Dr. Murtiningrum, dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), dipilih sebagai Ketua Tim Juri Sawah Irigasi Ramah Lingkungan (SIRAMLI), program yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mendorong praktik pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan di empat kabupaten DIY, berlangsung mulai 20 April hingga 12 Mei 2026.
Program SIRAMLI hadir untuk menjawab kebutuhan peningkatan efisiensi dan optimalisasi pengelolaan irigasi sawah, sekaligus mendorong produktivitas pertanian yang ramah lingkungan. Melalui program ini, tim juri menilai langsung praktik budidaya pertanian di lahan sawah beririgasi, sebagai dasar pemberian apresiasi kepada kelompok tani yang dinilai berhasil menerapkan prinsip-prinsip irigasi ramah lingkungan secara optimal. Lebih dari sekadar ajang evaluasi, SIRAMLI juga menjadi sarana pembelajaran dan diseminasi praktik baik antar petani di seluruh DIY.
Selain Dr. Murtiningrum, tim juri turut beranggotakan perwakilan dari berbagai institusi terkait, yaitu Balai Penerapan Modernisasi Pertanian DIY, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Balai Proteksi Tanaman Pertanian DIY, serta Bidang Tanaman Pangan DPKP DIY. Keterlibatan lintas lembaga ini menjadi kunci penting dalam memperkuat objektivitas dan kualitas penilaian di lapangan.
Sebagai bagian dari proses penilaian, tim juri melakukan kunjungan langsung ke sejumlah kelompok tani di berbagai wilayah. Kunjungan pertama dilaksanakan pada 20 April 2026 di Kelompok Tani Margo Basuki, Dusun Salam, Kelurahan Banjarharjo, Kalibawang, dilanjutkan ke Kelompok Tani Sedyo Makmur, Dusun Miri, Kelurahan Sriharjo, Imogiri, pada 22 April 2026. Rangkaian kunjungan berlanjut pada 11 Mei 2026 di Kelompok Tani Ngudi Mulyo, Dusun Jirak, Kelurahan Bokoharjo, Prambanan, Sleman, serta ditutup pada 12 Mei 2026 di Kelompok Tani Sidodadi Sejahtera, Dusun Ngagel, Kelurahan Karangmojo, Gunungkidul.
Melalui kegiatan SIRAMLI, diharapkan semakin banyak kelompok tani yang terdorong menerapkan sistem irigasi yang efisien, adaptif, dan berwawasan lingkungan, sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta SDG 15 Ekosistem Daratan