Yogyakarta, 4 Agustus 2021. Fakultas Teknologi Pertanian UGM menyelenggarakan Webinar Best Practice Pengabdian Masyarakat Terintegrasi. Webinar ini merupakan rangkaian dari agenda Dies Natalis yang ke-58 Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada.
Webinar membahas mengenai “Ketahanan Pangan di Masa Pandemi” oleh Dr. Rini Yanti, S.T.P., MP., Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, “Mekanisasi Pasca Panen dan Pengolahan Pangan pada Level Petani” oleh Dr. Joko Nugroho Wahyu Karyadi, S.T.P., M.Eng., Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, “Lini Masa Pemberdayaan Industri Rumahan” oleh Dr. Jumeri S.T.P., M.Si., Dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian, dan “Industri Rumahan: Antara Harapan dan Tantangan” oleh Utik Suryani, pelaku industri rumah tangga Desa Tuksono, Sentolo, Kulonprogo. Webinar diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Stream yang dimoderatori oleh Dr. Ir. Priyanto Triwitono, M.P., Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP UGM.
Webinar diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia Dies Natalis ke-58, Dr. Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., dan dibuka oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. yang diwakilkan oleh Dr. Sri Rahayoe S.T.P., MP., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pelayanan Masyarakat, Kerjasama, dan Alumni.
Dr. Joko Nugroho Wahyu Karyadi, S.T.P., M.Eng. sebagai pembicara pertama menyampaikan bahwa pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah dengan pendekatan alat dan mesin. Desa Prawoto, Kec. Sukolilo, Pati, Jawa Tengah memiliki permasalahan yang sering terjadi terkait dengan pertanian yaitu petani sering mendapatkan harga rendah, mutu jagung rendah, dan berjamur. Dilakukan Program riset nasional yang merupakan bentuk penerapan pengeringan, dibantukan dalam bentuk mesin pengering.
Desa Selopamioro, Kec. Imogiri, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki permasalahan kapasitas produksi dan pemasaran produk pada pengusaha tempe, kripik, bawang goreng, dan singkong. Untuk itu, dikenalkan mesin pengupasan kedelai, mesin pengiris tempe, alat pengiris bawang dan mesin spinner, dan freezer untuk penyimpanan singkong.Selain itu juga dikenalkan mesin cabinet dryer berdaya rendah untuk mengeringkan bunga telang dan alat penepungan untuk membuat tiwul instan pada pengusaha tiwul. Pendampingan kepada masyarakat dapat dilakukan secara periodik supaya apa yang disampaikan dapat terus dilakukan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dr. Rini Yanti, S.T.P., MP. sebagai pembicara kedua menyampaikan bahwa pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah dengan pendekatan proses antara lain pengolahan hasil pertanian, penyimpanan, keamanan pangan, bahan tambahan pangan, sanitasi, teknologi, mesin dan peralatan, diversifikasi olahan pangan, aspek gizi, pengemasan, dan perizinan (PIRT dan sertifikat halal). Sasarannya adalah UMKM, Siswa, Kelompok Tani, dharma wanita, dan lain-lain.
Pengabdian masyarakat yang dilakukan ada yang sifatnya insidental saja sehingga hanya ada satu kali kegiatan namun ada juga yang didampingi dari hulu ke hilir. Permasalahan yang sering terjadi adalah minimnya inovasi produk yang dihasilkan sehingga produknya hanya itu-itu saja. Pelatihan yang dilakukan kepada masyarakat disesuaikan dengan komoditas yang dihasilkan pada daerah tersebut. Sedangkan penyuluhan dilakukan tidak hanya untuk komoditas tertentu saja. Selain itu dilakukan juga diskusi mengenai ketahanan pangan di masa pandemi. Diskusi dilakukan oleh banyak pihak dari dalam dan luar departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.
