Universitas Gadjah Mada sukses mempertahankan gelar Juara Umum di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-34 yang berlangsung di Universitas Sumatera Utara (USU) pada 25-29 Oktober 2021 dengan meraih total 54 medali dengan rincian 14 medali emas, 21 medali perak, dan 19 medali perunggu. Prestasi tersebut menjadikan UGM sebagai juara bertahan PIMNAS selama empat tahun berturut sejak tahun 2018 lalu.
Pada gelaran PIMNAS 2021 kali ini, FTP UGM mengirimkan 8 tim kontingen (dari 124 tim seluruh UGM) melaju ke final. Dari 8 tim tersebut turut menyumbangkan total 3 medali, terdiri dari 1 medali perak (poster) dan 2 medali perunggu (poster dan presentasi). Medali tersebut dikontribusikan oleh tim PKM-GT dengan dosen pendamping Dr. Ria Millati dan anggota tim Renno Meidi Akrommin, Shri Bhuwana T.D., Maria Angela P.R., Aurelio Gunajaya dan Muhammad Fadhlan yang memperoleh 1 medali perak untuk poster dan 1 medali perunggu untuk presentasi. Sedangkan tim PKM-KC dengan dosen pendamping Dr. Arifin Dwi Saputro dan anggota tim Catur Rizqi Shaumadesta, Putri Sadini, M. Syafiq Ersa Mahendra dan Ahmad Allan Dzulqarnain memperoleh 1 medali perunggu untuk poster.
Fakultas mengucapkan selamat serta terima kasih kepada tim PIMNAS FTP yang telah berjuang dan berhasil memperoleh medali, dan juga terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung kelancaran dan kesuksesan kontingen PIMNAS dari FTP.
FTP JAYA!

Rapat Terbuka Senat FTP UGM dibuka secara resmi oleh Ketua Senat FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, M.Sc.. Dekan FTP UGM menyampaikan capaian-capaian yang sudah diraih oleh FTP UGM dalam Laporan Dekan Tahun 2021 sebagai pertanggungjawaban kinerja Dekan dalam tahun 2021 serta highlight selama periode 2016-2021. Acara dilanjutkan dengan orasi ilmiah purnatugas yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Sri Anggrahini, M.S. dengan judul “Kopi untuk Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19”. Sri Anggrahini menyampaikan bahwa berbagai penelitian di luar negeri, kopi menduduki peringkat teratas sebagai asupan yang dinilai paling mampu mencegah paparan Covid-19. Penelitian terdahulu juga banyak yang menemukan bahwa kopi merupakan minuman sehat peningkat kekebalan tubuh. Hal ini disebabkan kopi merupakan penyumbang utama asupan polifenol dan fenolik. Kedua senyawa tersebut mempunyai sifat antioksidan serta anti-inflamasi. Penelitian soal khasiat kopi ini menurutnya perlu ditindaklanjuti agar bisa mendorong masyarakat kita gemar mengonsumsi kopi serta mengetahui batas aman mengonsumsi kopi sesuai dengan yang dianjurkan. Tidak hanya itu, kopi juga bisa digunakan untuk mendeteksi seseorang terkena covid atau tidak. “Umumnya penderita covid mengalami gejala hilangnya indera penciuman atau anosmia. Kopi bisa digunakan untuk mendeteksi gejala tersebut karena memiliki rasa dan aroma yang kuat,”katanya.
Disampaikan pula dalam acara puncak, pemberian penghargaan bagi purnatugas FTP UGM, yaitu Ir. Ag. Pamudji Rahardjo, M.P., Prof. Dr. Ir. Supriyanto, M.S., Prof. Dr. Ir. Sri Anggrahini, M.S, Endang Suwartiningsih, dan Agus Budiyanto, A.Md. (alm.). Dosen berprestasi FTP UGM tahun 2021 diraih oleh Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech, Ph.D., Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo Arif, M.Eng., dan Dr. Mirwan Ushada, STP. M.App.Life.Sc.. Dan Tenaga Kependidikan Berprestasi FTP UGM tahun 2021 diraih oleh Aji Herman Saputra, Sujiyem, dan Nova Kumara. Disampaikan pula pengahargaan bagi mahasiswa berprestasi dari berbagai bidang. Di akhir acara, Dekan FTP UGM memimpin peresmian pengembangan infrastruktur dengan pemotongan pita di landmark FTP UGM.
Empat mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dengan Secundina Frida Hoki Harlanda (TPHP 2018) sebagai ketua tim, yang beranggotakan Dina Clarissa Kurniawan (TPHP 2018), Felicia Irawan (TPHP 2018), dan Veronika Dewi Pratanjani Prasasta (Gizi Kesehatan 2018) mengembangkan produk jeli dengan protein ikan kembung dan prebiotik kitosan sebagai kudapan darurat bencana di bawah bimbingan Andika Wicaksono Putro, S.T.P., M.Sc.
bencana, akan ada kerusakan infrastruktur yang menghambat proses penyaluran bantuan, terutama bahan pangan yang bergizi. Berlatarbelakang hal tersebut, produk berbentuk jeli yang tidak mudah rusak dan mudah didistribusikan dikembangkan sebagai kudapan darurat bencana.