Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama PT Pertamina (Persero) resmi memulai kolaborasi riset pengembangan high-temperature drilling starch berbasis pati sagu melalui penandatanganan kontrak dan kick-off kerja sama penelitian pada Senin (22/6) di Operation Room FTP UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh Vice President Technology Innovation Upstream & Low Carbon PT Pertamina (Persero), Dr. Ali Sundja, perwakilan PT Pertamina dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta pimpinan FTP UGM sebagai langkah awal pengembangan material pengeboran yang lebih ramah lingkungan dan berbasis sumber daya lokal.
Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat riset berdampak melalui sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan lembaga penelitian. Menurutnya, pengembangan biodegradable drilling additive membuka peluang pemanfaatan berbagai komoditas pertanian Indonesia, termasuk porang dan sagu, sebagai material fungsional yang mendukung kebutuhan industri energi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
“Penelitian saat ini didorong agar mampu memberikan dampak nyata bagi industri dan masyarakat. Kolaborasi seperti ini menjadi kesempatan untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan,” ungkap Prof. Eni.
Dalam kesempatan tersebut, tim peneliti memaparkan rencana pengembangan drilling starch berbasis pati sagu yang dimodifikasi secara kimia sebagai fluid loss reducer untuk aktivitas pengeboran pada temperatur tinggi. Penelitian akan dilaksanakan selama 12 bulan dengan fokus pada karakterisasi bahan baku, optimasi proses modifikasi, karakterisasi produk, pengujian formulasi lumpur pengeboran, hingga analisis nilai tambah sebagai dasar pengembangan menuju skala industri.
Peneliti dari BRIN, Yanuar Sigit Pramana, menjelaskan bahwa Indonesia merupakan produsen sekitar 85 persen sagu dunia, namun pemanfaatannya masih belum optimal karena memiliki stabilitas termal yang relatif rendah. Melalui penelitian ini, pati sagu diharapkan dapat ditingkatkan dari komoditas alami menjadi material fungsional bernilai tambah yang mampu memenuhi kebutuhan industri pengeboran dalam negeri.
Selain mendukung kebutuhan industri energi, pengembangan drilling starch berbasis pati sagu juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan impor, meningkatkan daya saing industri nasional, memperluas pemanfaatan komoditas sagu pada sektor nonpangan, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi petani dan pelaku usaha di daerah penghasil sagu.
Kolaborasi antara FTP UGM, PT Pertamina (Persero), dan BRIN menjadi wujud penguatan ekosistem riset triple helix yang menghubungkan perguruan tinggi, industri, dan lembaga penelitian dalam menghasilkan inovasi yang siap dihilirisasikan. Melalui sinergi ini, hasil penelitian diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi kebutuhan industri energi nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi berbasis sumber daya lokal, SDG 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan komoditas sagu menjadi produk bernilai tambah, SDG 7: Affordable and Clean Energy (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui inovasi material pendukung industri energi yang lebih ramah lingkungan, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi, industri, dan lembaga penelitian.