Pelatihan yang sudah dilakukan antara lain pengolahan daging, cincau, salak, yoghurt, labu kuning, olahan tapioka hingga menjadi makanan siap jadi. Pelatihan membuat produk bersama, pengendalian mutu, mengevaluasi, diskusi mengenai pelabelan dan desain kemasan, dan lain-lain.
Dr. Jumeri S.T.P., M.Si. sebagai pembicara ketiga menyampaikan bahwa industri rumahan terbagi menjadi tiga kelompok yaitu tingkat pemula, berkembang, dan maju. Pada awalnya, Desa Tuksono, Sentolo, Kulonprogo merupakan salah satu desa dengan pendapatan warga terendah, sehingga tercetuslah pengabdian masyarakat pada desa tersebut. Sebagian besar, produksi yang dilakukan pada Desa Tuksono adalah produksi tahu, sehingga akan memunculkan banyak limbah tahu. Sehingga diberikan pelatihan berupa produksi tempe gembus dari limbah tahu tersebut untuk meningkatkan pendapatan di desa tersebut.
Beberapa bentuk pengabdian masyarakat di Desa Tuksono adalah dengan melakukan stimulasi bantuan alat-alat yang dapat digunakan untuk pelaku industri rumahan, melakukan inovasi teknologi salah satunya adalah alat pengepresan ampas tahu untuk produksi tempe gembus, melakukan penyuluhan mengenai sanitasi sehingga lingkungan produksi dapat higienis, dan melakukan pelatihan PIRT kepada pelaku industri rumahan.
Utik Suryani, pembicara keempat menyampaikan bahwa kondisi pandemi berdampak pada UMKM, disamping itu adanya aturan pemerintah yang berubah-ubah membuat beberapa UMKM sulit untuk berkembang. Permasalahan saat ini yang sering dihadapi adalah kesulitan dalam menjual produk dan banyak yang kehilangan lapangan kerja. Untuk itu diperlukan strategi agar tetap bisa bertahan dan juga mata rantai yang berhubungan dengan UMKM tersebut tetap berjalan. Dalam masa pandemi, meskipun situasinya sedang sulit, Bu Utik dan lainnya tetap berusaha dan bangkit untuk merintis usaha masker kain, connector, strap masker, dan lain-lain dan dijual secara offline maupun online.
Webinar dihadiri oleh sekitar 145 orang yang berasal dari mahasiswa, umum, dan dosen. Diskusi diisi dengan enam pertanyaan mengenai kiat-kiat mempertahankan kolaborasi dengan mitra sehingga bisa berkesinambungan, bantuan mesin, sasaran pendampingan, saran mengenai pembuatan gudeg Yogyakarta siap saji, mengenai tempe menjes malang, dan cara supaya bisa mendapat pendampingan. Webinar diakhiri dengan sesi ramah tamah dengan narasumber dan foto virtual bersama.
Grand Launching ini diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia Dies Natalis ke-58, Dr. Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., sambutan oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., dan sambutan sekaligus pembukaan acara secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan (PPK) UGM, Prof. Dr. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr. Grand Launching MOOCs diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Stream dengan Dr. Irwan Endrayanto Aluicius, S.Si., M.Sc., Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P, M.Sc., dan Andika Wicaksono Putro, S.T.P, M.Sc. sebagai narasumber.
Webinar diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia Dies Natalis ke-58, Dr. Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., dan dibuka oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Workshop tersebut membahas mengenai bagaimana cara menerapkan metode pembelajaran yang efektif dan berkualitas sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di masa yang akan datang dengan I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D., Dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik UGM sebagai narasumber. Webinar diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Stream yang dimoderatori oleh Rendayu Jonda Neisyafitri, STP. M.Sc Dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian FTP UGM.
Webinar dilanjutkan dengan penyampaian pengantar dan selayang pandang oleh Prof. Ir. Sigit Supadmo Arif, M,Eng., Ph.D., mengenai teknologi pertanian dalam peradaban manusia. Prof. Ir. Sigit Supadmo Arif, M,Eng., Ph.D., menyampaikan bahwa nenek moyang kita sudah bisa membangun sistem irigasi yang sangat sistematis. Jejak peradaban manusia akan selalu berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi itu menjadi suatu kebutuhan dan akan terus berkembang selama masih ada manusia.
