Selamat dan sukses! Lima belas Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM masuk dalam Indonesian Top 5000 Scientists versi AD Scientific Index 2022. Nama-nama Dosen FTP yang masuk dalam daftar tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Endang Sutriswati Rahayu, M.S., Dr. Ria Millati, S.T., M.T., Prof.Dr.Ir. Mary Astuti, M.S., Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Purnama Darmadji, M.Sc. (alm.), Prof. Dr. Ir. Yustinus Marsono, M.S., Dr. Ir. Muhammad Nur Cahyanto, M.Sc., Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P., Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr., Prof. Dr. Ir. Tyas Utami, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Supriyanto, M.S., Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., dan Rachma Wikandari, S.T.P., M. Biotech., Ph.D.
AD (Alper-Doger) Scientific Index yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Murat Alper (MA) dan Associate Prof. Dr. Cihan Doger (MD), membangun sistem ranking dan analisis berdasarkan kinerja ilmiah dan nilai tambah produktivitas ilmiah individu ilmuwan. Penentuan indeks dengan menggunakan total angka i10 index, h-index dan citation score di Google Scholar 5 tahun terakhir.






Empat mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dengan Secundina Frida Hoki Harlanda (TPHP 2018) sebagai ketua tim, yang beranggotakan Dina Clarissa Kurniawan (TPHP 2018), Felicia Irawan (TPHP 2018), dan Veronika Dewi Pratanjani Prasasta (Gizi Kesehatan 2018) mengembangkan produk jeli dengan protein ikan kembung dan prebiotik kitosan sebagai kudapan darurat bencana di bawah bimbingan Andika Wicaksono Putro, S.T.P., M.Sc.
bencana, akan ada kerusakan infrastruktur yang menghambat proses penyaluran bantuan, terutama bahan pangan yang bergizi. Berlatarbelakang hal tersebut, produk berbentuk jeli yang tidak mudah rusak dan mudah didistribusikan dikembangkan sebagai kudapan darurat bencana.
Empat mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dengan Dina Clarissa Kurniawan (TPHP 2018) sebagai ketua tim, yang beranggotakan Felicia Irawan (TPHP 2018), Secundina Frida Hoki Harlanda (TPHP 2018), dan Veronika Dewi Pratanjani Prasasta (Gizi Kesehatan 2018) mengembangkan produk snack bar anti-obesitas berbahan dasar intip, cornflakes, dan kelengkeng kering sebagai penambah cita rasa di bawah bimbingan Dr. Arima Diah Setiowati, S.T.P., M.Sc.
Tergolong sebagai pangan yang sederhana, intip dipilih menjadi bahan dasar pembuatan snack bar ini. Pada umumnya, intip dibuat dengan cara digoreng menggunakan minyak, tetapi intip dapat dimodifikasi menjadi pangan fungsional dengan cara pengolahan lain yaitu pemanasan dan pendinginan berulang tanpa menggunakan minyak, yang tentunya diharapkan dapat meningkatkan manfaat gizi dan nilai ekonominya. Selain itu, penggunaan bahan lain seperti cornflakes dan kelengkeng kering ditujukan untuk menambah cita rasa pada snack bar. Rasa manis dari kelengkeng kering, serta tekstur crunchy intip dan cornflake, menjadikan snack bar ini berpotensi untuk menjadi alternatif budaya snacking yang digemari masyarakat.