Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian PPN/Bappenas membahas rencana kajian penerapan teknologi pascapanen untuk mendukung penguatan ekonomi hijau di Indonesia. Diskusi yang berlangsung di FTP UGM, Kamis (27/8), tersebut membahas identifikasi teknologi alat dan mesin pertanian yang sesuai dengan karakteristik wilayah, sekaligus rencana penetapan tiga wilayah sebagai pilot project penerapan teknologi.
Koordinator Tim Ekonomi Hijau Direktorat Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik (P4T) Bappenas, Aropando Goklas Sibarani, mengatakan kajian akan dilakukan dengan melihat karakteristik masing-masing daerah atau desa. Pendekatan tersebut diperlukan agar teknologi yang direkomendasikan sesuai dengan kebutuhan wilayah dan dapat meningkatkan produktivitas.
“Identifikasi karakteristik masing-masing daerah atau desa diperlukan untuk merekomendasikan alat dan mesin pertanian yang tepat guna untuk meningkatkan produktivitas,” jelas Aropando.
Rencana kajian ini sejalan dengan target pemerintah dalam menurunkan susut pangan. Melalui penguatan sarana dan teknologi pascapanen, intervensi pemerintah diharapkan tidak hanya mengurangi kehilangan hasil pertanian, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani, menjaga stabilitas pasokan pangan, dan berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca.
Dalam diskusi tersebut, FTP UGM turut memaparkan kapasitas Laboratorium Teknologi Pangan dan Pascapanen (TPP) dalam pengujian serta pengembangan alat dan mesin pertanian. Laboratorium TPP telah ditunjuk Kementerian Pertanian sejak 2007 sebagai salah satu laboratorium pengujian alat dan mesin pertanian di Indonesia dan telah terakreditasi ISO 17025:2017. Kompetensi laboratorium mencakup pengujian alat pertanian dari tahap prapanen, pascapanen, hingga pengolahan pangan.
Berbagai alat telah menjadi bagian dari pengujian Laboratorium TPP, antara lain mesin pengering, combine harvester, mesin penepung kelapa, pengupas sabut kelapa, dan mesin perontok. Selain pengujian, FTP UGM juga memiliki kompetensi dalam pengembangan alat dan mesin pertanian dari tahap on farm hingga off farm.
Selanjutnya, kajian akan diawali dengan analisis sejumlah wilayah menggunakan data sekunder melalui scoring, pembobotan, pemetaan GIS, dan analisis spasial. Hasil analisis akan digunakan untuk menentukan wilayah prioritas yang selanjutnya dapat disurvei sebagai calon lokasi pilot project. Penetapan wilayah pilot project ditargetkan dapat dilakukan dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Melalui penjajakan ini, Bappenas dan FTP UGM diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi penerapan teknologi pascapanen yang sesuai dengan kebutuhan wilayah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung penurunan susut pangan, peningkatan produktivitas petani, serta penguatan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.