Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Kylian Tulus Arrietta, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang International Youth Innovation Summit (IYIS) Batch 20 yang diselenggarakan oleh Global Youthpreneur Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 23–26 Februari 2026 di Cheras Youth Centre, Malaysia, dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah. Dalam kompetisi inovasi digital berbasis SDGs tersebut, Kylian berperan sebagai peserta sekaligus ketua tim bidang kesehatan dan berhasil meraih empat penghargaan bergengsi.
Dalam ajang ini, Kylian tergabung dalam tim 2A bidang kesehatan dan dipercaya sebagai team leader. Ia mengusung inovasi digital bernama NutriTrack MBG, sebuah aplikasi yang dirancang untuk mendukung monitoring aspek pangan dan gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inovasi ini berfokus pada penguatan sistem pemantauan gizi berbasis digital guna meningkatkan efektivitas intervensi pangan dan kesehatan masyarakat. Keunggulan ide tersebut mengantarkan timnya meraih sejumlah penghargaan, yaitu 1st Best Team Leader, 1st Best Digital Innovation, 1st Best Team, serta 2nd Best Presentation.
Program IYIS merupakan kompetisi inovasi digital yang berorientasi pada solusi nyata terhadap tantangan global, khususnya dalam bidang ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan pendidikan. Peserta tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga mendapatkan pengalaman internasional melalui berbagai kegiatan seperti kunjungan industri ke pabrik cokelat di Malaysia serta kunjungan akademik ke Universiti Malaya dan Nanyang Technological University. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran lintas budaya sekaligus memperluas wawasan global mahasiswa dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi.
Keikutsertaan dan prestasi yang diraih mahasiswa FTP UGM dalam ajang ini mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong generasi muda untuk aktif berkontribusi dalam pengembangan solusi inovatif berbasis riset dan teknologi. Inovasi NutriTrack MBG yang telah dipatenkan juga menunjukkan potensi keberlanjutan dan implementasi nyata dalam mendukung program strategis nasional di bidang pangan dan gizi.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui inovasi pemantauan gizi, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas dan pembelajaran global mahasiswa, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan kolaborasi dan kepemimpinan pemuda dalam inovasi.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng. memaparkan materi bertajuk Lessons Learned dan Catatan terkait Permen 52 Tahun 2025. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami berbagai poin penting dalam implementasi regulasi terbaru, termasuk tantangan serta strategi adaptasi yang dapat dilakukan di tingkat fakultas maupun individu dosen.
KTK AKM juga menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain koordinasi tindak lanjut nonklinis, keterbatasan waktu mahasiswa, serta perlunya alur rujukan yang jelas bagi kasus berisiko tinggi. Oleh karena itu, diusulkan penguatan layanan promotif dan preventif dengan melibatkan dosen konselor, peer counselor, Dosen Pembimbing Akademik (DPA), dan dosen pembimbing skripsi, serta penyusunan manajemen kasus mahasiswa yang terintegrasi.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM Prof. Ir. Wiratni, ST., MT., Ph.D., IPM. yang mewakili dukungan institusional terhadap kolaborasi internasional antar perguruan tinggi.