Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc, Rabu (24/10) siang kemarin kembali melepas wisudawan/wisudawati program Pascasarjana Periode I Tahun Ajaran 2018/2019 di Auditorium Kamarijani Soenjoto Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Pada periode kali ini FTP berhasil meluluska 17 orang lulusan yang terdiri dari 8 orang dari Program Studi S2 Ilmu dan Teknologi Pangan, 6 orang dari Program Studi S2 Teknologi Industri Pertanian, dan 3 orang dari Program Studi S3 Ilmu Pangan.
Lulusan yang mendapatkan predikat Cumlaude adalah Adrian Hilman, M.Sc (IPK 3,84), Ardhika Ulfah, M.Sc (IPK 3,80), Atma Elfahdi, M.Sc (IPK 3,80), Mudrikah, M.Sc (IPK 3,93), Riyanti Ekafitri, M.Sc (IPK 3,91), Arsyad Sumantika, M.Sc (IPK 3,83), Nur Kartika Indah Mayasti, M.Sc (IPK 9,95), dan Retno Utami Hatmi, M.Sc (IPK 3,98).
Lulusan yang berasal dari Program Studi S2 Ilmu dan Teknologi Pangan adalah Adrian Hilman, M.Sc, Ardhika Ulfah, M.Sc, Atma Elfahdi, M.Sc, Mudrikah, M.Sc, Novika Mila P, M.Sc, Prajwalita Rukmakharisma R, M.Sc, Riyanti Ekafitri, M.Sc, dan Windra Prayoga, M.Sc.
Lulusan dari Program Studi S2 Teknologi Industri Pertanian adalah Anjar Kistia Purwaditya, M.Sc, Arsyad Sumantika, M.Sc, Noveliska Br Sembiring, M.Sc, Nur Kartika Indah Mayasti, M.Sc, Retno Utami Hatmi, M.Sc, dan Teny Sylvia, M.Sc. Sedangkan Dr. Atina Rahmawati, Dr. Pramesti Dewi, dan Dr. Tanwirul Millati merupakan lulusan dari Program Studi S3 Ilmu Pangan.
Dalam sambutannya Prof. Eni Harmayani menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan/wisudawati yang telah berhasil menempuh jenjang program pendidikan Magister dan program Doktor di Fakultas Teknologi Pertanian UGM. “Semoga ilmu yang diperolah dapat dimanfaatkan untuk membangun bangsa, negara, masyarakat, diri pribadi dan keluarga. Tunjukkan bahwa lulusan FTP UGM adalah insan-insan unggul yang bermartabat dan berbudaya”, kata Prof. Eni. Dekan FTP tersebut juga berharap kepada para magister dan doktor lulusan FTP untuk siap mengharumkan bangsa dan negara dengan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang masing-masing. (/Mtt)

Ditempat yang sama Dekan Fakultas Pertanian UNHAS Prof. Dr. Ir. Baharuddin Patpajeng berharap dalam kesempatan kali ini bisa saling tukar menukar pemikiran dalam hal administrasi pengelolaan keuangan, akademik dan kemahasiswaan yang ada di masing-masing universitas. “Saya kira dalam hasil diskusi tadi cukup banyak pembelajaran yang kami dapatkan dari UGM. Semoga kegiatan ini nantinya akan berkelanjutan”, imbuh Prof. Baharuddin. (/Mtt)

Sidang ujian terbuka dipimpinan langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FTP UGM, Prof. Dr. Yudi Pranoto, STP., MP yang didampingi oleh team penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Bambang Purwantana, M.Agr, Prof. Dr. Ir. Supriyanto, MS. dan Dr. Ir. Agus Haryanto, MP. Sedangkan ketua tim penilai ujian Dr. Ir. Sri Rahayoe, STP., MP dan Dr. Sukrisno Widyotomo, STP., MDT sebagai anggota tim penilai. Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng selaku promotor didampingi Dr. Joko Nugroho WK, STP. M.Eng dan Dr. Rudiati Evi Mashithoh, STP, MDT berharap kepada Ir. Sapto Kuncoro untuk terus mengembangkan penelitiannya mengingat jenis kopi yang ada di Indonesai sangat beragam. (/Mtt)
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng, Selasa (9/10) di Grha Sabha Pramana. Rektor UGM yang diwakili oleh Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Prof. Ir. Irfan Dwi Prijambada, M.Eng., Ph.D. menyampaikan bahwa Industri kuliner di Indonesia memiliki potensi yang sangat kuat untuk berkembang. Oleh sebab itu, perlu adanya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri kuliner agar kuliner Indonesia semakin berkembang. “Pelestarian kuliner asli dan unggulan Indonesia wajib dilakukan dan dikembangkan sebagai salah satu upaya untuk mendukung kemajuan pariwisata di Indonesia”, tambahnya. Industri kreatif kuliner, disampaikan Prof. Panut, memberikan kontribusi yang cukup besar sekitar 30 persen dari total pendapatan sektor pariwisata. Kuliner Indonesia yang kaya akan rasa juga telah terpilih sebagai World’s 50 Best Food versi polling CNN tahun 2017 yang menempatkan rendang dan nasi goreng sebagai makanan favorit urutan pertama dan kedua, serta sate di peringkat keempat belas.
Dalam acara tersebut banyak sekali ditawarkan berbagai ragam jenis sate mulai dari sate maranggi, sate klathak, sate bebek, sate buntel, sate padang, sate taican, sate kere dan berbagai jenis olahan sate lainnya. Tak hanya sate saja yang ditawarkan, namun berbagai macam jenis nasi goreng juga ikut andil meramaikan dalam acara tersebut. Sebut saja nasi goreng seafood, nasi goreng rendang, nasi goreng kambing, nasi goreng beras jagung dan masih banyak jenis nasi goreng yang digelar.
