Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan pelatihan mengenai olahan komoditas hortikultura pada 1 Agustus 2024 di salah satu laboratorium Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, FTP. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magetan.
Pelatihan ini dipandu oleh Dr. Fiametta Ayu Purwandari, S.T.P., M.Sc., dari FTP UGM, yang mengajarkan tentang pembuatan mie instan sehat berbahan selada air, bit, dan mocaf. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada Kelompok Wanita Tani mengenai pengolahan pangan yang dapat meningkatkan nilai tambah serta menciptakan alternatif pangan sehat yang mengandung serat, pewarna alami, dan bebas gluten.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran, pengenalan,?penggalian potensi, dan orientasi untuk mendidik calon pemimpin muda bagi Mahasiswa Baru di FTP UGM 2024. Dalam upaya mengurangi sampah kardus dan plastik, FTP UGM menyediakan jamuan makan siang yang telah disiapkan menggunakan lunch box dan menyediakan air minum isi ulang.
Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Radi, STP., M.Eng menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Bantuan Alsintan dengan materi Pengembangan dan Pemanfaatan Alat Mesin Pertanian Hand Traktor Impala. Sosialisasi tersebut didukung Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY dalam rangka memberikan sosialisasi cara pengoperasian, perawatan & pengelolaan traktor impala.
Dr. Ir. Priyanto Triwitono, M.P. dan Wahyu Dwi Saputra, S.T.P., M.Agr.Sc., Ph.D. dari FTP UGM memfasilitasi sesi pelatihan ini dengan fokus pada introduksi alat pengering tepat guna “cabinet dryer” yang dirancang untuk mengoptimalkan pengolahan produk herbal. Peserta pelatihan mendapatkan pengetahuan praktis mengenai penggunaan alat ini untuk meningkatkan kualitas dan diversifikasi produk herbal yang dihasilkan.