• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • Utama
  • (Page 2)
Arsip:

Utama

Dari Benih hingga Lahan, FTP UGM dan PT Sang Hyang Seri Kembangkan Teknologi Pertanian Berbasis Data

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 2: Tanpa KelaparanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur Rabu, 26 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Sang Hyang Seri (Persero) menindaklanjuti kerja sama penelitian dan pengembangan teknologi pertanian tanaman pangan melalui pembahasan pengembangan teknologi deteksi kualitas benih berbasis X-ray dan sistem pemetaan pertanian menggunakan drone dalam kunjungan kerja Direksi PT Sang Hyang Seri ke Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB) FTP UGM, Rabu (26/8/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang Departemen TPB tersebut menjadi forum untuk membahas progres dua proposal kerja sama sekaligus mengidentifikasi kebutuhan teknologi pertanian di lapangan.

Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Adhi Cahyono Nugroho, hadir bersama Prof. Dr. Inex Slamet-Loedin, Vice President Research Agustinus Budi S., serta jajaran PT Sang Hyang Seri. Rombongan diterima Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., bersama Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P., serta tim peneliti FTP UGM.

Salah satu pembahasan utama adalah pengembangan alat evaluasi kualitas benih padi dan kedelai menggunakan teknologi X-ray. Dr. Bayu Nugraha memaparkan rancangan teknologi yang ditujukan untuk menjawab kebutuhan PT Sang Hyang Seri terhadap laboratorium eksternal yang dapat mendeteksi kerusakan benih secara cepat. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat mendukung proses evaluasi kualitas benih secara lebih efektif.

Dari sisi budidaya, Dr. Andri Prima Nugroho memaparkan pengembangan drone untuk mendukung agrofarm PT Sang Hyang Seri. Data kondisi lahan yang diperoleh melalui teknologi tersebut akan diolah untuk menghasilkan peta rekomendasi pemupukan dan mendukung pengambilan keputusan dalam mekanisasi pertanian.

Pengembangan drone juga direncanakan melibatkan mahasiswa Program Profesi Insinyur FTP UGM melalui kegiatan kerja praktik di PT Sang Hyang Seri. Keterlibatan mahasiswa sekaligus diharapkan dapat memperkaya data lapangan untuk mendukung pengembangan teknologi. Dalam kerja sama tersebut, terdapat dua paket yang ditawarkan, yaitu manajemen agronomi dan mekanisasi pertanian, serta peluang pengembangan proposal lanjutan terkait teknologi mesin pengering.

Selain budidaya dan perbenihan, pembahasan turut menyoroti kondisi teknologi pascapanen di fasilitas PT Sang Hyang Seri. Berdasarkan hasil survei yang dipaparkan Dr. Sri Rahayoe, ditemukan silo yang sudah tidak digunakan, bed dryer yang masih menggunakan sekam, serta rice milling unit (RMU) yang mengalami penurunan mutu hasil giling. FTP UGM mengusulkan peningkatan mekanisme pengukuran kadar air agar lebih presisi serta perbaikan tungku biomassa untuk mengurangi kebocoran panas.

Penguatan teknologi pertanian berbasis data juga berpotensi dikembangkan melalui sejumlah usulan dari PT Sang Hyang Seri, antara lain pengembangan sistem Alternate Wetting and Drying (AWD) berbasis satelit, pembangunan greenhouse di Jakarta, serta pengecekan sistem traceability produk. Sistem traceability sendiri sebelumnya telah dikembangkan oleh tim Departemen TPB FTP UGM melalui desain aplikasi untuk komoditas kopi dan kakao.

Berbagai pembahasan tersebut memperlihatkan ruang kolaborasi yang semakin luas antara FTP UGM dan PT Sang Hyang Seri, mulai dari menjaga kualitas benih, memperoleh data kondisi lahan, mendukung keputusan budidaya, hingga meningkatkan proses pascapanen. Kerja sama ini diarahkan untuk menghasilkan teknologi pertanian yang tidak hanya berbasis riset, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Melalui tindak lanjut kerja sama ini, FTP UGM dan PT Sang Hyang Seri terus membuka peluang pengembangan riset dan teknologi yang aplikatif bagi sektor pertanian tanaman pangan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri tersebut diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan teknologi dan data dalam meningkatkan efisiensi serta kualitas produksi pertanian.

