Kesempatan belajar langsung dari industri lokal sekaligus memperkuat kolaborasi akademik lintas negara yang telah terjalin selama satu dekade hadir bagi mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Osaka Metropolitan University (OMU) Jepang, melalui program Student Exchange yang berlangsung pada 14-18 September 2026 di Yogyakarta. Program ini menghadirkan Prof. Masaharu Ota, Specially-Appointed and Emeritus Professor OMU, bersama tiga mahasiswi dari Jepang, yang disambut oleh Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo, S.T.P., M.Eng., Guru Besar Departemen Teknologi Industri Pertanian FTP UGM, beserta enam mahasiswa/i FTP UGM sebagai perwakilan Indonesia.
Program ini juga membawa mahasiswa belajar langsung dari pelaku industri lokal Yogyakarta pada 16 September, dengan mengunjungi tiga tempat yang menawarkan pengalaman berbeda. Di Bakpia Wong, salah satu produsen bakpia di Yogyakarta, mahasiswa tidak hanya menyaksikan proses produksi, tetapi juga turut mencoba membuat bakpia secara langsung. Kunjungan dilanjutkan ke Sweet Sundae, industri olahan susu Yogyakarta yang produknya telah menjangkau pasar mancanegara, di mana mahasiswa mempelajari proses produksi es krim dan produk olahan susu lainnya sekaligus mencicipi hasil produksinya. Kunjungan industri hari itu ditutup di Batik Pertiwi, salah satu produsen batik tulis dan cap di Bantul, tempat mahasiswa belajar membatik menggunakan canting, mengamati keseluruhan proses membatik yang merupakan pengalaman membatik pertama bagi mahasiswa Jepang.
Rangkaian program ditutup dengan sesi berbagi hasil belajar dan momen kebersamaan menjelang akhir program. Pada 17 September, mahasiswa memaparkan hasil pembelajaran yang diperoleh sepanjang program berlangsung, sebelum dilanjutkan dengan farewell party pada malam harinya. Malam keakraban ini berlangsung meriah dan turut dihadiri Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FTP UGM, Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P., serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni FTP UGM, Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P.
Bagi FTP UGM, satu dekade kerja sama dengan Osaka Metropolitan University ini menjadi bukti nyata keberlanjutan kolaborasi akademik lintas negara, sekaligus membuka wawasan mahasiswa mengenai penerapan ilmu pangan dan agroindustri di dunia industri secara langsung.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran akademik dan pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi satu dekade FTP UGM dengan Osaka Metropolitan University dan pelaku industri lokal di Yogyakarta.
Penulis: Shella Herdanti
Kesempatan mengasah kemampuan riset di perguruan tinggi mitra internasional turut membuka wawasan akademik lintas negara bagi mahasiswa Magister Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM). Kesempatan tersebut dijalani Muhammad Athala Fawwaz Dzaky, mahasiswa Program Studi Magister Teknik Pertanian FTP UGM sekaligus bagian dari Smart Agriculture Research Center (SARC), Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) FTP UGM, melalui kegiatan student mobility di Wageningen University & Research (WUR), Belanda, yang berlangsung pada 1-12 September 2026 sebagai bagian dari International Joint Supervision Program (IJSP) program pembimbingan bersama yang memberi mahasiswa kesempatan memperoleh pengalaman akademik dan penelitian di perguruan tinggi mitra internasional.
Di Laboratorium Vision + Robotics WUR, Athala mempelajari teknologi spectral imaging dan penerapannya untuk plant phenotyping, memanfaatkan peralatan dan sistem yang tersedia untuk memahami langsung cara mengamati karakteristik tanaman secara objektif dan akurat teknologi yang dinilai berpotensi besar mendukung pengembangan pertanian presisi dan sistem pertanian cerdas. Sesi supervisi bersama turut menjadi ruang baginya mendiskusikan perkembangan penelitian, meninjau metode yang digunakan, serta memperbaiki cara menyajikan hasil riset secara ilmiah, sementara pendampingan penulisan manuskrip membantunya menyusun hasil riset lebih sistematis sebagai persiapan publikasi jurnal internasional.
Kesempatan belajar di WUR merupakan salah satu impian Athala, mengingat WUR dinilai berada di garis depan pengembangan pertanian modern, khususnya indoor farming yang didukung teknologi mutakhir. Pembimbingan langsung dari para peneliti profesional, baik dalam praktik penelitian di laboratorium maupun proses penulisan ilmiah yang sistematis, turut memberikan kesan mendalam sepanjang program berlangsung.
Sepanjang kunjungan, digelar sejumlah diskusi untuk menjajaki peluang kerja sama antara UGM dan WUR, mulai dari penelitian kolaboratif, perencanaan publikasi bersama, hingga penyusunan proposal riset bersama. Diskusi turut melibatkan sejumlah mitra peneliti WUR, yaitu Dr. Joseph Peller di bidang spectral imaging for plant phenotyping, Prof. Dr. Gerrit Polder di bidang teknologi pencitraan spektral, serta Assoc. Prof. Gert Kootstra di bidang robotika pertanian. Salah satu fokus pembahasan mengarah pada pengembangan riset yang mengintegrasikan teknologi robotika dan plant phenotyping untuk pertanian tropis, pendekatan yang diharapkan mampu mendukung pengamatan karakteristik tanaman secara lebih objektif, cepat, dan akurat, sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi pertanian cerdas yang sesuai dengan kondisi pertanian Indonesia.
Dalam pertemuan dengan bagian kerja sama WUR, disampaikan usulan rencana penelitian bersama mengenai robotika dan plant phenotyping untuk pertanian tropis, sekaligus diidentifikasi peluang pendanaan dan langkah strategis agar gagasan tersebut dapat berkembang menjadi proposal riset bersama dan publikasi ilmiah kolaboratif.
iatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui pengembangan riset pertanian cerdas yang relevan bagi pertanian tropis, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi robotika dan plant phenotyping, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi riset antara UGM dan Wageningen University & Research.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh calon wisudawan dan wisudawati Program Sarjana FTP UGM yang akan diwisuda pada periode IV. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yama, S.T.P. menyampaikan materi bertema