Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) akan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Membangun Peradaban Teknologi Pangan untuk Future and Healthy Food pada 4 Oktober 2025. Forum yang menghadirkan Prof. Dr. Sri Raharjo sebagai narasumber ini bertujuan membangun pemahaman yang utuh mengenai pangan olahan berbasis sains, sekaligus menyusun rekomendasi kebijakan (policy brief) bagi pemerintah dan pedoman edukasi publik untuk meredam misinformasi terkait Ultra-Processed Food (UPF).
FGD ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan sistem pangan global yang dipengaruhi pertumbuhan populasi dan keterbatasan sumber daya alam. Kondisi tersebut menuntut pengembangan pangan yang tidak hanya aman dan bergizi, tetapi juga berkelanjutan serta terjangkau bagi masyarakat.
Di Indonesia, tantangan tersebut diperkuat dengan masih adanya persoalan gizi ganda, yaitu kekurangan nutrisi di satu sisi serta meningkatnya prevalensi obesitas dan penyakit metabolik di sisi lain. Dalam konteks tersebut, berkembang pula berbagai persepsi mengenai Ultra-Processed Food (UPF) yang cenderung dikaitkan dengan dampak negatif berdasarkan klasifikasi NOVA. Akibatnya, peran teknologi pangan dalam menjamin keamanan, mutu, dan peningkatan nilai gizi pangan kerap tidak dipahami secara utuh.
Melalui FGD ini, PATPI mengangkat pembahasan mengenai penggunaan istilah UPF dan konsep healthy processed food untuk mendorong pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pangan olahan. Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog multidisiplin yang mempertemukan perspektif akademisi, praktisi, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan pandangan yang berbasis bukti ilmiah.
Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya policy brief yang komprehensif bagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Kesehatan, sekaligus pedoman edukasi publik yang dapat menjadi rujukan dalam menyampaikan informasi mengenai pangan olahan secara objektif dan berbasis sains.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan sistem pangan yang mendukung ketahanan pangan, serta SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya mendorong pemahaman masyarakat mengenai pangan yang aman, bergizi, dan menyehatkan.