Minggu (21/6), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) menyelenggarakan Seminar Health Promoting University (HPU) bagi Panitia PIONIR Agrophoria 2026 di Ruang 105 FTP UGM. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh panitia yang berjumlah 63 orang dan menghadirkan Aqyas Dini Nisa, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Psikolog FTP UGM, sebagai narasumber. Seminar dilengkapi dengan sesi roleplay dan diskusi interaktif untuk membekali panitia dalam mendampingi mahasiswa baru serta menciptakan lingkungan orientasi yang aman, sehat, dan suportif. Melalui PIONIR Agrophoria 2026, mahasiswa baru FTP UGM akan diperkenalkan dengan lingkungan fakultas sekaligus didampingi dalam menjalani masa transisi menuju kehidupan perkuliahan.
Koordinator Gugus PIONIR Gadjah Mada FTP UGM, Moh. Wahyudin, S.T.P., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat perlu memperhatikan aspek fisik, mental, dan sosial. Pembekalan bagi panitia diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pendampingan yang bijaksana serta membangun interaksi yang positif dengan mahasiswa baru. Ia juga menekankan peran mahasiswa sebagai agent of change yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Dalam pemaparannya, Aqyas Dini Nisa membahas pentingnya memahami kebutuhan mahasiswa baru selama masa transisi menuju kehidupan perguruan tinggi. Materi mencakup pendekatan pendampingan yang empatik, komunikasi yang suportif, serta upaya membangun lingkungan orientasi yang inklusif dan saling menghargai.
Untuk memperdalam pemahaman peserta, seminar dilanjutkan dengan sesi roleplay dan diskusi interaktif. Melalui sesi ini, panitia diajak mempraktikkan pendekatan pendampingan yang sesuai, meningkatkan kepekaan terhadap kebutuhan mahasiswa baru, serta memahami pentingnya menghubungkan mahasiswa dengan layanan bantuan yang tersedia apabila diperlukan.
Aqyas Dini Nisa menekankan bahwa peran panitia tidak hanya sebatas menyelenggarakan kegiatan orientasi, tetapi juga menciptakan ruang interaksi yang aman bagi mahasiswa baru. “Sebagai pendamping mahasiswa baru, teman-teman PIONIR Agrophoria memiliki peran yang penting untuk menunjukkan bahwa lingkungan yang aman untuk kesehatan mental dimulai dari interaksi yang humanis dan saling menghargai. Menjadi kakak tingkat bukan berarti harus menjadi yang paling tahu, melainkan memberikan ruang yang aman untuk saling mengenal dan memberi dukungan sesuai dengan kemampuan,” ungkapnya.
Melalui Seminar HPU bagi Panitia PIONIR Agrophoria 2026, diharapkan panitia dapat menjalankan perannya tidak hanya sebagai penyelenggara kegiatan, tetapi juga sebagai pendamping yang peka terhadap kebutuhan mahasiswa baru. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, inklusif, dan suportif bagi seluruh sivitas akademika. Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya dalam mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan, serta SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, melalui upaya menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman dan inklusif.
Kontributor: Diva Humaira Nibras