• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
    • KAGAMA TP
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • Rilis Berita
  • hal. 93
Arsip:

Rilis Berita

Riau Hijau, Diskusi Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau dan FTP UGM

Rilis Berita Rabu, 9 November 2022

Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) mengunjungi Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) pada Rabu, 9 November 2022. Pertemuan ini sebagai tindak lanjut atas perjanjian kerja sama tentang Pengembangan dan Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian dalam Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura di Provinsi Riau pada 15 Oktober 2022. 

Pertemuan dikunjungi oleh Kabid Tanaman Pangan Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau Wisnu Handana, S.T.P., Kepala UPT PTPH Iga Retnomo, S.P.,  beserta staf Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Provinsi Riau.

Diskusi dipimpin oleh Dekan FTP UGM Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. dan diskusi dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni Dr. Sri Rahayoe, Dosen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Prof. Dr. Ir. Chusnul Hidayat, Dosen Teknologi Industri Pertanian Dr. Agung Putra Pamungkas, S.T.P., M.Agr., Dosen Teknik Pertanian dan Biosistem Bayu Nugraha, S.T.P., M.Sc., Ph.D., dan Dosen Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc.

Wisnu Handana dalam diskusi menyampaikan harapannya dengan kerjasama ini dapat mempercepat upaya peningkatan sektor pertanian di Provinsi Riau dan diharapkan adanya KKN Tematik untuk mendorong percepatan klaster pengembangan padi berbasis korporasi yang telah didukung dengan kelembagaan petani RIAU BERTANI (Riau Bergerak Tanam Padi) untuk meningkatkan produktivitas dan IP. Saat ini Pemprov Riau tengah mencanangkan Riau Hijau, yang salah satunya produksi beras organik yang dapat dijadikan sebagai nilai tambah untuk menarik petani. 

Hasil dari diskusi disampaikan oleh Dekan FTP UGM bahwasanya perlu ada pembuatan prioritas kegiatan dan pelaksanaanya yang konkrit serta output yang terukur. Hilir perlu dikembangkan, supaya hulu mengikuti. Sehingga petani dan pengolah harus didampingi dan FTP UGM siap mendukung. Diharapkan inisiasi kerja sama ini dapat berdampak baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Implementasi Smart Agriculture, Kerja Sama Politeknik Negeri Indramayu dan FTP UGM

Rilis Berita Selasa, 8 November 2022

Politeknik Negeri Indramayu menandatangani kegiatan kerja sama dengan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa, 08 November 2022 di ruang Operation Room FTP UGM. Penandatanganan dan kegiatan diskusi kerja sama dihadiri oleh Direktur Politeknik Negeri Indramayu Casiman Sukardi, S.T., M.T., bersama tim peneliti Politeknik Negeri Indramayu yaitu dengan ketua peneliti A. Sumarudin, S.Pd., M.T., M.Sc., dan anggotanya Alifia Puspaningrum, S.Pd., M.Kom., Adi Suheryadi, S.ST., M.Kom., Icha Syahrotul Anam, S.TP., M.Sc., dan Eko Purnomo, S.E. 

Sebagai pembuka sambutan Dekan FTP UGM Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc  memperkenalkan perwakilan yang hadir dalam diskusi yaitu Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni Dr. Sri Rahayoe, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, Sumber Daya Manusia dan Sistem Informasi Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo, S.T.P., M.Eng., Kepala Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Prof. Dr. Ir. Tyas Utami, M.Sc., Dosen Teknologi Industri Pertanian Dr. Agung Putra Pamungkas, S.T.P., M.Agr., Dosen Teknik Pertanian dan Biosistem Bayu Nugraha, S.T.P., M.Sc., Ph.D., dan Dosen Teknik Pertanian dan Biosistem Dr. Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc.

Dekan FTP menyampaikan kerjasama berkaitan Smart Agriculture sudah tepat dilakukan dengan FTP UGM karena sudah banyak penelitian yang dilakukan berkaitan dengan Smart Agriculture, dan khususnya juga dengan farming dari hulu sampai hilir. Direktur Politeknik Negeri Indramayu juga memperkenalkan tim peneliti yang hadir. Kegiatan dilanjutkan dengan tanda tangan kerja sama dan diskusi oleh FTP UGM dan Politeknik Negeri Indramayu. 

Dalam diskusi ini tercapai kesepakatan kerja sama di bidang penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan teknologi. Kerja sama tersebut akan dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun hingga tahun 2025.  Tujuan dari kerjasama kali ini, untuk melakukan kegiatan Implementasi Smart Agriculture dalam menunjang peningkatan produksi dan kualitas hasil pertanian di Indramayu, peningkatan produksi dan kualitas hasil pertanian dalam implementasi teknologi berbasis Smart Agriculture, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pertukaran pelajar, dan program MBKM Riset.

