Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Direktorat Kemitraan & Relasi Global UGM, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Peternakan, menyambut kedatangan peserta dan dosen pendamping SUIJI–SLP (Six University Initiative Japan-Indonesia–Service Learning Program) dari Ehime University, Kagawa University, dan Kochi University pada Jumat, 20 Februari 2026 di FTP UGM.
Program SUIJI–SLP tahun ini dimulai 19 Februari hingga 6 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat (service learning) yang mempertemukan mahasiswa Indonesia dan Jepang dalam kolaborasi lintas disiplin serta lintas budaya. Dalam pelaksanaannya, lima mahasiswa dari Jepang terdiri atas tiga mahasiswa dari Ehime University, satu mahasiswa dari Kagawa University, dan satu mahasiswa dari Kochi University akan berkolaborasi bersama 15 mahasiswa UGM dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Fakultas Pertanian (Faperta), dan Fakultas Peternakan (Fapet). Peserta diterjunkan di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, pada 21 Februari hingga 2 Maret 2026, untuk mengidentifikasi dan mencoba memecahkan permasalahan yang ada di lokasi. Selain itu, peserta yang tinggal di tengah-tengah masyarakat juga akan menjalani kehidupan seperti warga sekitar dan melakukan kegiatan seperti membatik, berlatih gamelan, memakai pakaian tradisional, membuat tempe, dan juga mengenalkan budaya Jepang.
Kegiatan penyambutan turut dihadiri oleh Dr. Kazuya Masuda, Associate Professor dari Kochi University, selaku dosen pendamping. Kerja sama yang telah terjalin selama lebih dari satu dekade ini menjadi bukti eratnya hubungan antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam penguatan pendidikan tinggi dan pengabdian kepada masyarakat.
Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Ia berharap mahasiswa SUIJI–SLP dapat memperoleh pengalaman lintas budaya yang bermakna serta berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan di tingkat pedesaan hingga nasional dan global. Dekan juga menekankan bahwa para peserta merupakan calon future leaders yang diharapkan mampu membawa perubahan positif di masa mendatang.
Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., menyampaikan bahwa SUIJI–SLP merupakan inisiatif strategis yang tidak hanya memperkenalkan keberagaman budaya, tetapi juga mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik nyata di masyarakat. Ia mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai ruang pembelajaran bersama serta membangun jejaring internasional yang berkelanjutan.
Pelaksanaan SUIJI–SLP sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek Quality Education, Decent Work and Economic Growth, Reduced Inequalities, serta Partnerships for the Goals. Melalui program ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.