Melaju ke Final, FTP UGM Raih Juara 2 Mini Soccer Piala Dekan FT

Rilis BeritaSDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan Berkualitas Sabtu, 22 Agustus 2026

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih juara 2 dalam Turnamen Mini Soccer Piala Dekan Fakultas Teknik UGM Tahun 2026. Setelah melalui rangkaian pertandingan, tim FTP UGM berhasil melaju hingga babak final yang berlangsung pada Sabtu (22/8), sekaligus menempatkan FTP UGM sebagai salah satu tim terbaik dalam kompetisi tersebut.

Turnamen Mini Soccer Piala Dekan Fakultas Teknik UGM Tahun 2026 menjadi wadah bagi sivitas UGM untuk membangun kebersamaan melalui olahraga. Mengusung semangat “Strengthening Collaboration Through Sportsmanship”, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun sportivitas, serta meningkatkan kerja sama antarsivitas di lingkungan UGM.

Keikutsertaan FTP UGM dalam turnamen tersebut menjadi bagian dari partisipasi fakultas dalam berbagai kegiatan bersama di lingkungan universitas. Pertandingan menjadi ruang bagi tim untuk menunjukkan kemampuan, kekompakan, dan semangat berkompetisi sekaligus menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Perjalanan FTP UGM hingga babak final menjadi capaian tersendiri bagi tim. Dengan melewati pertandingan-pertandingan dalam rangkaian kompetisi, FTP UGM akhirnya mengamankan posisi runner-up dan membawa pulang gelar juara 2 pada turnamen yang mempertemukan berbagai perwakilan fakultas, sekolah, unit kerja, dan sivitas UGM tersebut.

Selain mengejar prestasi, turnamen ini memberikan ruang bagi peserta untuk membangun komunikasi dan kekompakan melalui permainan tim. Nilai tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggaraan kegiatan yang menempatkan olahraga sebagai sarana membangun teamwork dan hubungan yang lebih erat di lingkungan UGM.

Babak final pada 22 Agustus 2026 menjadi penutup perjalanan kompetitif FTP UGM dalam turnamen tersebut. Raihan juara 2 sekaligus menjadi hasil dari semangat dan kerja sama tim yang ditunjukkan sepanjang kompetisi.

Capaian ini diharapkan tidak hanya menjadi prestasi dalam bidang olahraga, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan FTP UGM dalam berpartisipasi pada kegiatan lintas unit di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Melalui olahraga, FTP UGM turut membawa semangat kolaborasi dan sportivitas sebagai bagian dari kehidupan sivitas akademika.

Didi Widjanarko: Lulusan Teknologi Pertanian Harus Siap Beradaptasi di Era Digital

Rilis BeritaSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Selasa, 18 Agustus 2026

Menjelang kelulusan, calon wisudawan/wati Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dibekali wawasan untuk menghadapi dunia kerja yang terus berkembang melalui kegiatan “Beyond Graduation: Membangun Karier dan Kompetensi di Industri Smart Farming serta Menciptakan Multiple Income di Era Digital” pada Selasa (18/8) di FTP UGM. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempersiapkan langkah setelah menyelesaikan pendidikan sekaligus mengenali berbagai peluang karier dan pengembangan kompetensi di era digital.

Hadir sebagai narasumber, Didi Widjanarko, S.T.P., M.Sc., CTO PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa sekaligus alumni Teknologi Industri Pertanian (TIP) FTP UGM tahun 2009, membagikan pengalaman perjalanan kariernya sejak menjadi mahasiswa hingga berkecimpung dalam pengembangan teknologi smart farming. Menurutnya, dunia kerja tidak hanya melihat ijazah atau gelar akademik, tetapi lebih jauh pada kemampuan dan nilai yang dapat diberikan seseorang.

“Dunia kerja tidak hanya membayar ijazah. Perusahaan tidak membayar kita karena kita pernah kuliah. Perusahaan membayar value yang bisa kita berikan,” ujar Didi.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah kompetensi yang perlu terus dikembangkan mahasiswa maupun lulusan, di antaranya problem solving, komunikasi, kemampuan beradaptasi, dan lifelong learning. Kompetensi tersebut menjadi semakin penting karena kebutuhan industri terus berubah seiring perkembangan teknologi.

Didi juga mendorong calon lulusan untuk mulai membangun portofolio sebagai bukti keterampilan yang dimiliki. Menurutnya, pengalaman selama kuliah, baik melalui organisasi, kepanitiaan, kegiatan akademik, maupun proyek personal, dapat menjadi modal yang menunjukkan kemampuan kepada calon pemberi kerja.