Menyiasati Anomali Iklim dan Kelangkaan Pangan Global

InformasiRilis Berita Kamis, 3 November 2022

Oleh Bayu Dwi Apri Nugroho, S.T.P., M.Agr., Ph.D.

Sebagian wilayah Indonesia saat ini tengah mengalami kemarau basah, dimana musim kemarau tahun ini masih diselingi dengan hujan yang bersifat sporadis dan lebat dengan durasi cepat di beberapa tempat. Kondisi ini  sangat terasa dampaknya di kalangan petani. Tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya, di bulan Mei dan Juni, biasanya petani sudah bisa menanam komoditas hortikultura seperti cabai atau bawang merah, tetapi di tahun ini malah sebaliknya. Sebab, pada bulan Mei dan Juni intensitas hujan masih sangat tinggi, bahkan di beberapa wilayah malah terjadi bencana banjir. Tidak sedikit petani yang mengalami gagal tanam karena perhitungan dan perkiraan waktu musim yang meleset dari perkiraan awal.

Terjadinya kemarau basah diakibatkan oleh La Nina yang merupakan kejadian anomali iklim global ditandai dengan keadaan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin dibandingkan suhu normalnya. Kondisi ini biasanya diikuti dengan berubahnya pola sirkulasi Walker atau sirkulasi atmosfer arah timur barat yang terjadi di sekitar ekuator dan dapat memengaruhi pola iklim dan cuaca global. Kondisi La Nina ini dapat berulang dalam beberapa tahun sekali dan setiap kejadian dapat bertahan hingga hitungan bahkan sampai tahunan. Setiap kejadian La Nina ini menyebabkan curah dan intensitas hujan semakin besar dan pergeseran periode musim hujan dan kemarau.

Upaya adaptasi dan mitigasi terkait dengan La Nina ini sangat diperlukan melalui metode prediksi cuaca secara nasional dan mendetail sampai pada level desa atau lahan. Informasi tersebut kemudian disampaikan ke masyarakat terutama terkait dengan anomali cuaca. Tidak hanya itu, edukasi dilakukan secara kontinu mengenai La Nina dan fenomena anomali cuaca lainnya serta dampaknya bagi petani bisa dilakukan lewat penyuluh pertanian yang ada di wilayah masing-masing.

Inovasi Teknologi
Perubahan anomali iklim yang terjadi saat ini maka kita bisa melakukan adaptasi dengan inovasi teknologi, apalagi di dalam revolusi industri 4.0, sektor pertanian harus mampu memanfaatkan teknologi digital berbasis internet. Informasi iklim menjadi sangat penting dan krusial, tidak hanya dalam informasi mengenai informasi cuaca secara online, real time dan up to date. Hal itu dilakukan untuk menjaga supaya kejadian gagal tanam, gagal panen, serta produktivitas pertanian menurun tidak terulang kembali.

Pada prinsipnya, pemasangan teknologi sensor cuaca bisa memberikan informasi kondisi cuaca dan kondisi tanah lahan petani secara realtime dan akurat. Tidak cukup hanya sensor cuaca, tetapi juga diperlukan sensor tanah untuk mengukur tingkat parameter pH, kondisi air, tingkat kesuburan dan suhu tanah. Sensor yang dipasang tadi hanyalah sebagai alat untuk mendapatkan data kondisi riil lahan sebagai bahan untuk analisis ke depan sehingga nantinya dibuat algoritma yang dapat menerjemahkan data-data yang didapat dari alat tersebut serta prediksi kedepan. Setelah berhasil menerjemahkan dan membuat prediksi, diperlukan suatu rekomendasi mengenai apa yang harus dilakukan oleh petani dengan kondisi yang terbaca dari sensor tersebut dengan machine learning dan kecerdasan buatan (AI). Data yang dibaca lewat aplikasi bisa menghasilkan informasi cuaca dan tanah setiap waktu ke petani.

Swasembada Pangan
Kelangkaan pangan global saat ini membuat bangsa Indonesia mau tidak mau atau suka tidak suka harus bisa mencukupi kebutuhan pangannya sendiri. Meski belum lama ini pemerintah menerima penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI), sebagai negara yang berhasil melakukan swasembada pangan. Capaian tersebut perlu diapresiasi, namun  kita tetap tidak boleh lengah terhadap ancaman krisis pangan global. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah dalam menyiapkan swasembada pangan secara kontinu menjadi salah satu solusi dengan cara menyiapkan ekosistem-ekosistem pertanian berbasis inovasi teknologi. Ekosistem pertanian yang dimaksud di sini adalah sistem pertanian terpadu, dimana dalam satu lokasi atau desa sudah tersedia, penyedia sarana produksi pertanian (saprotan) dan sarana produksi (saprodi) sebagai penyedia input dengan produk-produk yang disepakati ekosistem. Keuntungan dalam ekosistem ini adalah kepastian pasar dan mempermudah distribusi saprodi.

Yang tidak kalah penting adalah dukungan perbankan dan asuransi pertanian, sebagai penyedia platform pinjaman atau kredit bagi petani. Adapun keuntungan bagi perbankan dalam ekosistem ini adalah perluasan nasabah, pengucuran kredit usaha tani (KUT) serta kepastian pengembalian kredit oleh petani.

Lalu, di kalangan petani ketersediaan teknologi sangat dibutuhkan untuk bisa dimanfaatkan petani baik di lahan maupun teknologi digital untuk penjualan produk hasil petani. Penerapan teknologi dalam ekosistem ini adalah memberikan kepastian kepada petani dan stakeholder terkait kondisi lahan dan juga informasi komoditas hasil panen. Sementara pemerintah dalam hal ini Kementerian dan pemda  bertanggung jawab dalam kelancaran kegiatan operasional terkait perizinan kegiatan pertanian berbasis teknologi. Sedangkan dinas terkait menjadi fasilitator sebagai penyedia sarana dan prasarana pendukung budi daya pertanian berbasis teknologi.

Di tingkat pusat, Kominfo bisa membantu pemasangan tower sinyal untuk memastikan kinerja teknologi IoT. Sedangkan dari pihak swasta atau perusahaan milik negara selaku offtaker, bisa menjadi penjamin bahwa hasil panen petani mampu terserap secara keseluruhan dengan harga yang pantas. Keuntungan komponen offtaker dalam ekosistem ini adalah kepastian supplier dan juga traceability produk yang lebih jelas. Dengan begitu, kelompok tani sebagai pelaksana dalam ekosistem mendapat manfaat dari akses modal dari perbankan, akses teknologi, kepastian saprodi, jaminan peningkatan produktivitas dan kepastian penjualan hasil panen. Bila kolaborasi antara ekosistem pertanian dan inovasi teknologi ini terjadi maka diharapkan bisa membantu proses adaptasi petani dalam menghadapi anomali iklim dan menjaga ketahanan pangan terjaga agar target swasembada pangan tetap tercapai kedepannya.

 

Sumber Berita : https://ugm.ac.id/id/berita/23123-menyiasati-anomali-iklim-dan-kelangkaan-pangan-global

Pelepasan 23 Wisudawan FTP Program Pascasarjana Setelah Dua Tahun Vakum akibat Pandemi COVID-19

Rilis Berita Rabu, 26 Oktober 2022

(26/10) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mewisuda lulusan Program Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2022/2023 di Grha Sabha Pramana UGM. Wisudawan kali ini sejumlah 1.569 terdiri dari 1.362 lulusan Program Magister (S2), 87 lulusan Program Spesialis, 17 lulusan Program Subspesialis, dan 103 lulusan Program Doktor (S3). 

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM juga melaksanakan kegiatan Pelepasan Wisuda Pascasarjana Periode I T.A 2022/2023 pada Rabu, 26 Oktober 2022 tepat setelah prosesi upacara wisuda. Kegiatan ini kembali dilaksanakan setelah vakum dua tahun akibat pandemi COVID-19.

Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Dekan FTP Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc dengan ucapan selamat untuk para wisudawan yang telah selesai menempuh pendidikannya. Dalam sambutannya, Dekan juga menyampaikan selayaknya wisudawan dapat berkontribusi aktif, tidak hanya tingkat lokal, tapi juga regional, dan internasional. Harapannya sebagai lulusan UGM, para wisudawan dapat mengemban amanat rakyat dan pendiri bangsa, sebagaimana tercantum dalam amanat Pembukaan UUD 1945 agar bangsa Indonesia dapat menjadi negara maju, berdaulat, adil, dan makmur.

Salah satu perwakilan wisudawan Program Doktor departemen Ilmu Pangan Dr. I Wayan Rai Widarta, S.TP., M.Si. juga menyampaikan sambutannya, I Wayan Rai Darta bersyukur para wisudawan telah menyelesaikan pendidikan. Ia juga mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu para wisudawan. Tak hanya itu,  ia juga menambahkan “Pencapaian ini bukan akhir kami, justru ini merupakan awal kami untuk mengimplementasi ilmu yang kami dapatkan. Semoga gelar ini bisa menjadi hadiah kecil bagi orang tua, suami, istri, anak. Semoga UGM semakin berkibar dan tetap menjadi universitas terbaik di negeri ini.”

Kali ini, FTP UGM mewisudakan 23 wisudawan, yang terdiri dari 10 wisudawan program studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, 6 Magister Teknik Pertanian, 1 Magister Teknologi Industri Pertanian, 5 Doktor Ilmu Pangan, dan 1 Doktor Ilmu Teknik Pertanian.  Dimana 13 wisudawan memperoleh predikat lulus Pujian (Cumlaude), dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi 3.98 yang diterima oleh Stugestus Kurniawan Jati dari program studi  Magister Ilmu dan Teknologi Pangan. Untuk FTP UGM Wisudawan tercepat diperoleh Lutfi Fadilah Zamzami dari program studi Magister Teknik Pertanian dengan waktu tempuh 1 th 5 bl 21 hr.

Kuncoro Harto Widodo dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang ilmu Manajemen Logistik dan Rantai Pasok

Rilis Berita Selasa, 25 Oktober 2022

Selasa (25/10), Universitas Gadjah Mada mengukuhkan Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo, S.T.P., M.Eng. dosen Fakultas Teknologi Pertanian sebagai guru besar pada bidang Ilmu Manajemen Logistik dan Rantai Pasok di Balai Senat UGM.

Dalam pidatonya yang berjudul “Sistem Logistik dan Rantai Pasok Cerdas untuk Kedaulatan Pangan yang Berkelanjutan” menggambarkan tentang tantangan persoalan pangan secara global dan nasional, kondisi kedaulatan pangan Indonesia, sistem logistik dan rantai pasok, serta konsep pengembangan sistem logistik dan rantai pasok cerdas untuk mendukung kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

Kuncoro menjelaskan dalam perkembangannya, sistem pangan perlu memikirkan aspek keberlanjutan. Jadi, dalam mewujudkan ketahanan pangan dibutuhkan suatu pertimbangan yang komprehensif pada tiga hal penting, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk didedikasikan pada generasi yang akan datang.

Dalam pemaparannya, Kuncoro juga menambahkan bahwa pemenuhan konsumsi pangan tersebut harus mengutamakan produksi dalam negeri dengan memanfaatkan sumber daya dan kearifan lokal secara optimal. Untuk mewujudkan hal tersebut, tiga hal pokok yang harus diperhatikan adalah: (i) ketersediaan pangan yang berbasis pada pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal; (ii) keterjangkauan pangan dari aspek fisik dan ekonomi oleh seluruh masyarakat; serta (iii)pemanfaatan pangan atau konsumsi pangan dan gizi untuk hidup sehat, aktif, dan produktif.

Dalam konteks perekonomian yang lebih luas, kedaulatan pangan menjanjikan stabilitas ekonomi, penyebaran pertumbuhan ke daerah, pergeseran konsumsi berbasis produk domestik, dan peningkatan nilai tambah bagi sumber daya alam dan sumber daya manusia pedesaan.

“Untuk mewujudkan kedaulatan pangan tersebut, salah satu pendekatan yang diyakini bisa membantu adalah sistem logistik dan rantai pasok. Pendekatan ini membantu memetakan, mengukur, dan mengoptimalkan peranan para pemangku kepentingan sistem pangan,
mulai dari hulu sampai dengan hilir.” Ucap Kuncoro saat menyampaikan pidato pengukuhan.

Pada penutupannya, Kuncoro menambahkan “Pada era revolusi industri 4.0, society 5.0, dan pandemi Covid19 yang masih terjadi saat ini, sistem logistik nasional dan sistem logistik serta rantai pasok pada masing-masing komoditas pangan, seperti Sistem Logistik Ikan Nasional yang cerdas, sangat diperlukan keberadaan dan peranannya untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.”

1…9192939495…127

Berita Terakhir

  • FTP UGM Dorong Kesadaran Cegah Food Waste Melalui Edukasi di Lingkungan Fakultas
  • FTP UGM Gelar Workshop Tim Kesehatan Mental untuk Perkuat Sistem Kampus Sejahtera
  • Kick-Off PUI-PT Gastronomi Indonesia, FTP UGM Dorong Gastronomi sebagai Soft Power dan Penggerak Ekonomi Kreatif
  • Dosen FTP UGM Jadi Narasumber Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Makanan
  • Dr. Andika Sidar Bahas Pemanfaatan Limbah Lignoselulosa sebagai Bioenergi dalam EVIDENT Founding Dialogue 2025

Berita UGM

  • Antisipasi Banjir Susulan, Tim UGM Pasang Alat Deteksi Banjir di Bener Meriah 9 Januari 2026
  • UGM dan Pemprov Maluku Utara Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM 9 Januari 2026
  • Fakultas Psikologi UGM Diminta Berkontribusi dalam Penanganan Kesehatan Mental Generasi Muda  9 Januari 2026
  • Waspada Virus Varian Superflu, Pakar UGM Sebut Bisa Berakibat Fatal Bagi yang Rentan 9 Januari 2026
  • Marak Konten Seksual Palsu, Dosen UGM Minta Masyarakat Tidak Ikut Menyebarkan  9 Januari 2026
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju