Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) terus berkontribusi dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia bidang pangan melalui keterlibatan Prof. Dr. Sri Raharjo sebagai narasumber pada kegiatan pelatihan tentang antioksidan dan bahan alam yang diselenggarakan di Universitas Sam Ratulangi, Manado, pada 23 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, pranata laboratorium pendidikan (PLP), laboran, dan staf yang tergabung di UPA Laboratorium Terpadu Universitas Sam Ratulangi, dengan fokus pada peningkatan pemahaman mengenai reaksi oksidasi pada makanan.
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. Sri Raharjo menyampaikan materi berjudul Dampak Reaksi Oksidasi pada Makanan terhadap Mutu, Keamanan, dan Nilai Gizi. Materi ini membahas konsep dasar reaksi oksidasi, implikasinya terhadap penurunan mutu pangan, potensi risiko terhadap keamanan pangan, serta pengaruhnya terhadap nilai gizi produk makanan. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai peran antioksidan dan bahan alam dalam mengendalikan reaksi oksidasi pada sistem pangan.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peneliti serta laboran dalam melakukan pengukuran dan analisis hasil reaksi oksidasi pada makanan. Melalui penguatan kompetensi tersebut, diharapkan peserta mampu menerapkan metode pengujian yang lebih tepat dan akurat dalam kegiatan penelitian maupun layanan laboratorium, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan dan pengendalian mutu produk pangan.
Keterlibatan Prof. Dr. Sri Raharjo dalam kegiatan ini menunjukkan peran aktif FTP UGM dalam mendukung pengembangan kapasitas laboratorium dan penelitian pangan di tingkat nasional. Kolaborasi antara FTP UGM dan Laboratorium Terpadu Universitas Sam Ratulangi menjadi bagian dari upaya berbagi keahlian dan penguatan jejaring akademik antarinstitusi perguruan tinggi di Indonesia.
Kegiatan pelatihan ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 2 Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan mutu dan keamanan pangan, serta SDGs 3 Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan mendorong pemahaman ilmiah terkait pangan yang aman, bergizi, dan berkualitas.