Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia bertajuk The Power of Working with Emotional Intelligence & Creative Problem Solving pada Senin (6/7) di Auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Pelatihan yang merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-63 FTP UGM ini menghadirkan Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi UGM, sebagai narasumber. Melalui kegiatan ini, dosen dan tenaga kependidikan FTP UGM diajak memperkuat kecerdasan emosional serta kemampuan menyelesaikan masalah secara kreatif guna mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, adaptif, dan produktif.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-63 FTP UGM, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., menyampaikan bahwa pelatihan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi, tetapi juga aktualisasi diri. Menurutnya, kecerdasan emosional menjadi salah satu bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan kerja, termasuk dinamika perubahan dan tuntutan efisiensi, sehingga diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan memperoleh manfaat dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Keuangan, SDM, Aset, dan Sistem Informasi FTP UGM, Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo, S.T.P., M.Eng., berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan sivitas akademika dalam mengelola emotional intelligence sehingga mampu menghasilkan solusi yang kreatif terhadap berbagai tantangan pekerjaan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarsumber daya manusia sebagai modal untuk terus mendorong kemajuan FTP UGM.
Dalam sesi pelatihan, Prof. Kwartarini mengawali materi dengan mengajak peserta merefleksikan pengalaman menghadapi beban kerja melalui diskusi interaktif dan survei sederhana mengenai kondisi yang dirasakan selama bekerja. Hasil refleksi menunjukkan beragam respons peserta terhadap tekanan pekerjaan. Melalui ilustrasi tersebut, peserta diajak memahami bahwa tantangan dan tekanan dalam pekerjaan akan selalu ada, namun cara seseorang memaknai dan merespons tekanan tersebut menjadi faktor penting dalam menentukan kondisi psikologis maupun produktivitasnya.
Lebih lanjut, Prof. Kwartarini menjelaskan bahwa Emotional Intelligence (EI) mencakup enam aspek utama, yaitu kesadaran diri, pengelolaan diri, motivasi diri, empati, keterampilan sosial, dan kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana. Menurutnya, keenam aspek tersebut menjadi fondasi dalam membangun hubungan kerja yang sehat, meningkatkan kemampuan berkolaborasi, serta mendukung pengambilan keputusan yang bertanggung jawab di lingkungan kerja.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai perbedaan eustress dan distress. Eustress dipandang sebagai tekanan yang dapat memotivasi seseorang untuk berkembang, sedangkan distress berpotensi menimbulkan kecemasan dan menurunkan produktivitas apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, kemampuan mengenali gejala stres dan mengelola emosi menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental sekaligus meningkatkan kualitas kinerja. Selain itu, Prof. Kwartarini menekankan pentingnya mengenal diri sendiri, memahami orang lain, serta membangun interaksi yang sehat sebagai langkah awal menciptakan kolaborasi yang efektif di lingkungan kerja.
Melalui pelatihan ini, FTP UGM terus berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam kompetensi profesional, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Penguatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif, inovatif, dan berdaya saing dalam mendukung kemajuan institusi.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan pengelolaan stres di lingkungan kerja, SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, serta SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan kolaboratif.
Mengawali rangkaian kegiatan, peserta melaksanakan ziarah di Makam UGM Sawitsari dengan agenda doa bersama dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada sivitas akademika FTP UGM yang telah berpulang. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang jasa serta dedikasi para pendahulu yang telah memberikan kontribusi dalam perjalanan dan perkembangan FTP UGM hingga saat ini.