Delegasi Anhui Agricultural University dari Tiongkok mengunjungi Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa (27/10). Dalam kunjungan ini, para tamu berkeliling ke tiga laboratorium yang mewakili masing-masing departemen di FTP UGM untuk mengenal fasilitas dan penelitian yang dikembangkan fakultas.
Kunjungan dimulai di Laboratorium Energi dan Mesin Pertanian milik Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB). Laboratorium ini berfokus pada rancang bangun mesin pertanian, konversi energi, hingga mekatronika, serta dilengkapi unit pengujian dan manufaktur mesin. Kepala Laboratorium, Ir. Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., menjelaskan berbagai fasilitas dan peralatan yang tersedia, termasuk fasilitas smart farming dan plant factory.

Rombongan kemudian menuju lantai 3 untuk melihat Laboratorium Kimia dan Biokimia Pangan dan Hasil Pertanian milik Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP). Laboratorium ini mengembangkan ilmu terkait aspek kimiawi pangan, mulai dari analisis kimia, teknologi pascapanen, hingga pangan fungsional. Di sini, Dr. Manikharda, S.T.P., M.Agr., memaparkan penelitian yang sedang berlangsung terkait pencegahan sindrom metabolik (preventing metabolic syndrome).

Pemberhentian terakhir berada di lantai 5, yaitu Laboratorium Sistem Produksi milik Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIP). Laboratorium ini berfokus pada perancangan dan pengendalian sistem produksi serta distribusi industri pertanian agar lebih produktif. Ketua Departemen Teknologi Industri Pertanian sekaligus dosen dan peneliti pada Laboratorium Sistem Produksi, Dr. Nafis Khuriyati, S.T.P., M.Agr., menjelaskan bidang kajian laboratorium serta fasilitas yang dimiliki, seperti printer 3D dan simulasi pergudangan (warehouse simulation). Para tamu juga menyaksikan peragaan pengujian kualitas nondestruktif (nondestructive quality testing).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya FTP UGM membangun kemitraan internasional di bidang pendidikan dan riset pertanian, sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.