijatniko, S.T.P., M.Agr.Sc., M.Sc., Ph.D., sebagai penanggap pada materi narasumber.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Bambang Dwi Wijatniko memberikan pandangan dan masukan terkait upaya peningkatan akses terhadap pangan sehat yang inklusif di masyarakat. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, lembaga konsumen, serta masyarakat dalam mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui diskusi yang berlangsung, peserta memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai tantangan dan strategi dalam memperluas akses pangan sehat berbasis potensi lokal.
Workshop ini bertujuan untuk mendorong terselenggaranya pasar rakyat sebagai sarana distribusi pangan lokal yang lebih sehat, aman, dan terjangkau. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana kampanye gaya hidup sehat melalui konsumsi pangan lokal, yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya SDGs 1 (No Poverty / Tanpa Kemiskinan), SDGs 2 (Zero Hunger / Tanpa Kelaparan), dan SDGs 3 (Good Health and Well-being / Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui kegiatan ini, FTP UGM mempertegas perannya dalam mendukung program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan sistem pangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya penyelenggaraan pasar rakyat sebagai salah satu sarana untuk memperkuat rantai distribusi pangan lokal yang sehat dan inklusif. Pasar rakyat berperan penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan bergizi dengan harga terjangkau, sekaligus memberdayakan produsen lokal dan petani kecil. Melalui pendekatan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan manfaat konsumsi pangan lokal, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga dalam mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pedesaan.
Inovasi yang ditawarkan oleh tim PKM-K adalah STIVALUTION yaitu produk bahan bakar industri yang ramah lingkungan berbentuk biopelet dengan bahan baku sampah plastik kategori Low Density Polyethylene (LDPE) dan sekam padi. Penggunaan kedua bahan baku ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang menumpuk di Indonesia, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta serta sekam padi yang jarang dimanfaatkan. “Kami memanfaatkan sampah plastik LDPE seperti kantong plastik dan sekam padi yang terbuang begitu saja menjadi bahan bakar ramah lingkungan agar dapat memiliki nilai jual,” jelas Gayuh.
Kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian