Laboratorium Analisa Mutu dan Standardisasi menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Klitren, Gondokusuman, Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 20 Juni 2024 ini melibatkan dosen Wahyu Supartono, Moh. Affan Fajar Falah, dan Anggoro Cahyo Sukartiko dengan menyampaikan topik “Identifikasi Baku Mutu Air Minum Perkotaan sebagai Indikator Sanitasi Masyarakat”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melaksanakan pengabdian masyarakat dengan fokus pada peningkatan kualitas air minum dan sanitasi di daerah perkotaan.
Kegiatan ini dimulai dengan penyuluhan mengenai pentingnya kualitas air minum yang sesuai dengan standar baku mutu sebagai salah satu indikator sanitasi yang baik. Dosen-dosen dari Laboratorium Analisa Mutu dan Standardisasi membahas berbagai parameter yang harus dipenuhi oleh air minum agar layak konsumsi, serta dampak negatif yang bisa timbul jika air tidak memenuhi standar tersebut. Selain itu, mereka juga memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan oleh masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan kualitas air minum di lingkungan mereka.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak.
Pada kegiatan yang bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada kelompok tani penerima hibah alat mesin pertanian (alsintan) ini, Sri Markumningsih menjelaskan secara rinci tentang pengembangan teknologi traktor impala dan cara penggunaannya yang efektif untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Pada kegiatan tersebut, Sri Markumningsih memberikan penjelasan mendalam mengenai pengembangan dan pemanfaatan traktor impala sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Para petani yang hadir mendapatkan informasi tentang cara kerja traktor impala, keunggulannya, serta teknik-teknik penggunaan yang dapat membantu mereka mengoptimalkan hasil pertanian.
untuk memperkuat posisi mereka di pasar, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat lokal. Para dosen ANSIS FTP UGM juga berharap bahwa kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi industri tahu di wilayah tersebut.