Suasana sukacita sekaligus haru mewarnai pelepasan wisudawan Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan pada Rabu (22/7). Usai mengikuti prosesi Wisuda Pascasarjana UGM di Grha Sabha Pramana, FTP UGM melepas 15 lulusan yang terdiri atas delapan lulusan Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, enam lulusan Program Studi Magister Teknik Pertanian, serta satu lulusan Program Studi Doktor Ilmu Pangan. Di tengah kebahagiaan para wisudawan, prosesi pelepasan juga diwarnai rasa kehilangan atas berpulangnya Theresia Cici Marisi Sinaga, S.T.P., M.Sc., lulusan Program Studi Magister Teknik Pertanian yang belum sempat mengikuti prosesi wisuda. Kehadiran keluarga mewakili almarhumah menjadi momen penuh haru yang menyentuh seluruh hadirin.
Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, gelar akademik yang diraih merupakan hasil dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan, dedikasi, serta dukungan dari keluarga, dosen, dan lingkungan akademik.
“Bagi para wisudawan, ini adalah tanda berakhirnya satu perjalanan akademik yang panjang. Perjalanan yang penuh kerja keras, ketekunan, dan pengorbanan. Di balik ijazah yang tadi pagi saudara terima terdapat cerita perjuangan, doa, dukungan keluarga serta bimbingan para dosen hingga titik ini,” tutur Prof. Eni.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Eni juga mengajak seluruh hadirin untuk mengenang salah satu lulusan yang telah berpulang. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah Theresia Cici Marisi Sinaga yang hadir mewakili dalam prosesi pelepasan wisuda.”Namun kebahagiaan kita ini juga diselimuti rasa haru. Atas nama pimpinan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, saya mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhumah menerima tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, diterima seluruh amal baiknya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta penghiburan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Eni berpesan agar para lulusan senantiasa menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, tantangan di masa depan membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga integritas, kepedulian, kemampuan berkolaborasi, dan semangat untuk menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.
“Kepada wisudawan saya ucapkan selamat atas keberhasilan saudara. Gelar yang saudara sandang bukanlah akhir dari proses belajar, namun merupakan tanggung jawab yang lebih besar. Dunia membutuhkan insan-insan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, kemampuan berkolaborasi, serta keberanian menghadirkan solusi untuk berbagai persoalan bangsa,” pesannya.
Pada periode ini, Yuniar Wika Perdana Putri, S.T.P., M.Sc., dari Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan berhasil meraih predikat lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi jenjang magister, yaitu 4,00, dengan masa studi 1 tahun 10 bulan 6 hari. Sementara itu, Dr. Dea Tio Mareta, S.T.P., M.Sc., dari Program Studi Doktor Ilmu Pangan menjadi lulusan dengan IPK tertinggi jenjang doktor, yaitu 4,00, yang ditempuh dalam waktu 4 tahun 10 bulan 2 hari. Adapun predikat wisudawan tercepat diraih oleh Zahva Shivany Imanul Kamil, S.T.P., M.Sc., dari Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan dengan masa studi 1 tahun 4 bulan 17 hari, sedangkan predikat wisudawati termuda diraih oleh Rifa Fahmida, S.T.P., M.Sc., dari Program Studi Magister Teknik Pertanian yang lulus pada usia 22 tahun 8 bulan 27 hari.
Mewakili para wisudawan, Dr. Dea Tio Mareta, S.T.P., M.Sc., menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraih serta apresiasi kepada dosen, tenaga kependidikan, keluarga, dan rekan-rekan mahasiswa yang telah menjadi bagian dari perjalanan akademik selama menempuh pendidikan di FTP UGM. Ia berharap semangat belajar dan kolaborasi yang telah dibangun selama studi dapat terus terjaga dalam perjalanan karier dan pengabdian kepada masyarakat.
Pelepasan wisudawan Program Pascasarjana ini menjadi penanda lahirnya lulusan-lulusan baru FTP UGM yang siap berkarya di berbagai bidang profesi. Dengan bekal ilmu pengetahuan, integritas, dan semangat inovasi, para lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan di bidang pangan, pertanian, dan teknologi untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang kompeten, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan jejaring alumni yang diharapkan terus berkolaborasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Kerja sama ini mendasari pelaksanaan joint supervision bagi mahasiswa magister di program studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, dan juga membuka peluang kerja sama di bidang lain seperti penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, serta pertukaran pengetahuan antara kedua institusi. Penandatanganan Joint Supervision Agreement diawali dengan sambutan dari Dekan FTP UGM yang menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Kerja sama ini diharapkan menjadi awal bagi pengembangan berbagai program bersama, mulai dari pembimbingan mahasiswa, penelitian kolaboratif, hingga penguatan jejaring akademik antara FTP UGM dan Leiden University.
Mengusung tema Empower Youth for Food, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk melihat berbagai tantangan sistem pangan global dari perspektif yang lebih luas. Diskusi membahas pentingnya inovasi, kewirausahaan, serta kolaborasi lintas disiplin sebagai upaya menghasilkan solusi terhadap berbagai isu di sektor pertanian dan pangan. Kehadiran mahasiswa dari Erasmus University Rotterdam juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami pengalaman, pendekatan, dan praktik yang berkembang di tingkat internasional.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-63 FTP UGM, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., menyampaikan bahwa pelatihan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi, tetapi juga aktualisasi diri. Menurutnya, kecerdasan emosional menjadi salah satu bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan kerja, termasuk dinamika perubahan dan tuntutan efisiensi, sehingga diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan memperoleh manfaat dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari.