Perhimpunan Mahasiswa Teknik Pertanian (PERMATETA) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada melalui Departemen Akademis menyelenggarakan kegiatan 2D (Tour de Industry) pada Sabtu, 27 September 2025, bertempat di PT PIA Juwara Satoe, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini didampingi oleh dosen FTP UGM Dr. Prieskarinda Lestari, S.T. dan Ardan Wiratmoko, S.T.P., M.Sc., dengan tujuan memperkuat wawasan mahasiswa mengenai penerapan ilmu keteknikan pertanian di dunia industri pangan.
Mengusung tema “Synergy of Technology and Young Generation in Building Future Food Security”, kunjungan industri ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM untuk melihat secara langsung proses produksi pangan skala industri, manajemen produksi, serta penerapan teknologi modern dalam menjaga mutu dan keamanan pangan. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menjembatani teori di bangku kuliah dengan praktik di lapangan.
Pada sesi pembukaan, pihak PT PIA Juwara Satoe memperkenalkan profil perusahaan yang berlokasi di kawasan Berbah, Kalasan, Sleman. Perusahaan yang didirikan pada November 2018 oleh Dr. Fredy Setiawan ini dikenal sebagai produsen bakpia modern dengan inovasi bakpia kering (krispi) dan bakpia basah, serta berbagai produk kue kering. PT PIA Juwara Satoe telah tersertifikasi Halal dan menerapkan sistem produksi yang higienis dengan dukungan mesin berteknologi modern.
Sesi pemaparan materi membahas sejarah perkembangan perusahaan serta sistem pengelolaan limbah produksi. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai jenis limbah cair dan padat yang dihasilkan dari proses produksi bakpia, serta upaya pengelolaannya agar ramah lingkungan. PT PIA Juwara Satoe menerapkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan tahapan fisik, kimia, dan biologis hingga air hasil olahan memenuhi baku mutu sebelum dilepas ke lingkungan.
Diskusi interaktif turut mewarnai kegiatan ini. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait pemanfaatan limbah produksi. Pihak perusahaan menjelaskan bahwa limbah padat seperti kulit kacang hijau dan sisa adonan bakpia dapat dimanfaatkan kembali, misalnya sebagai pakan ternak, sehingga mendukung penerapan prinsip circular economy di industri pangan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tur fasilitas produksi. Mahasiswa diajak mengamati langsung alur proses pembuatan bakpia, mulai dari pengolahan bahan baku, pencampuran adonan, pengisian, pemanggangan, hingga pengemasan produk. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai mesin produksi modern yang menunjang efisiensi, konsistensi kualitas, dan kebersihan proses.
Melalui kegiatan ini, PERMATETA FTP UGM berharap mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan peluang di sektor industri pangan. Kunjungan industri ini sejalan dengan komitmen FTP UGM dalam mendukung pembelajaran berbasis pengalaman dan penguatan kompetensi lulusan, serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).