“Kalau saya posisi yang hire orang, yang saya minta portofolio. IPK nomor sekian, ijazah juga nomor sekian,” ungkapnya.

Pengalaman Didi selama menjadi mahasiswa juga menjadi contoh bagaimana keterampilan dapat dikembangkan dari aktivitas sederhana. Ketertarikannya pada desain grafis membawanya mengerjakan berbagai proyek, mulai dari membuat desain hingga mengembangkan side hustle melalui penjualan karya digital. Ia juga pernah terlibat dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan berbagai aktivitas organisasi selama berkuliah.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses membangun keterampilan yang kemudian dapat digunakan dalam dunia kerja. Ia menekankan bahwa tidak semua usaha harus langsung berkembang menjadi bisnis besar. Hal yang lebih penting adalah keberanian untuk memulai dan belajar menjual keterampilan yang dimiliki.

“Tidak semua usaha harus langsung menjadi bisnis besar, yang penting adalah belajar menjual skill,” katanya.

Pengalaman di dunia teknologi juga mengantarkan Didi pada pengembangan drone hingga teknologi smart farming. Dari proses tersebut, ia menemukan bahwa berbagai pengetahuan yang diperoleh selama kuliah di FTP tetap relevan ketika diterapkan di dunia kerja.

Ia menjelaskan bahwa materi seperti sistem industri, proses, engineering, statistik, manajemen, teknologi pertanian, problem solving, hingga praktikum menjadi fondasi yang kemudian diterapkan dalam pekerjaan melalui system thinking, process improvement, product development, data-driven decision, team and project management, smart farming, troubleshooting, dan experimental mindset.

“Kampus memberikan pondasi, dunia kerja mengajarkan bagaimana menggunakannya,” jelasnya.

Di tengah perkembangan teknologi, Didi juga mengingatkan calon lulusan agar tidak hanya bergantung pada teknologi atau perangkat yang sedang populer. Menurutnya, teknologi dapat berubah dengan cepat, sementara kemampuan fundamental tetap menjadi fondasi yang harus dikuasai.

“Teknologi boleh berubah, fundamental tidak. AI digunakan sebagai tools. Manusia sebagai kontrol. Tools adalah cabang, bukan batang. Yang bertahan adalah mereka yang paham ‘mengapa’, bukan hanya ‘bagaimana’. Kuasai fundamentalnya, tools akan mengikuti,” tuturnya.

Selain membangun karier utama, Didi turut memperkenalkan konsep multiple income sebagai salah satu strategi pengembangan karier di era digital. Ia menjelaskan bahwa sumber pendapatan tidak harus berasal dari satu jalur saja. Karier utama dapat menjadi fondasi finansial dan pengalaman industri, sementara aset digital, bisnis, maupun investasi dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan lainnya.

Menurutnya, multiple income bukan sekadar bekerja lebih banyak, melainkan membangun aset yang dapat memberikan nilai dalam jangka panjang. Berbagai keterampilan digital seperti desain, video editing, pemrograman, copywriting, penerjemahan, analisis data, hingga digital marketing dapat menjadi peluang yang dikembangkan sesuai kemampuan masing-masing.

“Income dan career tidak harus berasal dari satu sumber,” ujarnya.

Lebih lanjut, Didi mengajak calon wisudawan/wati untuk tidak terlalu takut memulai dari bawah. Menurutnya, kesempatan dan posisi ideal tidak selalu datang sejak awal, tetapi dapat terbentuk setelah seseorang mulai membangun kemampuan dan pengalaman.

“Jangan takut memulai dari bawah, jangan terlalu cepat mengejar jabatan, bangun skill yang bisa dijual, bangun portofolio, jangan hanya mencari pekerjaan namun bangun value. Jangan menunggu pekerjaan ideal karena opportunity sering datang setelah kita mulai, bukan sebelum kita mulai,” pesannya.

Pembekalan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan calon wisudawan/wati FTP UGM dalam memasuki fase setelah perguruan tinggi. Melalui pengalaman dan perspektif praktis dari alumni, mahasiswa diharapkan mampu melihat kelulusan bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan awal untuk menerapkan ilmu, membangun kompetensi, menciptakan peluang, serta terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Srawung Desa 2026, Semai Karya dan Cipta Berdaya Bersama Masyarakat Gondoarum

Rilis BeritaSDG 11: Kota dan Pemukiman yang BerkelanjutanSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan Berkualitas Sabtu, 15 Agustus 2026

Belajar dari masyarakat, mengenali potensi desa, hingga berbagi pengetahuan menjadi bagian dari semangat Dies Natalis ke-63 Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM). Semangat tersebut diwujudkan melalui Srawung Desa 2026 bertema “Semai Karya, Cipta Berdaya” yang berlangsung pada 13–15 Agustus 2026 di Dusun Gondoarum, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari FTP dan sejumlah fakultas lain di UGM dengan masyarakat Gondoarum dalam rangkaian aktivitas pemberdayaan, workshop, serta kegiatan sosial dan kebudayaan.