Dr. Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM menyampaikan bahwa teknik pertanian merupakan salah satu bidang ilmu yang merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan di bidang pertanian. Bidang keilmuannya terbagi menjadi empat, antara lain Teknik sumberdaya lahan dan air, Teknik pengendalian lingkungan hayati, Teknik mesin biosistem, dan Teknik pangan, pascapanen, dan bioproses.
Prof. Dr. Ir. Endang Sutriswati Rahayu, M.S. Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP UGM menyampaikan topik mengenai Gut Microbiota, Probiotik, dan Prebiotik. Gut Microbiota diperuntukkan bagi orang Indonesia mulai dari bayi sehat, anak sehat, anak malnutrisi, remaja sehat, pemuda dan lansia sehat, orang dewasa yang mengalami overweight, obesitas, dan diabet type II. Probiotik merupakan bakteri hidup dengan karakteristik yang jelas dan jumlah yang cukup yang berfungsi baik untuk kesehatan. Sedangkan prebiotik merupakan nutrisi bagi bakteri “baik” pada usus. Usus yang sehat akan mendukung kesehatan organ-organ yang lain seperti paru-paru. Apabila probiotik dan prebiotik ada pada suatu produk maka disebut dengan sinbiotik. Potensi probiotik lokal contohnya adalah coklat dan keju mazaraat.
Ir. Adi Djoko Guritno, MSIE., Ph.D., Dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian FTP UGM menyampaikan beberapa hal terkait pengembangan rantai pasok terintegrasi untuk produk perikanan. Departemen Teknologi Industri Pertanian didirikan dengan pilar sistem engineering, teknologi, dan manajemen.
Webinar tersebut membedah buku karya salah satu sivitas akademika Fakultas Teknologi Pertanian UGM, yaitu Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc. yang merupakan Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP UGM yang berjudul ‘Nasi Goreng Indonesia, Cita Rasa Mendunia’. Sebagai pembahas adalah Dr. Endang Suraningsih, M.M., M.Psi, Wakil Direktur Bidang Pelatihan, Pendidikan dan Penelitian IGC (Indonesian Gastronomy Community). Webinar diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Stream yang dimoderatori oleh Aulia Ardhi, S.T.P., M.Sc., Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP UGM.
Dr. Endang Suraningsih, M.M., Psi. membahas buku Nasi Goreng Indonesia, Cita Rasa Mendunia dari segi tampilan, penyajian isi, isi buku, dan juga penutup. Bu Endang, sapaan akrab Dr. Endang Suraningsih, M.M., Psi., memberikan poin-poin positif untuk buku ini misalnya penampilan buku yang menarik dengan cover dan isi yang berwarna, pembahasan yang komprehensif namun tidak terlalu berat bagi pembacanya, serta proses penulisannya yang “menggunakan hati” dan melibatkan penulis lintas generasi dan lintas profesi. Kesan yang baik ini menjadikan buku Nasi Goreng Indonesia, Cita Rasa Mendunia direkomendasikan untuk dimiliki oleh setiap pecinta nasi goreng. Beliau juga menambahkan bahwa diperlukan suatu roadmap kuliner dengan konsep yang jelas untuk dapat menjawab tantangan menjadikan nasi goreng Indonesia dengan cita rasa mendunia yang tidak hanya dikenal dan dicintai oleh bangsa Indonesia sendiri, namun juga dapat dikenal dan dicintai oleh seluruh dunia. Untuk menyukseskan hal ini, diperlukan kerja sama dari semua pihak karena menyangkut berbagai aspek. Lebih daripada itu, nasi goreng merupakan makanan yang adaptif dan dapat menyesuaikan diri dimana dia berada sehingga nasi goreng dapat dikembangkan dengan mudah namun tetap harus menjunjung tinggi jati dirinya sebagai makanan khas Indonesia.