Yogyakarta, 15 Juli 2026 — Keamanan pangan segar menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan masyarakat memperoleh pangan yang aman dan berkualitas. Hal tersebut menjadi fokus dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawasan Keamanan Pasar Pangan Aman (PAS AMAN) yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta pada 15 Juli 2026 di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, Dr.nat.techn. Aulia Ardhi, S.T.P., M.Sc., selaku narasumber dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), memberikan pemaparan mengenai keamanan pangan pada pangan segar kepada peserta yang terlibat dalam pengelolaan dan pengawasan pangan di lingkungan pasar.
Materi bertajuk “Keamanan Pangan pada Pangan Segar: Karakteristik, Potensi Cemaran, dan Good Hygiene Process” mengajak peserta memahami bahwa keamanan pangan tidak hanya ditentukan oleh kondisi pangan ketika sampai di pasar, tetapi juga oleh bagaimana pangan tersebut ditangani sejak proses penerimaan, penyimpanan, hingga distribusinya kepada konsumen. Pangan segar memiliki karakteristik yang membuatnya rentan mengalami penurunan mutu maupun kontaminasi apabila tidak ditangani dengan tepat.
Pembahasan dalam bimtek mencakup berbagai potensi cemaran yang dapat memengaruhi keamanan pangan, baik cemaran biologis, kimia, maupun fisik. Pemahaman terhadap sumber dan karakteristik cemaran menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan pangan yang mampu mencegah risiko sebelum pangan sampai kepada konsumen.
Selain mengenali potensi bahaya, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai penerapan Good Hygiene Process dalam penanganan pangan. Praktik higiene yang baik menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi pangan selama berada di lingkungan pasar, termasuk dalam proses penanganan, penyimpanan, dan distribusi. Penguatan pemahaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelola pasar dalam menerapkan prinsip keamanan pangan secara konsisten.
Melalui Bimtek PAS AMAN, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta bersama FTP UGM turut mendorong terbentuknya lingkungan pasar yang tidak hanya menyediakan pangan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menjamin aspek keamanan dan kesehatannya. Upaya tersebut menjadi bagian dari perlindungan konsumen sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pangan segar yang beredar di pasar-pasar Kota Yogyakarta.
Kontributor : Fadli Fitriandi
Mengusung tema Empower Youth for Food, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk melihat berbagai tantangan sistem pangan global dari perspektif yang lebih luas. Diskusi membahas pentingnya inovasi, kewirausahaan, serta kolaborasi lintas disiplin sebagai upaya menghasilkan solusi terhadap berbagai isu di sektor pertanian dan pangan. Kehadiran mahasiswa dari Erasmus University Rotterdam juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami pengalaman, pendekatan, dan praktik yang berkembang di tingkat internasional.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-63 FTP UGM, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., menyampaikan bahwa pelatihan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi, tetapi juga aktualisasi diri. Menurutnya, kecerdasan emosional menjadi salah satu bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan kerja, termasuk dinamika perubahan dan tuntutan efisiensi, sehingga diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan memperoleh manfaat dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Fiametta Ayu Purwandari, S.T.P., M.Sc., dosen dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) FTP UGM, menyampaikan materi mengenai profil Universitas Gadjah Mada, lingkungan akademik, serta berbagai peluang pengembangan diri yang dapat diperoleh selama menempuh pendidikan di UGM.