Ketua Dies Natalis FTP UGM 2026, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., mengatakan bahwa pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kepekaan sosial dan memahami bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. “Salah satu yang kami harapkan adik-adik (mahasiswa UGM) berproses. Apa yang diharapkan? Kita punya kepekaan yang cukup tinggi. Oh, ternyata bermasyarakat itu tidak hanya satu arah ya, saya punya ilmunya nih di kampus, tapi juga ga harus dalam mengkomunikasikan merasa lebih tahu. Bapak-bapak ibu-ibu yang di sini itu pengalamannya lebih luar biasa. Jadi, kita akan belajar banyak di sini.”

Pesan tersebut menjadi salah satu landasan Srawung Desa 2026. Mahasiswa tidak ditempatkan semata-mata sebagai pihak yang membawa pengetahuan dari kampus, tetapi juga sebagai pembelajar yang membuka diri terhadap pengalaman, pengetahuan, dan kehidupan masyarakat. Pertemuan dua arah tersebut diharapkan dapat membangun kepekaan sekaligus mendorong mahasiswa untuk melihat potensi dan persoalan desa dari perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Ketua BEM FTP UGM, Erlangga Adi Setiawan menyampaikan bahwa Srawung Desa merupakan kegiatan di bawah naungan Kementerian Pengembangan Desa Mitra. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk “srawung” atau berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekaligus menggali potensi yang dimiliki Padukuhan Gondoarum. “Tujuan kegiatan ini untuk ‘srawung’ dengan desa khususnya Padukuhan Gondoarum. Dan, nantinya kita akan coba untuk eksplor dan mencoba menginovasi apa keunggulan dari Gondoarum ini.” Ia menambahkan bahwa proses interaksi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengenalan terhadap kehidupan desa, tetapi berkembang menjadi proses belajar dan pemberdayaan bersama. “Kegiatan Srawung Desa menjadi tempat belajar bersama untuk berinteraksi, berinovasi, dan juga memberdayakan masyarakat desa.”

Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mempertemukan keilmuan mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui workshop yang melibatkan tiga departemen di FTP UGM. Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) memberikan materi pengolahan produk berbahan dasar pisang melalui praktik pembuatan brownies kering. Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIP) mengenalkan pemanfaatan kemasan ramah lingkungan, termasuk biofoam. Sementara itu, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB) memberikan materi mengenai pembuatan pupuk organik cair melalui rekayasa alat.

Dosen TPB FTP UGM, Dr. Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus mempertemukan kebutuhan tersebut dengan pengetahuan dan narasumber yang relevan. “Mungkin di sini (Padukuhan Gondoarum) ada kebutuhan-kebutuhan dari masyarakat terkait pengetahuan atau teknologi yang diperlukan. Di sini adik-adik (mahasiswa UGM) sudah mengklasifikasi, mempertemukan bapak-ibu di sini dengan narasumber-narasumber.”

Berbagai workshop tersebut dirancang secara interaktif agar masyarakat tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga dapat mengikuti proses praktik. Pendekatan ini sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dapat dikomunikasikan dan diterapkan sesuai dengan konteks serta kebutuhan masyarakat.

Proses belajar bersama juga berlangsung di luar sesi workshop. Para volunteer mengikuti aktivitas keseharian warga, termasuk berkebun dan pergi ke pasar. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat sekaligus memahami potensi lokal yang tidak selalu dapat ditemukan melalui kegiatan formal.

Nuansa kebersamaan semakin terasa melalui rangkaian kegiatan kebudayaan, seperti karawitan, malam puncak, dan jalan pagi bersama di lingkungan desa. Kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi yang lebih cair antara mahasiswa dan masyarakat sekaligus mempererat hubungan selama pelaksanaan Srawung Desa.

