Dalam rangkaian acara Lustrum yang ke-11 Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian bersama dengan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) cabang Yogyakarta baru saja mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Inovasi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian untuk Meningkatkan Daya Saing Global”, 30-31 Agustus 2018.
Tema ini cukup strategis dan relevan mengingat diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang menuntut daya saing yang tinggi pada suatu produk hasil pertanian, termasuk produk pangan.
Pada 30 Agustus peserta seminar melakukan kunjungan ke Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Desa Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul. TTP Nglanggeran berada di bawah otoritas Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kementrian Pertanian Republik Indonesia yang bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada.
Perwakilan BPTP, Dr. Titiek D. Djafaar, pada kesempatan itu memperkenalkan hasil riset yang dilakukan TPP Nglanggeran dan UGM berupa aplikasi pengembangan produk. Selain itu, pada acara ini, juga ditampilkan kesenian tradisional bernama “Gejlok Lesung” yang dimainkan oleh masyarakat setempat.
Sementara itu, di hari ke-2, kegiatan seminar diawali dengan sambutan dari ketua panitia seminar, Dr. Tyas Utami, M.Sc.., dan dibuka secara resmi oleh Dekan FTP, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc.
Pada seminar kali ini menghadirkan 2 keynote speakers yakni, Dr. Asep Nurhitman,MP dengan judul “Makanan Kaleng: From Local to Global” dan Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, M.Sc dengan judul “Halal Foods”. Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi oral para peserta dengan 5 topik berbeda, antara lain Mutu dan Keamanan Pangan, Gizi dan Pangan Fungsional, Teknologi Proses, Bioteknologi, dan Sosial Ekonomi dan Manajemen Industri Pertanian.
Setelah presentasi selesai, dilanjutkan dengan pengumuman dan pembagian hadiah bagi para pemenang Student Competition untuk presentasi oral tebaik dan poster terfavorit yang dimenangkan oleh presenter dari UGM dan Universitas Padjadjaran. Acara kemudian ditutup oleh Ketua Panitia Lustrum, Dr. Ria Millati, ST., MT. (Humas UGM/Satria) (/Mtt)
Sementara Dr. Hatma Suryatmaja mengakui perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi sudah berdampak pada perubahan pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan. Apalagi mahasiswa yang tengah kuliah sekarang ini merupakan generasi post milenial. “Peran dosen diharapkan lebih sebagai fasilitator bukan lagi sumber ilmu karena mahasiswa sudah sangat dekat dengan dunia digital,” katanya. (Humas UGM/Gusti Grehenson) (/Mtt)
Ketertarikan Arifin tersebut tetap ia bawa setelah ia kembali menjadi dosen di FTP pada awal 2018 ini. Ia diserahi tanggung jawab untuk ikut mengurus kanal pengetahuan FTP. Selain itu, ia juga menjadi tim promosi Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem.
Summer course ini diikuti oleh 22 peserta dari berbagai negara, seperti Denmark, Thailand dan Indonesia sendiri. Tidak kurang dari 10 pembicara asing juga terlibat dalam Summer Course ini, diantaranya berasal dari Inggris, Perancis, Korea Selatan, Malaysia, India dan Thailand. Selain melibatkan pembicara asing, banyak ahli dari Indonesia di bidang pangan, pertanian, kehutanan, pariwisata dan keteknikan pertanian juga hadir untuk menyampaikan kuliahnya.
Dalam sambutan pembukanya Dr. Kuncoro Harto Widodo menyampaikan bahwa pimpinan fakultas sangat menyadari bahwa SDM merupakan salah satu sumber daya terpenting dalam pengelolaan institusi fakultas. Harapannya visi dan misi fakultas bisa terwujud menjadi fakultas yang unggul di bidang Agroindustri dari dukungan sumber daya manusia khususnya dalam hal pelayanan.
Pelayanan prima atau Excellence Service adalah pelayanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan, namun juga dapat melampauinya secara terkontrol dan berkesinambungan. Sasarannya tidak lagi kepuasan namun loyalitas pelanggan. Demikian yang disampaikan Ferry Anggara selaku pembicara dalam pelatihan tersebut. Master of Ceremony, Trainer Public Speaking – Personality Development, dan juga salah seorang presenter TVRI Yogyakarta tersebut juga menyampaikan bahwa meningkatnya tuntutan pelanggan, pelanggan yang dilindungi oleh hukum, pelanggan yang semakin pintar, dan banyaknya kompetitor lokal atau global yang “bermain” di lahan yang sama merupakan tantangan yang harus dihadapi saat ini dalam hal pelayanan prima.