Bagi Intan Rahma Dinni, Mahasiswa Program Studi Sarjana Teknologi Pertanian angkatan 2024, menjadi Juara I pada Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Fakultas Universitas Gadjah Mada Tahun 2026 yang membawanya meraih Juara III pada Pilmapres tingkat Universitas Gadjah Mada bukanlah pencapaian yang dicapai dalam semalam. Secara sadar, Intan sudah “menabung” portofolio sejak awal masa perkuliahan dengan aktif mengikuti berbagai lomba, bergabung dalam startup, berorganisasi, terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat, meraih beasiswa, serta mengumpulkan berbagai penghargaan.
Di tengah padatnya aktivitas akademik dan nonakademik, Intan berupaya untuk mengelola waktu dan menjaga fokus agar tidak mudah terdistraksi. Ia terus mengingatkan dirinya untuk berkompetisi dengan diri sendiri, bukan dengan orang lain. Konsistensi tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya predikat Juara III Kategori Sarjana pada Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Universitas Gadjah Mada Tahun 2026 yang diselenggarakan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM pada 4 April 2026.
Di balik keberhasilannya, terdapat proses seleksi yang tidak sederhana. Intan harus melewati tahap pemberkasan dengan penyusunan 2 komponen utama berupa Gagasan Kreatif (GK) dan Capaian Unggulan (CU). Nantinya, GK akan dipresentasikan di hadapan juri disertai sesi tanya jawab. Seleksi tingkat fakultas melibatkan juri internal maupun eksternal fakultas. Melalui proses tersebut, Intan berhasil terpilih sebagai Juara I Mahasiswa Berprestasi tingkat Fakultas Teknologi Pertanian UGM dan menjadi salah satu perwakilan FTP pada tahap Supercamp di tingkat universitas. Menariknya, peserta Supercamp tidak hanya berasal dari Juara I Mahasiswa Berprestasi masing-masing fakultas. Supercamp dilaksanakan secara offline dan mencakup presentasi GK, tanya jawab dalam Bahasa Inggris, validasi Capaian Unggulan oleh dewan juri, serta psychological screening di tahap akhir. Untuk proses ini, Intan mengatakan tidak ada satu bagian spesifik yang dianggap paling menentukan, “Prinsip saya dari awal hanya satu, yaitu do my best, berikan yang terbaik di setiap tahapan dan nikmati setiap prosesnya,” pungkasnya.
Selain itu, Intan juga menegaskan pentingnya menjadi diri sendiri, be unique, dan hadir sebagai versi terbaik dari diri sendiri. “Tidak perlu mencoba menjadi orang lain, karena justru keunikan dan keaslian itulah yang membuat kita menonjol di mata juri,” ujarnya.
Proses rangkaian Pilmapres baik tingkat fakultas maupun universitas mengajarkan Intan tentang pentingnya perencanaan jangka panjang dan kemampuan untuk menetapkan target yang jelas. Pada akhirnya, pelajaran terbesar yang ia peroleh adalah bagaimana mengelola diri sendiri serta menghidupi prinsip bahwa manusia merupakan makhluk pembelajar sepanjang hayat. Pengalaman ini juga menjadi ruang yang benar-benar membentuk Intan untuk mengenal dirinya lebih dalam.
Sebagai penutup, Intan berpesan kepada mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, untuk mulai merencanakan masa depan sejak dini. Menurutnya, waktu kuliah sebaiknya tidak dijalani begitu saja tanpa arah yang jelas. “Planning hidup dari sekarang. Jangan biarkan waktu kuliah hanya mengalir begitu saja tanpa arah. Tentukan tujuan, susun timeline, atur langkahnya, dan eksekusi dengan konsisten. Set your goals, own your journey,” pesannya.
Kontributor: Diva Humaira Nibras