Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di dua lokasi, yaitu Balai Dusun Kedungbuweng RT 03, Wukirsari, Imogiri, Bantul, serta Kalibulus, Bimomartani, Ngemplak, Sleman pada Rabu, 16 April 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Wahyu Dwi Saputra, S.T.P., M.Agr.Sc., Ph.D., yang menyampaikan materi bertema “Pentingnya Diversifikasi Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal” kepada masyarakat setempat.
Dalam paparannya, Wahyu Dwi Saputra, S.T.P., M.Agr.Sc., Ph.D. menjelaskan bahwa diversifikasi pangan merupakan strategi penting untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Pemanfaatan bahan pangan lokal yang beragam dapat membantu memenuhi kebutuhan zat gizi harian secara seimbang, mengurangi ketergantungan pada satu jenis sumber pangan pokok, serta mendukung keberlanjutan sistem pangan daerah. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami cara menyusun menu B2SA dengan memanfaatkan potensi sumber daya pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar, mulai dari umbi-umbian, kacang-kacangan, sayur, buah, hingga sumber protein hewani dan nabati.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi sarana edukasi praktis bagi warga, di mana masyarakat diajak mengenali nilai gizi dari berbagai bahan pangan lokal serta mempraktikkan penyusunan menu harian yang sesuai prinsip B2SA. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan rumah tangga dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan sehat, bergizi, dan aman untuk dikonsumsi sehari-hari.
Selain meningkatkan kapasitas masyarakat, kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), di antaranya SDG 1 (No Poverty / Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan pemanfaatan potensi pangan lokal yang bernilai ekonomis, SDG 2 (Zero Hunger / Tanpa Kelaparan) dengan mendorong ketersediaan dan akses terhadap pangan beragam, serta SDG 3 (Good Health and Well-being / Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui perbaikan pola makan dan gizi masyarakat. Lebih lanjut, kegiatan ini turut mendukung SDG 4 (Quality Education / Pendidikan Berkualitas) dengan memberikan edukasi gizi yang aplikatif, dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth / Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peluang usaha berbasis bahan pangan lokal.
Dalam kejuaraan ini, Irakiza Gideon tampil sebagai peserta yang mewakili Fakultas Teknologi Pertanian UGM, sekaligus menunjukkan semangat juang dan kedisiplinan tinggi yang menjadi karakter mahasiswa UGM. Melalui ajang tersebut, ia berkesempatan untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan, dan menambah pengalaman bertanding di tingkat internasional. Keterlibatannya mencerminkan peran aktif mahasiswa dalam menyeimbangkan prestasi akademik dan non-akademik, serta menjadi wujud nyata dari semangat
Visitasi diawali dengan sesi pembukaan di Ruang Multi Media UGM, dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, serta perwakilan program studi. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA, menyampaikan bahwa visitasi ASIIN merupakan bagian dari komitmen UGM dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi agar sejajar dengan standar internasional. “Kami telah bekerja keras untuk mengembangkan program pendidikan yang selaras dengan standar global, mendukung profesionalisme mahasiswa, dan memenuhi kebutuhan industri. Proses asesmen ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk merefleksikan pencapaian serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan,” ungkapnya.
Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menegaskan bahwa proses akreditasi ini merupakan bagian dari langkah strategis fakultas dalam mencapai pengakuan internasional. “Kami telah melakukan persiapan selama lebih dari satu tahun untuk memenuhi standar ASIIN. Harapan kami, FTP UGM dapat sejajar dengan institusi pendidikan terkemuka di dunia dan terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu dan teknologi pertanian,” ujarnya.