Dalam rangka mendukung pengelolaan program PROKLIM (Program Kampung Iklim) yang berkelanjutan, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Laboratorium Analisis Mutu dan Standardisasi Departemen Teknik Industri Pertanian (DTIP) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Penilaian Dampak Sosial Program PROKLIM: Sinergi antara Komunitas dan Budaya Kalurahan Klitren”.
Kegiatan ini berlangsung pada 11 November 2024 di Balai Warga RW XVI, Jalan Kemakmuran, Kelurahan Klitren, Gondokusuman, Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim dosen yaitu Dr. Ir. R. Wahyu Supartono, Mohammad Affan Fajar Falah, S.T.P., M.Agr., Ph.D., Anggoro Cahyo Sukartiko, S.T.P., M.P., Ph.D., dan Dr. Muhammad Prasetya Kurniawan, S.T.P., M.Sc.
Pada kegiatan ini, tim dosen memberikan sosialisasi mengenai penilaian dampak sosial program PROKLIM serta menjaring aspirasi warga terkait program yang telah berjalan. Sinergi antara komunitas dan budaya lokal menjadi fokus utama dalam menciptakan pengelolaan lingkungan yang berbasis partisipasi masyarakat.
Program ini sejalan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yaitu SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.
Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai alat dan mesin yang digunakan dalam proses pascapanen serta teknik desain proses yang dapat diterapkan untuk meningkatkan nilai tambah produk ubi ungu. Materi yang disampaikan oleh para ahli dari FTP UGM tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga strategi pengolahan yang tepat guna untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Dengan metode pelatihan yang aplikatif dan berorientasi pada praktik langsung, kegiatan ini memberikan pengetahuan mendalam kepada para peserta tentang bagaimana memaksimalkan potensi ubi ungu dari hulu hingga hilir, serta bagaimana menjaga kualitas dan meningkatkan nilai produk olahan yang dapat bersaing di pasar.