Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Yunika Mayangsari, S.Si., M.Biotech., Ph.D., berperan sebagai narasumber dalam kegiatan Workshop Hasil Penyusunan Analisis Pola Pangan Harapan (PPH) yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada 11 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan DPKP Provinsi DIY dan bertujuan untuk mengevaluasi hasil analisis PPH DIY tahun 2025 serta merumuskan rekomendasi tindak lanjut kebijakan pangan daerah.
Dalam workshop tersebut, Yunika Mayangsari memaparkan hasil telaah dan review analisis Pola Pangan Harapan Provinsi DIY tahun 2025 dari perspektif teknologi pangan. Paparan difokuskan pada upaya peningkatan skor PPH melalui penguatan diversifikasi pangan lokal, baik dari aspek kuantitas maupun kualitas konsumsi pangan masyarakat DIY.
Kontribusi dosen FTP UGM dalam kegiatan ini menegaskan peran strategis fakultas dalam mendukung perumusan kebijakan ketahanan pangan berbasis kajian ilmiah. Melalui pendekatan teknologi pangan, disampaikan berbagai rekomendasi untuk mendorong pemanfaatan pangan lokal yang lebih beragam, bergizi seimbang, dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pola konsumsi masyarakat.
Workshop ini juga menjadi forum evaluasi bersama antara akademisi dan pemangku kepentingan daerah untuk meninjau capaian PPH DIY serta mengidentifikasi tantangan dan peluang pengembangan pangan lokal. Rekomendasi yang disusun diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan program dan kebijakan pangan Provinsi DIY pada tahun-tahun mendatang.
Keterlibatan FTP UGM dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen fakultas dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat dan kontribusi keilmuan dalam penguatan ketahanan pangan daerah. Sinergi antara FTP UGM dan DPKP DIY diharapkan mampu mendorong terciptanya sistem pangan yang sehat, beragam, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty) melalui penguatan ketahanan pangan masyarakat, SDG 2 (Zero Hunger) dengan peningkatan kualitas dan keberagaman konsumsi pangan, serta SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui dukungan terhadap pola makan yang sehat dan bergizi seimbang.