Kopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia, termasuk juga di Indonesia. Minuman kopi banyak disukai oleh konsumen bukan sebagai sumber nutrisi melainkan sebagai minuman penyegar karena kopi memiliki cita rasa dan aroma yang khas. 
Dalam perdagangan internasional, kopi merupakan bahan mentah terpenting kedua setelah minyak yang diperdagangkan sebagai penghasil devisa bagi banyak negara berkembang.
Hal tersebut disampaikan oleh Ir. Sapto Kuncoro, MS dalam forum Ujian Terbuka Program Doktor Program Studi Ilmu Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian UGM yang berlangsung di Auditorium Kamarijani Soenjoto, Jumat (12/10) pagi. Dalam disertasinya Ir. Sapto Kuncoro, MS mengambil judul “Rekayasa Penurunan Kafein Biji Kopi Robusta Menggunakan Metode Pengukusan Sistem Tertutup”.
Sidang ujian terbuka dipimpinan langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FTP UGM, Prof. Dr. Yudi Pranoto, STP., MP yang didampingi oleh team penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Bambang Purwantana, M.Agr, Prof. Dr. Ir. Supriyanto, MS. dan Dr. Ir. Agus Haryanto, MP. Sedangkan ketua tim penilai ujian Dr. Ir. Sri Rahayoe, STP., MP dan Dr. Sukrisno Widyotomo, STP., MDT sebagai anggota tim penilai. Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng selaku promotor didampingi Dr. Joko Nugroho WK, STP. M.Eng dan Dr. Rudiati Evi Mashithoh, STP, MDT berharap kepada Ir. Sapto Kuncoro untuk terus mengembangkan penelitiannya mengingat jenis kopi yang ada di Indonesai sangat beragam. (/Mtt)
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng, Selasa (9/10) di Grha Sabha Pramana. Rektor UGM yang diwakili oleh Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Prof. Ir. Irfan Dwi Prijambada, M.Eng., Ph.D. menyampaikan bahwa Industri kuliner di Indonesia memiliki potensi yang sangat kuat untuk berkembang. Oleh sebab itu, perlu adanya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri kuliner agar kuliner Indonesia semakin berkembang. “Pelestarian kuliner asli dan unggulan Indonesia wajib dilakukan dan dikembangkan sebagai salah satu upaya untuk mendukung kemajuan pariwisata di Indonesia”, tambahnya. Industri kreatif kuliner, disampaikan Prof. Panut, memberikan kontribusi yang cukup besar sekitar 30 persen dari total pendapatan sektor pariwisata. Kuliner Indonesia yang kaya akan rasa juga telah terpilih sebagai World’s 50 Best Food versi polling CNN tahun 2017 yang menempatkan rendang dan nasi goreng sebagai makanan favorit urutan pertama dan kedua, serta sate di peringkat keempat belas.
Dalam acara tersebut banyak sekali ditawarkan berbagai ragam jenis sate mulai dari sate maranggi, sate klathak, sate bebek, sate buntel, sate padang, sate taican, sate kere dan berbagai jenis olahan sate lainnya. Tak hanya sate saja yang ditawarkan, namun berbagai macam jenis nasi goreng juga ikut andil meramaikan dalam acara tersebut. Sebut saja nasi goreng seafood, nasi goreng rendang, nasi goreng kambing, nasi goreng beras jagung dan masih banyak jenis nasi goreng yang digelar.

Sajian kuliner boga bahari ini dihidangkan usai acara kuliah umum dengan tema “Laut Masa Depan Bangsa” yang menghadirkan Kepala Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Syarief Widjaja.
Sementara itu, di hari ke-2, kegiatan seminar diawali dengan sambutan dari ketua panitia seminar, Dr. Tyas Utami, M.Sc.., dan dibuka secara resmi oleh Dekan FTP, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc.
Setelah presentasi selesai, dilanjutkan dengan pengumuman dan pembagian hadiah bagi para pemenang Student Competition untuk presentasi oral tebaik dan poster terfavorit yang dimenangkan oleh presenter dari UGM dan Universitas Padjadjaran. Acara kemudian ditutup oleh Ketua Panitia Lustrum, Dr. Ria Millati, ST., MT. (Humas UGM/Satria) (/Mtt)