Kesempatan mengasah kemampuan riset di perguruan tinggi mitra internasional turut membuka wawasan akademik lintas negara bagi mahasiswa Magister Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM). Kesempatan tersebut dijalani Muhammad Athala Fawwaz Dzaky, mahasiswa Program Studi Magister Teknik Pertanian FTP UGM sekaligus bagian dari Smart Agriculture Research Center (SARC), Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) FTP UGM, melalui kegiatan student mobility di Wageningen University & Research (WUR), Belanda, yang berlangsung pada 1-12 September 2026 sebagai bagian dari International Joint Supervision Program (IJSP) program pembimbingan bersama yang memberi mahasiswa kesempatan memperoleh pengalaman akademik dan penelitian di perguruan tinggi mitra internasional.
Selama program berlangsung, Athala memperoleh pembimbingan dari Dr. Andri Prima Nugroho sebagai pembimbing dari UGM, yang turut mendampingi langsung pelaksanaan kegiatan di Wageningen, serta Dr. Joseph Peller sebagai pembimbing dari WUR. Ia juga berkesempatan berkonsultasi dengan Prof. Gerrit Polder mengenai teknologi spectral imaging dan penerapannya dalam penelitian pertanian. Rangkaian pembimbingan penelitian, praktik laboratorium, diskusi ilmiah, hingga pendampingan penulisan manuskrip untuk jurnal internasional dirancang untuk memperkuat kualitas riset Athala sekaligus memberi pengalaman menjalankan penelitian sesuai standar akademik level global.
Di Laboratorium Vision + Robotics WUR, Athala mempelajari teknologi spectral imaging dan penerapannya untuk plant phenotyping, memanfaatkan peralatan dan sistem yang tersedia untuk memahami langsung cara mengamati karakteristik tanaman secara objektif dan akurat teknologi yang dinilai berpotensi besar mendukung pengembangan pertanian presisi dan sistem pertanian cerdas. Sesi supervisi bersama turut menjadi ruang baginya mendiskusikan perkembangan penelitian, meninjau metode yang digunakan, serta memperbaiki cara menyajikan hasil riset secara ilmiah, sementara pendampingan penulisan manuskrip membantunya menyusun hasil riset lebih sistematis sebagai persiapan publikasi jurnal internasional.
Di luar kegiatan akademik dan penelitian, Athala turut merasakan langsung kehidupan sebagai mahasiswa di WUR dengan mempelajari lingkungan kampus, fasilitas pendidikan dan penelitian, budaya akademik, hingga pola interaksi antara mahasiswa dan peneliti, yang memberinya gambaran langsung mengenai ekosistem pembelajaran dan penelitian di salah satu universitas terkemuka dunia di bidang pertanian.
Kesempatan belajar di WUR merupakan salah satu impian Athala, mengingat WUR dinilai berada di garis depan pengembangan pertanian modern, khususnya indoor farming yang didukung teknologi mutakhir. Pembimbingan langsung dari para peneliti profesional, baik dalam praktik penelitian di laboratorium maupun proses penulisan ilmiah yang sistematis, turut memberikan kesan mendalam sepanjang program berlangsung.
Bagi FTP UGM, pelaksanaan IJSP ini memperkuat kerjasama akademik dengan WUR, khususnya di bidang teknologi pertanian, spectral imaging, dan plant phenotyping, sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa membangun jejaring internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi ilmiah, dan memperluas wawasan pendidikan serta penelitian di tingkat global. Keikutsertaan Athala diharapkan dapat memotivasi mahasiswa Teknik Pertanian UGM lainnya untuk aktif mencari pengalaman akademik internasional dan mempersiapkan diri melanjutkan studi di perguruan tinggi terkemuka dunia.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui perluasan pengalaman akademik dan riset internasional bagi mahasiswa, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi pertanian presisi seperti spectral imaging dan plant phenotyping, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama akademik antara UGM dan Wageningen University & Research.
Penulis: Shella Herdanti
Sepanjang kunjungan, digelar sejumlah diskusi untuk menjajaki peluang kerja sama antara UGM dan WUR, mulai dari penelitian kolaboratif, perencanaan publikasi bersama, hingga penyusunan proposal riset bersama. Diskusi turut melibatkan sejumlah mitra peneliti WUR, yaitu Dr. Joseph Peller di bidang spectral imaging for plant phenotyping, Prof. Dr. Gerrit Polder di bidang teknologi pencitraan spektral, serta Assoc. Prof. Gert Kootstra di bidang robotika pertanian. Salah satu fokus pembahasan mengarah pada pengembangan riset yang mengintegrasikan teknologi robotika dan plant phenotyping untuk pertanian tropis, pendekatan yang diharapkan mampu mendukung pengamatan karakteristik tanaman secara lebih objektif, cepat, dan akurat, sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi pertanian cerdas yang sesuai dengan kondisi pertanian Indonesia.
Dalam pertemuan dengan bagian kerja sama WUR, disampaikan usulan rencana penelitian bersama mengenai robotika dan plant phenotyping untuk pertanian tropis, sekaligus diidentifikasi peluang pendanaan dan langkah strategis agar gagasan tersebut dapat berkembang menjadi proposal riset bersama dan publikasi ilmiah kolaboratif.
iatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui pengembangan riset pertanian cerdas yang relevan bagi pertanian tropis, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi robotika dan plant phenotyping, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi riset antara UGM dan Wageningen University & Research.
Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Chusnul Hidayat dalam pidato pengukuhan dengan judul “Tantangan Pengembangan Produk dan Konsep Pengembangan Proses Pengolahan Hasil Pertanian dan Perkebunan” yang berlangsung di Balai Senat UGM, Selasa, 22 Maret 2022 dan disiarkan langsung melalui saluran Youtube Universitas Gadjah Mada. Prof. Chusnul dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Teknologi Hasil Pertanian pada Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Beliau menjadi salah satu bagian dari 353 Guru Besar aktif di UGM, dan salah satu dari 15 Guru Besar aktif di Fakultas Teknologi Pertanian UGM.