Srawung Desa 2026 melibatkan sekitar 25 warga Dusun Gondoarum, serta 29 panitia dan 24 volunteer yang berasal dari FTP maupun sejumlah fakultas lain di UGM. Keterlibatan lintas fakultas tersebut memperluas perspektif dalam kegiatan sekaligus menunjukkan bahwa proses pemberdayaan masyarakat dapat menjadi ruang kolaborasi berbagai bidang keilmuan.

Melalui tema “Semai Karya, Cipta Berdaya”, Srawung Desa 2026 menjadi salah satu bentuk nyata semangat Dies Natalis ke-63 FTP UGM dalam menghadirkan kebermanfaatan di tengah masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan, tetapi juga mengajarkan bahwa kebermanfaatan lahir dari kesediaan untuk mendengar, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat. Dari Gondoarum, mahasiswa dan masyarakat dipertemukan dalam proses yang sama: berbagi pengetahuan, menggali potensi, dan menciptakan keberdayaan bersama.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan penerapan pengetahuan di masyarakat, SDG 11: Sustainable Cities and Communities melalui penguatan potensi dan kehidupan komunitas desa, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam pengembangan desa.

Tepat di Hari UMKM Nasional, 30 Pelaku Usaha Ramaikan Workshop Nasional UMKM

Rilis BeritaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDG 4: Pendidikan BerkualitasSDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Rabu, 12 Agustus 2026

Hari UMKM Nasional yang diperingati setiap 12 Agustus menjadi momentum bagi Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan usaha masyarakat. Momentum tersebut diwujudkan melalui Workshop Nasional UMKM 2026 yang diselenggarakan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM bekerja sama dengan FTP UGM pada Rabu (12/8) di Auditorium Kamarijani-Soenjoto FTP UGM. Bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis ke-63 FTP UGM, kegiatan ini mempertemukan sekitar 30 pelaku UMKM melalui forum pembelajaran, berbagi pengalaman, serta pameran produk unggulan untuk mendorong penguatan ekosistem usaha berbasis potensi lokal.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FTP UGM, Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P., berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada forum pertemuan maupun pameran produk, tetapi mampu menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha. “Harapannya kegiatan ini tidak hanya sebatas pertemuan atau workshop ataupun juga gelar suatu product atau temu pelaku. Yang lebih jauh tentunya akan ada dampak yang significant, terutama bagi masyarakat, pelaku usaha secara luas dan nasional,” ujarnya.

Pandangan mengenai pentingnya keberadaan UMKM dalam perekonomian juga disampaikan Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si. Menurutnya, keberhasilan UMKM memiliki keterkaitan erat dengan kekuatan ekonomi secara lebih luas sehingga pengembangannya perlu mendapat perhatian dan dukungan. “UMKM sukses, saya punya keyakinan ekonomi kita akan besar. Tetapi apabila UMKM didiskriminasi dan tidak diberi perhatian, potensi merosot pasti akan terjadi,” tuturnya.

Mengusung gagasan sinergi lembaga ekonomi masyarakat melalui koperasi dan UMKM, workshop ini membahas berbagai strategi penguatan usaha berbasis potensi lokal. Koperasi dipandang dapat menjadi penggerak ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM, sementara UMKM menjadi bagian penting dari kegiatan ekonomi produktif yang memperkuat keberlanjutan koperasi.

Pembahasan tersebut diperkaya dengan berbagai success story dari pelaku usaha maupun akademisi. Amirrullah Setya Hardi, S.E., Cand.Oecon., Ph.D. dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM membahas penguatan kelembagaan koperasi sebagai wadah pengembangan produk unggulan UMKM. Sementara itu, Dr. Ir. Muhsin Al Anas, S.Pt., IPP. membagikan pengalaman mengenai peluang bisnis ayam petelur bebas sangkar untuk menghasilkan telur omega-3 berbasis kelompok.

Dari sisi pengembangan produk berbasis kearifan lokal, Herdiana Dewi Utari dari CV Dewi Makmur membagikan pengalaman transformasi jamu menuju gaya hidup sehat sekaligus peluang bisnis. Pengalaman lain disampaikan Juni Noor Hastuti, pemilik Matahari Craft, melalui pemanfaatan limbah kulit jagung dan serat alam menjadi produk kerajinan bunga kering serta home decor bernilai ekonomi tinggi. Lenny Tursia Vishtrina dari Evanz Store turut membagikan pengalaman dalam mengembangkan ide kreatif untuk merebut peluang pasar.

Rangkaian materi dan pengalaman tersebut dipandu melalui sesi diskusi yang menghadirkan ruang bagi peserta untuk bertukar pandangan dengan narasumber. Bayu Nugraha, S.T.P., M.Sc., Ph.D. dari FTP UGM turut berperan sebagai moderator pada sesi kedua yang membahas pemilihan alat dan mesin produksi pendukung kegiatan lembaga ekonomi serta berbagai pengalaman pengembangan usaha.

FTP UGM juga berkontribusi secara langsung melalui materi mengenai pemilihan alat dan mesin produksi pendukung kegiatan lembaga ekonomi yang disampaikan Dr. Ir. Devi Yuni Susanti, S.T.P., M.Sc., IPU., ASEAN Eng. Pembahasan ini memperkuat perspektif bahwa pengembangan UMKM tidak hanya membutuhkan kreativitas dalam menghasilkan produk, tetapi juga dukungan teknologi yang tepat untuk meningkatkan efektivitas dan kapasitas produksi.

Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-63 FTP UGM, kegiatan ini juga tidak terlepas dari semangat perayaan dies natalis yang menguatkan kontribusi FTP UGM kepada masyarakat. Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., selaku Ketua Dies Natalis ke-63 FTP UGM, turut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan rangkaian kegiatan yang menghubungkan momentum dies natalis dengan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Tidak hanya berlangsung dalam bentuk workshop dan seminar, kegiatan juga menghadirkan pameran produk UMKM binaan di halaman Auditorium Kamarijani-Soenjoto FTP UGM. Sekitar 30 UMKM terlibat dengan menampilkan produk unggulan masing-masing. Pameran tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang interaksi dan jejaring dengan peserta maupun pihak lain yang hadir.

Beragam produk yang ditampilkan memperlihatkan bahwa potensi UMKM dapat tumbuh dari berbagai sumber daya lokal, mulai dari pangan, produk kesehatan berbasis kearifan lokal, hingga produk kerajinan. Pertemuan antara pengalaman pelaku usaha, perspektif akademik, dan dukungan kelembagaan diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan UMKM.

Bagi FTP UGM, keterlibatan dalam Workshop Nasional UMKM 2026 menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam menghadirkan kontribusi perguruan tinggi bagi pengembangan ekonomi masyarakat. Pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan Hari UMKM Nasional sekaligus rangkaian Dies Natalis ke-63 FTP UGM diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat jejaring dan menghasilkan dampak yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

Melalui kolaborasi antara DPkM UGM, FTP UGM, akademisi, dan pelaku UMKM, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Lebih dari itu, sinergi yang terbangun diharapkan dapat mendorong UMKM untuk berkembang, berinovasi, dan naik kelas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas, inovasi, dan peluang pengembangan UMKM, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga masyarakat, dan pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat.

1234…67

Berita Terakhir

  • Padukan Riset dan Praktik, TPHP FTP UGM Gelar Pelatihan Pembuatan Soft Sourdough
  • Susuri ‘Rute Kucing’ Sejauh 5 Km, TraktoRun 2026 Kembali Gelorakan Semangat Kebersamaan
  • Bahas Penerapan Teknologi Pascapanen, Bappenas dan FTP UGM Dukung Penguatan Ekonomi Hijau
  • Perkuat Inovasi dan Kolaborasi Riset, ISLAB-GM ke-10 Hadirkan 178 Peserta dan 27 Invited Speakers
  • GROW • LEAD • SUSTAIN, Expo Produk Unggulan FTP UGM Tampilkan Inovasi untuk Pertanian Berkelanjutan

Berita UGM

  • Mahasiswa UGM Hidupkan Kembali Pakem Grĕntĕng melalui Karya Wayang Siswa 3 September 2026
  • Karhutla Marak di Area Konsesi, Akademisi UGM Soroti Rendahnya Kepatuhan Pengelola 3 September 2026
  • Rakit Mesin Bertenaga Surya, Mahasiswa UGM Olah Ampas Kacang Hijau Jadi Pakan Domba 3 September 2026
  • UGM Kenalkan Praktik Kerja Sehat dan Ergonomis kepada Kelompok Tani 3 September 2026
  • Perkuat Konservasi Regional, Dosen UGM Jadi Delegasi RI di Forum Forensik DNA Satwa Liar 3 September 2026

Agenda

  • 04Sep Workshop Keilmuan Bidang Teknologi Pertanian
  • 06Sep Agropreneur Business Plan Competition 2026
  • 13Sep Final AGROPRENEUR 2026
  • 18Sep Alumni Gathering 2026
  • 20Sep Family Fun Day
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju