Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di tiga lokasi berbeda, yakni di Karanganom RT 01 Sitimulyo Piyungan Bantul; Gumulan Caturharjo Pandak Bantul; serta Balai RW 13 Ngadiwinatan, Ngampilan, Yogyakarta pada, Senin 14 April 2025. Kegiatan ini menghadirkan dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Putrika Citta Pramesi, S.T.P., M.Sc., sebagai narasumber utama.
Dalam kegiatan ini, Putrika Citta Pramesi, S.T.P., M.Sc. membawakan materi bertema Pentingnya Diversifikasi Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal. Materi tersebut menekankan bagaimana memanfaatkan potensi pangan yang ada di sekitar masyarakat untuk menciptakan menu yang bervariasi, bergizi, dan seimbang, sekaligus aman untuk dikonsumsi. Peserta sosialisasi mendapatkan pemahaman mengenai prinsip penyusunan menu harian yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memanfaatkan ketersediaan bahan pangan lokal secara optimal.
Selain penjelasan teoritis, kegiatan ini juga memfasilitasi peserta dengan contoh penerapan konsep B2SA dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, masyarakat diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan impor, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian daerah. Hal ini juga sejalan dengan upaya pelestarian kekayaan pangan tradisional yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait penyusunan menu berdasarkan diversifikasi bahan pangan lokal, sehingga dapat mendukung pola makan B2SA secara berkelanjutan. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk mengadopsi kebiasaan makan yang sehat, beragam, dan memanfaatkan potensi sumber daya pangan yang dimiliki daerah.
Pelaksanaan kegiatan ini juga mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), yaitu SDG 1 Tanpa Kemiskinan (No Poverty) melalui penguatan ekonomi lokal berbasis pangan; SDG 2 Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) dengan pemenuhan kebutuhan pangan bergizi; SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui pola makan yang seimbang dan aman; SDG 4 Pendidikan Berkualitas (Quality Education) lewat peningkatan literasi gizi; serta SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong usaha berbasis produk pangan lokal.
Dalam kejuaraan ini, Irakiza Gideon tampil sebagai peserta yang mewakili Fakultas Teknologi Pertanian UGM, sekaligus menunjukkan semangat juang dan kedisiplinan tinggi yang menjadi karakter mahasiswa UGM. Melalui ajang tersebut, ia berkesempatan untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan, dan menambah pengalaman bertanding di tingkat internasional. Keterlibatannya mencerminkan peran aktif mahasiswa dalam menyeimbangkan prestasi akademik dan non-akademik, serta menjadi wujud nyata dari semangat
Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan bimbingan kepada petugas penyuluh lapangan di Kabupaten Grobogan dalam mengadopsi inovasi teknologi berbasis smart farming. Dalam sesi pelatihan, peserta diberikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pertanian guna meningkatkan efisiensi produksi, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta menghadapi tantangan perubahan iklim. Teknologi smart farming diharapkan mampu mendorong petani untuk beralih ke sistem pertanian presisi yang lebih modern dan berkelanjutan.
Visitasi diawali dengan sesi pembukaan di Ruang Multi Media UGM, dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, serta perwakilan program studi. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA, menyampaikan bahwa visitasi ASIIN merupakan bagian dari komitmen UGM dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi agar sejajar dengan standar internasional. “Kami telah bekerja keras untuk mengembangkan program pendidikan yang selaras dengan standar global, mendukung profesionalisme mahasiswa, dan memenuhi kebutuhan industri. Proses asesmen ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk merefleksikan pencapaian serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan,” ungkapnya.
Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menegaskan bahwa proses akreditasi ini merupakan bagian dari langkah strategis fakultas dalam mencapai pengakuan internasional. “Kami telah melakukan persiapan selama lebih dari satu tahun untuk memenuhi standar ASIIN. Harapan kami, FTP UGM dapat sejajar dengan institusi pendidikan terkemuka di dunia dan terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu dan teknologi pertanian,” ujarnya.
Melalui observasi lapangan, tim SUIJI mengidentifikasi bahwa Selopamioro memiliki potensi tinggi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi akibat kondisi topografi yang curam. Data ini menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, terjadi 2.223 laporan gempa bumi di Kabupaten Bantul dan 24 kejadian tanah longsor di Selopamioro. Dari hasil wawancara dengan warga setempat, ditemukan bahwa peta bahaya hanya tersedia di kantor desa, sosialisasi kebencanaan bagi masyarakat masih terbatas dan hanya dilakukan setahun sekali, serta belum adanya edukasi mitigasi bencana bagi anak-anak sekolah dasar.
Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, pada diskusi presentasi menekankan pentingnya keberlanjutan program ini, ia menyampaikan “I guess this experience will be beneficial during the study, back home, and after graduation.”.